
Alyssa menyenggol lengan Aileen membuat gadis itu menatap Kearah dengan wajah malas."Mah!"Tegurnya.
Alyssa tersenyum menggoda Anaknya itu sedangkan Aileen memutar bola matanya."Baiklah... sekarang kita masak Supnya."Ajak Liana pada Alyssa.
"Iya...."Jawab Alyssa.
"Ah, Bun. Bolehkah aku ikut membantu?"Tanya Lucas.
"Kau bisa memasak?"ejek Liana pada putranya itu.
Lucas Menyugar Rambutnya kebelakang sambil tersenyum manis membuat siapapun yang melihatnya bisa langsung Jatuh cinta padanya."Ayolah Bun...Pria idaman itu harus bisa memasak."ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Aileen.
Gadis itu membelalakkan matanya."kau?!"Geramnya.
"Apa? Aku sedang menggoda calon istriku, apakah salah?"tanya Lucas.
"Aku bukan calon istri mu!"
"Ayolah...aku sedang menggoda Gina...bukan kau!"ucap Lucas.
"bang Lucas!"Tegur Luke.
Mareka pun melanjutkan acara memasak mareka bertiga."Ah... Lucas, bisa ambilkan telur dalam kulkas dirumah kita."ucap Liana.
"Siap,Bun."ucap Lucas."hei,jelek! ambilkan Telur ya?!"teriak Lucas pada Aileen yang duduk sambil membaca bukunya.
"Hm."jawabnya acuh.
Gadis itu berdiri dan meninggalkan tempat itu."Mertua, apa yang terjadi padanya?"tanya Lucas heran.
"hanya masalah sepele, hiraukan saja."ucap Alyssa.
tak lama kemudian, Aileen datang dengan membawa beberapa butir telur."Kemana saja kau?lama sekali."ucap Lucas menghampirinya.
"kau tidak mengatakan padaku dimana letaknya!"kesal Aileen.
"Baiklah, thanks."ucap Lucas merebut Telur dari tangan Aileen.
Lucas langsung menghampiri Alyssa yang sibuk berkutat dengan masakannya."Ah! jangan Mertua...itu kebanyakan."ucap Lucas merebut sendok garam dari Alyssa.
Lelaki itu menguranginya lalu memasukkannya kedalam masakannya."Terimakasih, Lucas."ucap Alyssa.
"Buat apa?"Tanya Lucas."aku hanya ingin menyenangkan Mertuaku."ucap Lucas sambil mencubit pipi Gina yang duduk didekatnya.
"Lucas! Jangan menyentuhnya sembarangan!!"Tegur Luke.
"Aku Abangmu!! Dasar adik tidak tahu malu!"ejek Lucas.
"Kau?!"geram Luke.
__ADS_1
"Sudahlah Luke, ayo bantu bunda menyiapkan alat makan."ajak Liana.
Alyssa Mencubit pipi Lucas."kau sangat manis."pujinya.
"hahaha... mertuaku juga sangat manis."ucap Lucas mencubit pipi Alyssa.
Aileen terdiam melihat mareka berdua dari belakang dengan tatapan Jijik dan Heran."Aileen?"panggil Alyssa.
Lucas berbalik menatap Aileen yang menatapnya dengan tatapan tajam."Ma...aku ingin bicara pribadi padamu."ucap Aileen.
"Bagus sekali! Gina, Kau kesana dulu."perintah Lucas. Lelaki itu beralih berdiri disamping Aileen."Baiklah, sekarang katakanlah."lanjut Lucas.
"Lucas!"tegur Aileen.
"Apa?"Tanya Lucas.
"Alyssa! Bisa kau bantu aku!"Panggil Liana.
"Iya, aku kesana!"ucap Alyssa pergi meninggalkan Lucas dan Aileen.
"Jadi, apa yang ingin kau katakan?"tanya Lucas Penasaran.
"CK! Lucas!"kesal Aileen.
"Yes, darling?"jawab Lucas.
"Jangan memanggilku darling!"
Aileen membuka mulutnya. Lucas langsung menyuapi dengan sup buatan membuat gadis menatapnya tajam."Apa yang kurang?"Tanya Lucas.
"Gula."
"masalah yang Sama seperti kau."ucap Lucas mengusap pipi Aileen.
Lucas beralih kembali ke masakannya dengan Aileen yang mengikutinya."Akh?! Kau?! kenapa kau mengikutiku?!"kesal Lucas.
"Aku tidak mengikutimu bodoh!"kesal Aileen.
"Lucas! Bisakah kau tidak mengganggunya?"tegur Liana.
"Bun, aku tidak mengganggunya."jawab Lucas.
Aileen menjauh dari sana dengan wajah kesal yang menghiasi wajahnya."Bisakah kau tidak kekanak-kanakan seperti ini?"Tanya Liana.
"bunda, ak-"
"satu tamparan pasti akan membuatnya jera."ucap Zafira angkat bicara.
"Hahaha....nenek, bicaramu lucu sekali."ucap Lucas tersenyum.
__ADS_1
"Nenek, sudah waktunya makan."ajak Liana.
"iya..."jawab Zafira.
Zafira langsung menatap Meja makan dengan kagum."Makanan rumahan? tidak mungkin Menantuku yang membuatnya."ucap Zafira sambil duduk di kursi.
"Lucas banyak membantu!"ucap Alyssa sambil meletakkan semangkuk sup dihadapannya.
"Selamat sudah mendapatkan pelayan baru!"ucap Zafira mengejek.
"Selamat juga karena Sudah mendapat Menantu baru."ejek Lucas.
Selesai makan, Aileen, Lucas duduk tikar menemani Gina dan Luke bermain."Hei, jelek."panggil Lucas.
"apa?"tanya Aileen.
"aku merasa kita memiliki hubungan di kehidupan sebelumnya."Ucap Lucas sambil merangkul Pundak Aileen.
Tak
Aileen langsung memukul tangan Lelaki itu."Dengar! kita adalah tetangga. Bersikaplah seperti tetangga!"kesal Aileen.
"Hahaha...it's so funny... tetangga seperti apa yang kau maksud?"tanya Lucas.
"kau?! Aku tidak suka kau ber--"
"Shhhh."ucap Lucas.
"kenapa?"Tanya Aileen.
"Apa kau punya masalah?"Tanya Lucas membuat Aileen terdiam.
"Masalah?"gumamnya.
"iya...kenapa kau merasa beban seluruuuh dunia, ada dipundakmu? memangnya siapa kau?"Tanya Lucas.
Aileen membuka mulutnya sambil menunjuk Kepada Lucas namun, Lelaki itu langsung menyelanya."jangan bicara."ucap Lucas.
"Apa gunanya kau berdoa pada Tuhan namun, kau tidak menghargai hidup yang diberi yang diberikan olehnya?"Tanya Lucas.
"Apa yang kau tahu tentang hidupku?"tanya Aileen dengan nada mengejek.
"tidak banyak tapi cukup untukku mengenalmu."jawab Lucas."Dari matamu mungkin hidupmu tidak punya arti tapi... coba pandang hidupmu dari mata orang lain dan kau akan mengetahui bahwa hidup itu sangat berarti."lanjut Lucas.
"Aku tidak mengerti."ucap Aileen.
"dasar stupid!"ejek Lucas.
"apa kau bilang?!"
__ADS_1
"Dengar... hidupmu akan bahagia, karena itu senyumlah. Siapa tahu besok tidak akan ada lagi."ucap Lucas.