Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 23


__ADS_3

Liana langsung berjalan keluar dari kediaman Kenzie menghiraukan suaminya yang mengejarnya sambil memanggilnya.


Lucas bangkit dari duduknya mengikuti kedua orang tuanya yang berjalan.


Lucas berjalan masuk kedalam mobilnya"Apa yang lucu Lucas?"tanya seorang gadis.



Lucas langsung terkejut melihat Aileen yang duduk didalam mobil. Lelaki itu mengusap dadanya."Kau ini?!"geram Lucas membuat gadis itu tertawa.


"Sorry...."ucap Aileen dianggukki oleh Lucas.


Lelaki itu duduk disampingnya, terlihat Lucas yang menatap gadis yang ada disampingnya lamat."kenapa?"tanya Aileen heran.


"tidak cocok jika rambutmu lurus."ucap Lucas membuat Aileen menatapnya.


"benarkah?apa aku harus mengeritingnya ya?"tanya Aileen menatap helaian rambutnya.


Lucas langsung menahan Aileen yang hendak keluar dari mobil."sudah....begini pun sudah cantik."ucap Lucas.


"tapi...kau bilang--"


"aku hanya bercanda sayang."ucap Lucas.


Aileen tersenyum dan memperbaiki duduknya. Lucas pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata menyusul orang tuanya yang pergi lebih dahulu.


Di mobil Luis


Liana duduk disamping suaminya yang sibuk mengemudi dengan fokus."yah....kamu ingatkan dimana RS-nya?"tanya Liana.


"loh? Kok nanya aku? Kan kamu yang dapat kabarnya."ucap Luis.


"ya... makanya aku nanya."ucap Liana.


"gak di beritahu dalam chat ya?"tanya Luis.

__ADS_1


"ya kan aku nanya."jawab Liana.


"yaudah...tanya Lucas, tanya."ucap Luis.


Liana mengangguk dan menelpon Lucas. Sementara itu Lucas yang merasakan ponselnya bergetar langsung mengambilnya dan memberikannya pada Aileen."apa?"tanya Aileen.


"Tolong,yank...aku sibuk."ucap Lucas.


Aileen menggeleng kepadanya pelan dan menerima panggilan itu dan menekan Loud speaker."halo...."


"ai...bisa tanyakan pada Lucas, dimana ya RS-nya?habisnya Steve gak angkat telpon sama Chat Tante."


"loh...kan bunda yang diberitahu aku enggak."jawab Lucas.


"cari aja tan di google nama RS-nya."usul Aileen.


"oh,iya....Tante lupa...tadi kan aku bawa peta."


"peta?"tanya Aileen melirik ke Lucas.


Aileen maupun Lucas diam mendengar percakapan orang tua Lucas."Hm .... kayaknya sih belok kiri, yah."


"hah? Gak salah bun?"


"gak...."


"mana sini ayah lihat."


Aileen dan Lucas berpandangan."aku baru tahu kalo bundamu lebih suka cara lama."ucap Aileen.


"aku juga gak tahu."ucap Lucas menggeleng.


"loh?! Bundaaa.....ini peta zaman dulu loh bun....Kok dibawa...."


Aileen menahan tawanya kala mendengar suara Luis."Masih ada yang lucu dari ini ai."ucap Lucas.

__ADS_1


"lah...iya...ini kan peta waktu bunda kecil."


Liana mengambil kertas dari tasnya."nah...ini dia..."


"mana sini...ayah lihat."


Tap


Luis menepuk kepalanya."ini kan peta dunia bunda...."


Seketika tawa Aileen maupun Lucas pecah."heh...kalian jangan ketawa loh!"


Aileen dan Lucas langsung menutup mulutnya rapat-rapat."p-pakai google aja tan."ucap Aileen.


"iya..."


Aileen menghela nafasnya tak lama kemudian."loh...ai...ini gimana? Masa disuruh belok padahalkan disamping sungai."ucap Luis.


"Lucas...aku baru tahu kalo bunda sama ayahmu gak bisa paket teknologi."ucap Aileen menatap Lucas.


"mareka bisa....hanya masalah jalan ada yang Gob***."jawab Lucas santai.


"heh! Lucas!"tegur Liana.


"kalo kamu pintar, ayo pimpin jalan."suruh Luis.


"oke."jawab Lucas."ikuti, Lucas.... omong-omong nama RS-nya?"tanya Lucas.


"Dahlia."jawab Luis lalu dimatikan oleh Lucas.


"pegangan sayang....kita bakal ngebut."ucap Lucas.


"Pelan-pelan Lucas! Bagaimana kalo kecelakaan?"tegur Aileen.


"kalo pelan-pelan kurang puas sayang."ucap Lucas dan menginjak pedal gas.

__ADS_1


__ADS_2