Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 34


__ADS_3

Lucas diam menatap kepergian Elvin lalu menatap kesamping terlihat Aileen yang juga menatapnya. Lucas tersenyum membuat Aileen terdiam lalu langsung masuk kedalam rumahnya.


"Lucas...kau sudah siap? ayo,kita berangkat sekarang."Ajak Liana.


Lucas menatap bundanya itu dan mengangguk."iya."jawabnya sambil masuk kedalam mobil."hanya kita berdua?Luke sama ayah mana?"Tanyanya heran.


"Ayahmu sibuk dengan urusan kantor sedangkan Luke, kau pasti tahu dia sedang apa."


"oh ya? Sedang apa Bun? bermain dengan Gina atau bermesraan dengannya?"tanya Lucas sambil fokus menyetir.


Liana menatap tajam Lucas."apa kau lupa? Dia mirip sepertimu waktu kecil! Jika kau tidak bertemu Aileen sehari saja, dapat dipastikan kau akan mengurung dirimu dalam kamar dan tidak mau keluar!"


"kau bilang padaku 'Kekasihku tidak ada jadi buat apa aku keluar,bunda? Biarkan aku mati karena tersiksa dengan kerinduan ini.' apa kau lupa?"lanjut Liana membuat Lucas terkekeh geli.


"aku bukan Lucas yang dulu lagi bunda."ucap Lucas.


"iya ... Kau benar...kau sudah berbeda sekarang."


Mareka berdua terdiam.


Disisi lain Aileen terdiam didalam kamarnya. Pikirannya teringat akan Lucas yang tersenyum padanya tadi.


"sebenarnya siapa lelaki itu? kenapa aku selalu melihatnya akhir-akhir ini?"gumam Aileen.


Aileen menatap layar ponselnya yang bergambar fotonya bersama Lucas waktu Pertunangan mareka. Bukan hanya itu, bahkan di galeri fotonya sangat banyak Foto lelaki itu."mengapa menjadi seperti ini?"Gumamnya heran.


"Sebenarnya apa yang sudah aku lupakan selama ini?"


pintu kamar Aileen terbuka memperlihatkan seorang gadis kecil menatapnya dari balik pintu."...kak ai?"


Aileen terdiam melihatnya."dia adalah....em... aku yakin mamah ada bilang namanya, katanya dia adalah adikku...dan namanya...namanya....Giat?Gio?akh...aku lupa."batinnya.

__ADS_1


"Masuklah...kenapa kau disini,Gia?"Tanya Aileen asal-asalan menyebut nama gadis itu.


"Gia? Kak ai lupa nama Gina?"tanya gadis itu tertegun.


Aileen cengengesan lalu menggeleng pelan."tidak...aku ingat, namamu Gina, benar?"


"iya... oh ya,mama menyuruh kak ai kebawah."


"baiklah."ucap Aileen.


Aileen menatap Alyssa dan Zafira yang menatapnya."Luke, kau dan Gina bermainlah dikamar."ucap Alyssa.


Luke mengangguk dan menarik tangan Gina menuju kamar gadis itu."akh! Luke.. jangan di tarik! sakit tahu!"


"salah sendiri lambat, dasar tikus!"


"apa?! Dasar kucing nakal!!"balas Gina.


"Ibu!!"tegur Alyssa.


"lihat? Kau membela jal*** kecil itu dari pada aku!"


"apa maksud ibu?! Bagaimanapun Gina adalah cucu ibu!"


"cucuku? Aku tidak pernah menganggapnya sebagai cucuku! Darah tetaplah darah!! Dia hanyalah pembawa sial di keluarga Yovanka ini! Dan kau! Kau adalah menantuku--"


"Aku bukan menantumu jika kau tidak menganggap Gina sebagai cucu-mu sendiri!"Sela Alyssa.


Aileen terdiam melihat mamanya dan neneknya yang bertengkar itu."aku harus apa? tapi, seperti asik jika melihat orang bertengkar sambil makan popcorn....bukan! Ya ampun...aku harusnya menghentikan mareka bukan malah memikirkan popcorn!"


"Mamah! Nenek! Jangan bertengkar!"

__ADS_1


Namun sayangnya berapa kali pun Aileen melerai keduanya tidak pernah berhasil.


"Cukup!! Aku tidak mau denger lagi!!"ucap Alyssa.


"kenapa? bukankah kau sangat yakin dengan kenyataan? kalo begitu dengarkan aku! Gina bukanlah cucuku!! Dia bukanlah keluarga ini!! Dia hanya beban, sebuah beban yang kau paksakan ke dalam keluarga ini!!"


"sebuah beban yang merenggut kebahagiaan keluarga ini! merenggut kedamaian keluarga ini! Dan juga anakku!"


Deg


Gina yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran nenek dan mamanya itu hanya bisa menangis tersedu-sedu. Luke yang berada disampingnya mengusap pundak gadis itu untuk menguatkan.


"aku benci dia...aku sangat benci dia...aku membenci jal*** kecil itu!!"


"TIDAK!!!"


Gina langsung menepis tangan Luke dari pundaknya dan berlari keluar rumah.Dengan cepat Gina berlari menuju rumah Lucas yang mengetuk pintunya.


"kak Lucas!! Kak Lucas!!!"


Sementara itu Lucas yang duduk di sofa sambil menatap fokus ke televisi yang menayangkan tayangan kesukaannya.


Yah... apalagi jika bukan robot kucing dan juga lelaki berkacamata aka Doraemon."Lucas...ayo minum obatnya!"


"tidak... Aku tidak mau!"


"Lucas!"


"kak Lucas!!kak Lucas!!!"


Teriakkan seorang gadis membuatnya langsung berdiri membukakan pintu, lumayanlah buat kabur itung-itung minum obat yang pahit pikir Lucas.

__ADS_1


Lucas terdiam melihat Gina yang menangis."apa yang terjadi?"


__ADS_2