Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 18


__ADS_3

keluarga Aileen dan Lucas berkumpul di ruangan tengah rumah Aileen. Alyssa terdiam membisu melihat beberapa pelayan yang keluar masuk kedalam rumahnya meletakan berbagai macam barang."Liana...Buat apa kau memberikan keluarga kami banyak barang?"Tanya Alyssa memegang tangan Liana.


Liana tersenyum mendengarnya."Ini pernikahan putraku dengan putrimu...semua ini bukan keinginanku tapi tanya pada Lucas."ucap Liana menatap Lucas yang sedari tadi menatap Aileen tanpa berkedip dihadapannya.


"Jawab!"Ucap Liana memukul pundak lelaki itu.


Lucas langsung kaget seketika."I-iya bunda."


"Eh? Apa yang kau katakan?"Tanya Lucas heran.


"Kau lihat itu Alyssa? Dia sudah tergila-gila."ucap Liana membuat Semua yang ada disana tertawa kecuali Lucas yang masih bingung apa yang dikatakan bundanya.


"Ya ampun.... apa-apaan semua ini?kenapa berantakan sekali!"ucap Zafira yang baru saja tiba.


"Ibu...ini hadiah untuk Aileen, dia dilamar oleh seseorang."ucap Alyssa membuat Aileen menundukkan kepalanya malu.


"Apa?!"kaget Zafira.


wanita tua itu langsung menghampiri Aileen."Syukurlah jika kau sudah mendapatkan calon suami...aku harap kau tidak bersikap seperti ibumu!"ucap Zafira membuat semuanya terdiam.


"Ibu! kenapa kau mengatakan Seperti itu?!"tegur Alyssa.


"kenapa apanya? Kau membawa anak kecil kerumah ini dan membunuh suamimu sendiri!"ucap Zafira dengan suara yang tinggi.

__ADS_1


"nenek! mamah! bisa kalian hentikan!"Lerai Aileen."apa kalian tidak malu dengan keluarga Lucas? Apakah kalian ingin mempermalukanku?"tegur Aileen.


Luis, Liana dan Lucas berpandangan."Tante Lia, paman Luis dan Lucas...bisa kalian pulang dulu?"mohon Aileen yang dianggukki oleh Liana.


Keluarga Lucas langsung pergi dari rumah Aileen. Aileen menatap Nenek dan ibunya yang saling memalingkan wajahnya marah."apa kalian puas?huh?! Kalian puas membuatku malu?!"bentak Aileen.


"Jika kalian terus bertengkar seperti ini, siapa yang mau menikahiku?! Siapa?! siapa yang mau menjalin hubungan dengan keluarga yang hancur seperti ini?!"


"siapa ma? Katakan padaku, siapa?"lirih Aileen.


Aileen langsung berlari menuju kamarnya sambil menghapus air matanya yang mengalir.


Brak


Tap


Tap


Tap


Lucas berjongkok dihadapan Aileen terlihat gadis itu mendongakkan kepalanya menatapnya. Lucas menghapus air mata Aileen yang mengalir."kau tidak perlu memaksakannya Aileen, aku menerimamu apa adanya."ucap Lucas lembut.


Aileen langsung menghamburkan tubuh kedalam dekapan lelaki itu dan menangis disana."kenapa mareka begitu jahat padaku Lucas? Hiks...hiks...aku..ingin bahagia hiks..."Isak Aileen.

__ADS_1


"Percayalah padaku Aileen...aku akan memberimu kebahagiaan yang lebih besar daripada penderitaanmu ini."ucap Lucas sambil mengelus rambut panjang Aileen.


30 menit kemudian


Lucas melepaskan dekapannya dan mencium kelopak mata gadis itu."bagaimana perasaanmu sekarang?"Tanya Lucas.


"heumm... sudah lebih baik."ucap Aileen menghapus jejak air matanya."ngomong-ngomong Lucas...."


"apa?"tanya Lucas.


"Bagaimana bisa kau masuk kekamarku? padahal tadi aku menyuruhmu pulang."tanya Aileen heran.


Lucas langsung mengalihkan pandangan."i-itu...."ucapnya gugup.


"Lucas...?"tanya Aileen menatap lelaki itu tajam.


"H-Hahaha...i-itu...."gugup Lucas.


"Lucas! Katakan padaku!"perintah Aileen.


Lucas menghela nafasnya pasrah."kamar kita bersebrangan bukan?balkon kita berdua berdekatan, tentu saja dengan mudah aku melompat kesana."ucap Lucas sambil menggaruk tengkuknya.


Aileen menatap Lucas datar."benar-benar.... sebenernya kau ini lulusan luar negeri apa lulusan permalingan sih?"Tanya Aileen mengalihkan pandangannya kesal.

__ADS_1


"Tentu saja permalingan."jawab Lucas membuat Aileen melotot padanya."jika tidak ... bagaimana caranya aku mencuri hatimu?"ucap Lucas membuat Aileen tersenyum malu.


__ADS_2