Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 6


__ADS_3

Lucas menatap Sebuah Buku diatas meja makan."Buku?"Gumamnya Sambil membolak-balik Buku tersebut.


"Bunda, buku siapa ini?"tanya Lucas.


Liana mengambil Buku yang ada ditangan Lucas."Mahasiswi MBA?"Gumam Liana berpikir."Ah....ini pasti milik Aileen yang tertinggal."Lanjutnya.


"Aileen?"


"Iya ...dia mengambil jurusan Bisnis. Bagaimanapun dia akan jadi penerus Yovanka Group."ucap Liana.


Lucas berpikir sebentar."...Bun, Lucas antar Bukunya, boleh ya?"Tanyanya.


"Kenapa? Biar bunda saja yang mengantarnya. Bunda mau pergi ke Toko Bunda yang dekat Kampusnya."ucap Liana.


"Biar Lucas aja."ucap Lelaki itu sambil merebut Buku tersebut dari tangan bundanya.


"Bunda saja!"Ucap Liana merebut Buku itu.


"Lucas saja bunda...kasian bunda kecapekan nanti."ucap Lucas lembut.


"Halah! Biasanya juga malah ngerepotin bunda!"Sewot Liana.


"Bun-"


Drrrrt....


Drrrrt...


Liana berjalan menuju Telpon dan mengangkatnya."Halo..."


"....."


"iya, Saya bundanya Luke."


"...."

__ADS_1


"Iya?! Saya lupa kalo hari ini dia libur!"


"....."


"Baiklah... Baiklah...saya akan menjemputnya."


Liana meletakkan Telpon itu kembali ke tempat Semula."Lucas-"


"Bunda, Lucas pergi dulu! Byee!!!"Teriak Lucas pergi sambil membawa Buku milik Aileen ditangannya.


"Lucas!!!! Dasar anak nakal!!!!"teriak Liana.


...****************...


Lucas menjalankan mobilnya menuju kampus Aileen dengan senyum yang tipis. Namun lelaki itu langsung menginjak rem secara mendadak Membuat pengemudi jalan yang lain langsung memarahinya."Hey!! Kalo Jalan jangan rem mendadak dong!" , "kalo tidak bisa naik mobil, jalan kaki be**!".


Lucas berdecak kesal dan bangkit menatap Para pengendara dibelakangnya."Kau! Apa kau tahu dimana kampus Aileen?"tanya Lucas.


"hah? Apa yang kau katakan?!"kesal Pengemudi itu.


"kau yang gila!"maki pengemudi itu.


"CK! Tunjukkan aku jalan menuju kampus dekat sini! Dan aku akan membayarnya! Aku tidak terima penolakan."ucap Lucas.


"Ha-"


"Cepat!"


Pengemudi itu menghela nafasnya kasar mau tak mau dirinya harus menunjukan jalan pada Lelaki itu.


Lucas turun dari mobilnya setelah sampai di kampus milik Aileen. Dirinya menghampiri Pengemudi itu.


Srak


"Ini bayaran mu."ucap Lucas sambil melempar Uang kedalam Mobil pengemudi itu dan berjalan masuk menghiraukan Teriaknya.

__ADS_1


Lucas berkeliling kampus itu namun tidak menemukan Sosok yang ia cari."kemana gadis itu pergi?"Gumamnya.


Lucas menatap 2 orang Gadis dan seorang Lelaki yang sibuk bercanda ria, wajahnya langsung muram seketika."Aileen!"


Satu kata keluar dari mulut Lucas membuat semua orang menatapnya."L-Lucas?!"kaget Aileen melihat Lucas yang berjalan mendekat kearahnya.


Naura melirik Aileen dengan tatapan Menggoda membuat Aileen menatapnya Tajam."Aileen."panggil Lucas.


"i-iya?"gugup Aileen.


Lucas menatap Kearah Naura dan Elvin lalu kembali menatap Aileen."Bukumu tertinggal."ucap Lucas menyodorkan Bukunya.


"i-iya... A-aku tidak tahu, m-makasih."ucap Aileen mengambil Buku itu."ngomong-ngomong Lucas, bagaimana bisa kau tahu kampusku?"tanya Aileen.


"Kampus seperti ini sangat mudah bagiku mencarinya."jawab Lucas bangga.


"Aileen....Kau tidak memperkenalkan kami?"Tanya Naura.


"eh? iya...Lucas, kenalkan dia adalah Naura, sahabatku."ucap Aileen memperkenalkan Seorang Gadis yang berdiri di sampingnya.


"Naura."ucap Naura memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


"iya."jawab Lucas dingin tanpa membalas Jabatan Naura membuat Gadis itu tersenyum canggung.


"lalu dia?"tunjuk Lucas pada seorang lelaki yang berdiri disamping Naura.


"dia... Elvin."ucap Aileen.


Lucas menatapnya tajam."ouh...jadi pria ini adalah Elvin..."batin Lucas.


Lelaki itu menerima jabatan Elvin."Lucas."Ucapnya."Lucas Wesley Kenzie."lanjut Lucas.


"salam kenal Lucas."jawab Elvin tersenyum.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Aileen walaupun hanya Ujung rambut."batin Lucas.

__ADS_1


__ADS_2