Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 26


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, keluarga Lucas sibuk berbincang dengan keluarga Aileen diruang tengah."jadi kapan akan melaksanakan pertunangan mareka berdua?"tanya Alyssa.


"aku ingin 2 hari lagi acara itu diadakan!"ucap Zafira.


"Ibu! Kau tidak bisa seperti itu!"tegur Alyssa.


"diam kau!! Kau saja tidak becus mengurus rumah tangga, biar aku yang mengurus ini!"ucap Zafira.


"Nenek! Mamah! Sudah cukup!"tegur Aileen.


"tidak apa-apa Aileen. Nenek benar, kami akan menyiapkan pertunangan kalian 2 hari lagi dan acara pernikahan akan diadakan 1 minggu setelah acara pernikahan kami."ucap Luis.


"Itu benar."timpal Liana.


"heh! Sudah ku bilang, lebih cepat lebih baik!!"ucap Zafira.


Liana bangku dari duduknya diiringi oleh Luis."baiklah kami pergi dulu."ucap Liana yang dianggukki oleh Alyssa.


"Luke, ayo pulang."ajak Luis.


"tidak ayah, kalian duluan saja, aku masih ingin bermain dengan Gina."ucap Luke.

__ADS_1


"baiklah, kami permisi dulu."ucap Luis.


Lucas keluar dari kamarnya dan menatap bundanya yang duduk di sofa ruangan tengah."loh? Kalian berdua habis darimana?"tanyanya heran.


"habis darimana lagi? Kami sudah membicarakan tentang pertunangan dengan keluarga Aileen."jelas Liana.


"mareka ingin kau bertunangan dengan Aileen mulai 2 hari kedepan."ucap Luis.


Lucas diam, wajahnya terlihat terkejut dan.... sedih membuat Liana dan Luis berpandangan heran.


Bagaimana tidak? Liana maupun Luis mengetahui bahwa anak Lelaki Mareka itu begitu mencintai Aileen. namun, ketika diberitahu kabar bahwa Mareka berdua akan segera bertunangan lelaki itu malah sedih."Lucas...apa yang terjadi nak?"tanya Liana khawatir.


"apa yang kau sembunyikan dari kami, Lucas!"Ucap Luis.


Lucas menundukkan kepalanya, jujur dirinya merasa ragu untuk mengatakannya kepada kedua orangtuanya itu. Rasa takut dan khawatir, gembira dan sedih bercampur aduk dalam dirinya.


"Lucas...."panggil Liana lembut.


Lucas menghela nafasnya dan memberikan amplop coklat kepada kedua orangtuanya membuat keduanya langsung saling tatap."apa ini Lucas?tanya Liana.


Lucas tidak menjawab membiarkan bundanya itu membuka amplop itu, terlihat surat dengan tanda dari rumah sakit membuat Liana maupun Luis gugup.

__ADS_1


"A-Apa ini?!"tanya Liana.


Lucas menatap bundanya itu tersenyum tipis."ini...hasil dari check-up ku."ucapnya.


Plak


Wajah Lucas menoleh ke samping akibat pukulan Liana di pipinya."Apa ini Lucas?! Kau pikir ini Lucu?!hm? apa kau senang mengerjai ibumu seperti ini, Lucas?!"bentaknya.


Lucas mengangkat tangannya dan menghapus air mata dari pipi bundanya itu dengan lembut."Apa yang bisa aku lakukan Bun? Ini sudah menjadi takdirku."ucap Lucas.


Liana menatap suaminya."Mas! coba lihat ini! apa yang terjadi dengan kinerja kerja semua pegawaimu?! Anakku... penyakit anakku, Lucas sudah sembuh!kenapa disini tertulis semakin parah!"


Luis memeluk tubuh istrinya."Sudahlah... Kita bisa melawan takdir sayang."ucap Luis menenangkan istrinya.


Luis sendiri sudah mengetahuinya karena Lucas sendiri yang mengirimkan hasilnya padanya. namun, Lucas melarang ayahnya untuk mengatakannya pada bundanya karena ia ingin dirinya saja yang mengatakannya."kau! Kau pasti bersekongkol dengan Lucas bukan?! Semua ini....ini tidak mungkin!"sanggah Liana.


Lucas menghampiri bundanya dan memeluknya."bunda...Lucas mohon...bunda jangan nangis ya?"pintanya


"katakan padaku Lucas...kau pasti bercanda kan?"Isak Liana.


Lucas menggeleng pelan."ini serius bunda...anakmu ini mencapai stadium terakhir."lirih Lucas.

__ADS_1


__ADS_2