
Aileen terkejut mendengarnya seolah-olah seperti Guntur yang menyambar disiang bolong."A-Apa?!"kagetnya sambil menutup mulutnya.
"t-terus? M-Mamah? Mamah dimana nek?"Tanya Aileen.
"Dia dirumah sakit sekarang."ucap Nenek Aileen.
Disisi lain.
Alyssa berjalan dengan cepat menuju Ruangan tempat suaminya dirawat."Suamiku...apa yang terjadi Padamu?"tanya Alyssa.
Terlihat Ansell, suami Alyssa yang terbaring lemah diatas Brankar dengan Balutan Perban dikepala dan dibeberapa daerah lainnya.
Alyssa memegang tangan suaminya itu."Alyssa, ada yang ingin aku katakan padamu."
"katakan."ucap Alyssa.
"Sebenarnya, aku jatuh cinta pada seorang Wanita dan itu adalah alasan aku pergi keluar negeri selama Beberapa tahun ini karena aku hidup bersamanya disana."ucap Ansell.
Alyssa terdiam membisu, air mata menetes Membentuk anak sungai di pipinya begitupun dengan Ansell.
Blarr
Gemuruh petir terdengar Jelas membuat Ruangan yang gelap itu seketika berkedip nyala dan mati."Kau pasti sangat Terluka kan? Itu sebabnya Aku tidak ingin memberitahumu. Ayahmu telah banyak membantuku."
Ansell memegang Tangan Wanita itu erat, Alyssa memegang Tangan Ansell Erat pula sambil menatap Ansell."aku tidak bisa menolak untuk tidak menikahimu. aku juga sudah melakukan yang terbaik untuk melupakannya."
"N-Namun, Takdir mempertemukan kami sekali lagi. Maafkan aku, Alyssa... maafkan aku."pinta Ansell dengan air mata yang mengalir.
__ADS_1
Lelaki itu meringis memegang kepalanya yang terasa Berdenyut membuat Alyssa panik."S-suamiku!"
"Ada satu hal lagi...."Nafasnya mulai terbata-bata."Anakku Gina, tidak memilih siapapun didunia ini, aku ingin kau menerimanya sebagai Anakku. Aku percaya padamu, kau adalah orang yang penuh kasih sayang."
Alyssa melepaskan Pegangan tangannya dari suaminya itu, wajahnya terlihat Syok mendengarnya."aku mohon, Alyssa. Demi diriku! Aku mohon, Alyssa. Aku mohon berjanjilah."Ucap Ansell.
dengan Ragu dan gemetaran Wanita itu memegang kembali tangan Suaminya. Ansell mencium Tangan Alyssa.
Ansell menjatuhkan Tubuhnya ke Brankar dengan mata terpejam.
Tiiiiiiit
Garis lurus terlihat monitor membuat menatap suaminya tidak percaya."Tidak!! tidak!!! Ansell, buka matamu!! Ansell!!"tangis Alyssa.
Para perawat segera menutup Wajah Ansell menggunakan Kain dan menenangkan Alyssa.
Aileen menyembunyikan wajahnya diantara Lututnya dikamarnya yang sangat gelap tanpa penerangan apapun."Aileen..."panggil seseorang.
Lucas, Lelaki itu mendekati Aileen dan mengusap Surai gadis itu lembut."Ai...Jangan menangis, oke?"ucap Lucas.
"Aku tahu, pasti rasanya menyakitkan...Aku memang tidak mengerti bagaimana rasanya, tapi..."Lucas mendekatkan wajahnya ke telinga Aileen."...kau terlihat sangat Jelek ketika menangis."bisik Lucas.
Aileen mengangkat Wajahnya menatap Lucas dengan wajahnya yang sembab dan memerah.
Bruk
Aileen langsung menghamburkan dirinya kedalam Pelukan lelaki itu dan menangis disana."hiks...hiks...Kenapa papa jahat sekali dengan aku,cas? hiks... kenapa dia meninggalkan ku sendirian? hiks...hiks..."Tangis Aileen.
__ADS_1
"Tidak, Ai... hiks... Dia tidak meninggalkan mu sendiri... hiks...masih ada aku."ucap Lucas.
Aileen menatap wajah Lucas."kalau begitu... hiks.. berjanjilah padaku, bahwa kau tidak akan pernah meninggalkanku."ucap Aileen.
"iya... aku berjanji padamu, Tuan putriku."ucap Lucas sambil mencium Kening gadis itu dan memeluk tubuh gadis itu.
Aileen Duduk disofa bersama dengan Neneknya,Liana,Luis dan Lucas yang duduk disamping Aileen sambil menyandarkan kepala gadis itu dipundaknya."Aku pulang."ucap Alyssa dengan tatapan kosong dan juga seorang Gadis kecil berumur 6 tahun digendongnya.
Mareka semua bangkit melihat Alyssa yang memasuki Ruangan tengah itu."Alyssa! Yang sabar ya?"ucap Liana menghampirinya.
Alyssa menurunkan Gadis kecil itu dan memeluk Tubuh Liana menangis disana."mamah..."panggil Aileen.
Alyssa menatap Kearah Aileen dan melepaskan pelukannya beralih memeluk putrinya itu."Mertuaku...jangan sedih..."ucap Lucas menghibur Mamahnya Aileen.
Alyssa membawa Lucas ke pelukannya bersama dengan Aileen."Mama..."panggil gadis kecil yang menatap mareka heran.
Tatapan mareka semua beralih menatap kearah anak kecil itu."Alyssa, anak ini..."
"Dia adalah --"
"Alyssa?! Siapa anak itu?!"tanya Zafira, Neneknya Aileen.
"Ibu...dia--"
"Suamimu baru saja meninggal! Dan kau langsung membawa Anak haram-mu kesini?!"bentak Zafira.
"Bu! Dia bukan anak haram! Dia --"
__ADS_1
"Diam!!! tidak ada yang boleh membantahku!"