
Aileen gemetaran dengan air mata yang menetes."Foto ini....ini bukan --"
"cukup Aileen!!aku tidak ingin mendengar penjelasan dari mu!"
"kenapa Lucas?! Kau.... dasar breng***!!"ucap Aileen sambil menampar pipi Lucas membuat semua orang terkejut tak terkecuali Lucas sendiri.
Lucas memegang pipinya yang memerah."kau..!"geramnya.
"apa?!"
"aku sangat membencimu! Sangat sangat membencimu!!"
"tapi aku mencintaimu,Lucas!"ucap Aileen.
Lucas memejamkan matanya, lelaki itu mengangguk pelan mengisyaratkan Kepada Aileen untuk mengakhiri perdebatan mareka. Jujur saja, disini bukan hanya Aileen ataupun keluarga mareka saja yang tersakiti namun, Lucas juga merasakan hal yang sama, bahkan lebih parah."aku pikir cinta cukup untuk memiliki diriku?"tanyanya sinis.
"aku tidak sudi memiliki cintamu!"lanjutnya.
mendengar itu Aileen tertegun dan beranjak pergi dari aula itu.
Aileen, gadis itu menangis tersedu-sedu sambil berjalan. Tanpa sadar, dirinya sudah berada ditengah jalan.
Tinnn
Tinnn
__ADS_1
Tinnn
Suara klakson mobil terdengar namun gadis itu tidak menghiraukan, pikirannya sibuk memikirkan apa yang telah terjadi hingga akhirnya....
Brak
Tubuh Aileen terlempar jauh kebelakang, darah segar bercucuran di keningnya."Aileeeen!!!!"teriak Alyssa yang bergegas menghampirinya.
samar-samar Aileen menatap mamahnya yang mencoba menyadarkannya dan gadis itu pun menutup matanya, pingsan.
...****************...
Lucas bergegas menuju rumah sakit tempat Aileen diperiksa, lelaki itu melihat keluarganya dan keluarga Aileen."bunda... bagaimana dengan Aileen? Apa dia baik-baik saja?"tanya Lucas khawatir.
Liana diam tidak menjawab bahkan memalingkan wajahnya membuat Lucas heran."Mertuaku?"tanyanya Lucas menatap Alyssa.
"kenapa kau diam?! putriku sangat mencintaimu! tapi kau...kau hanya mempermainkan perasaannya!!"
"sebenarnya apa yang terjadi Lucas?! kenapa kau tidak memberitahuku! Pasti ada alasan kenapa kau membatalkan pertunangan ini bukan?! Katakan padaku!!!"
"Alyssa... kau tenang lah dulu ya?"ucap Liana memegang tangan Alyssa.
Bunda Aileen langsung menepisnya."Lucas, aku sungguh kecewa padamu!! Aku harap Aileen kehilangan ingatannya tentang dirimu! Dengan begitu dia akan merasa tenang."ucapnya.
Lucas memejamkan matanya menahan air matanya yang hampir tumpah. Ia akui bahwa ia memang melakukan hal yang salah karena tidak mendiskusikannya.namun, ia juga memiliki alasan yang khusus untuk semua ini.
__ADS_1
Lucas langsung bergegas masuk kedalam ruang pemeriksaan Aileen saat dokter keluar dari sana, mengabaikan Alyssa yang mencoba mencegatnya.
Lucas menatap Aileen yang terbaring di brankar."Aileen... i'm so sorry...aku sungguh menyesal."
"semua ini salahku...karena aku, kau kecelakaan, salahku juga karena tidak mengatakan alasan kenapa aku memutuskan pertunangan kita."
"aku akan mengatakannya padamu sekarang, sayang...jadi buka matamu dan lihat aku, ya?"ucap Lucas lembut.
Lucas terdiam melihat Aileen yang membuka matanya perlahan dan menatap sekelilingnya. Lelaki itu mendekap erat tubuh Aileen gembira."aku minta maaf Aileen .... Aku sungguh menyesal..."ucap Lucas.
Lucas melepaskan dekapannya dan mencium kening gadis itu."aku sungguh bahagia...aku pikir....kau tidak akan membuka matamu lagi."lanjutnya.
Aileen menatap Lucas heran."... siapa kau?"tanyanya.
Deg
"...siapa kau? dimana aku?"tanya Aileen.
"K-Kau...s-sungguh tidak me-mengingatku?"tanya Lucas.
Aileen menggeleng pelan."tidak."
Satu kata yang dilontarkan Aileen membuat Lucas tertegun."Aileen!!"
Aileen beralih menatap kearah pintu terlihat Alyssa diikuti yang lain yang menghampirinya bahkan memeluknya sayang."sayangku... akhirnya kau bangun nak."ucap Alyssa.
__ADS_1
"iya, ma..."jawab Aileen. Mata gadis itu melirik Lucas yang terlihat masih syok tidak percaya dengan apa yang dikatakan Aileen."tapi...siapa dia,ma?"tanyanya menunjuk pada Lucas.