
Aileen langsung mendekati Lucas yang duduk di kursi taman. "Lucas?"
Lelaki itu mendongak menatap wajah Aileen dengan senyuman tipis. "Ada-apa?"
Aileen langsung duduk disamping Lucas dan meletakan kepalanya ke pundak lelaki itu. "Bukankah ini memalukan? Seorang gadis di hari pertunangannya malah menemui kekasihnya."
"Aku tidak peduli...karena kedepannya kita tidak akan bisa seperti ini lagi."Jawab Aileen.
Lucas diam perlahan-lahan lelaki itu menyandarkan kepalanya kepala Aileen yang ada di pundaknya. "Aku tidak ingin melewatkan momen seperti ini, Lucas. Rasanya aku ingin menghabiskan waktuku seperti ini saja denganmu."Ucap Aileen.
Lucas tidak menyahut, ia hanya menundukkan kepalanya diam. "...Aileen... pernikahanmu akan dilaksanakan 2 hari lagi kan?"Tanya Lucas membuat Aileen cemberut.
"kenapa kau menanyakan hal itu? Aku tidak suka!"
"Sebenarnya...aku sudah mempersiapkan segalanya milikmu untuk pernikahan kita tapi...."
"pernikahan itu tidak terjadi. Jadi, aku akan memberikannya padamu bagaimanapun itu sudah menjadi milikmu."ucap Lucas.
"....tidak!"
__ADS_1
Aileen bangkit dari duduknya. "hiks... aku tidak bisa Lucas! Hiks...hiks...aku tidak melanjutkan semua ini lagi...hiks..."Isak Aileen
Lucas bangkit dan memegang pundak Aileen agar gadis itu menatapnya. "Kau pasti bisa melakukannya, Aileen."
"tidak, Lucas. hiks...aku banyak memiliki mimpi tentang pernikahanku, bertanya-tanya apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku pakai. tapi sekarang aku tidak ingin melakukan semua itu, Lucas."
Lucas memegang pipi Aileen lembut. "kau harus melakukan semua itu."
Aileen langsung menepis tangan Lucas dari wajahnya. "tidak Lucas! Hiks...aku tidak akan bisa hiks... hiks...tubuhku tidak mau mendengarkan ku, kakiku dan tanganku tidak bisa bergerak...hiks...hiks... bagaimana Lucas? Bagaimana bisa aku menikah... dengan orang lain?"
"dengar, Aileen. Kita hampir mencapai tujuan hidup kita, tujuan hidup sudah ada berada dihadapan mata kita. hanya satu langkah, satu langkah lagi Aileen, aku yakin kau bisa melakukannya."ucap Lucas.
"Aileen --"
"Saat kau membawaku pergi, hiks... saat kau menghiasi diriku..."
Lucas terdiam saat Aileen memegang tanganmya. "saat kau membawaku altar pernikahan... jika tidak hiks..aku tidak akan bisa melakukannya, Lucas. Aku tidak bisa melakukannya sendirian."
Lucas menghapus air matanya yang mengalir. "sebelumnya kau selalu menjadi kekuatanku, dan sekarang untuk terakhir kalinya, aku mohon agar kau menjadi kekuatanku lagi, kau harus membimbingku untuk terakhir kalinya."Pinta Aileen.
__ADS_1
Mareka berdua diam hanya tangisan yang terdengar diantara mareka hingga akhirnya Lucas memegang pipi Aileen. "Keinginanmu adalah perintah bagiku, temanku."ucapnya.
Aileen langsung menghamburkan dirinya kedalam pelukan lelaki itu.
"Aileen?!"
Elvin mengepalkan tangannya erat melihat gadis yang menjadi tunangannya itu malah berpelukan dengan seorang lelaki.
Dengan marah Elvin mendekati Aileen menariknya agar pelukan gadis itu terlepas.
Namun siapa sangka sekalipun pelukan itu terlepas Aileen masih menggenggam erat tangan Lucas. "Aileen, ayo pergi!"
Aileen diam menatap Lucas hingga akhirnya gadis itu melepaskan tangan Elvin dan kembali memeluk Lucas menangis disana.
"Tidak...hiks...hiks...aku mohon Lucas... hiks... jangan lepaskan aku hiks..."Tangisnya.
Elvin menarik lengan Aileen dan menyeretnya menjauh dari Lucas sedangkan Aileen, gadis itu diam melihat Lucas yang tidak bergeming untuk menghentikan.
Lucas memejamkan matanya sambil menarik nafasnya. "Sorry."gumamnya.
__ADS_1
Elvin melepaskan tangannya dari Aileen ketika mareka sudah masuk kedalam aula. "apa kau sudah gila?! Beruntung jika tidak ada seorangpun di luar hanya kalian! betapa memalukan bagiku jika tunanganku bermesraan dengan pria lain pada hari pertunangannya!