
Lucas menatap Daisy."oh,ya? Walaupun begitu, aku tahu kau menyukaiku."goda Lucas mengedipkan sebelah matanya.
Daisy berdecak sebal karena kelakuan Lucas itu.
Mareka berdua mengalihkan pandangan melihat orang tua Lucas yang masuk menggunakan pakaian putih, diiringi dengan keluarga Aileen dan juga Luke.
Lucas terkesiap melihat Aileen yang masuk kedalam gedung itu."Tunanganmu sudah tiba, apa kau tidak ingin menghampirinya?"tanya Daisy membuat Lucas menatapnya.
"apa kau cemburu? Tenang saja...kau selalu ada di hatiku."ucap Lucas lalu pergi menemui tunangannya itu.
"Ekhem!"
Aileen langsung menoleh kesamping terlihat seorang lelaki berbalut pakaian putih."Lucas!"
Lucas dan Aileen berpelukan satu sama lain."Sudah lama?"tanya Lucas.
"tidak...baru saja tiba."jawab Aileen.
Mareka berdua bergandengan tangan menuju kedua orang tua Lucas yang duduk diatas panggung. Acara pun berlangsung dengan sangat meriah.
Lucas mendekatkan wajahnya ke telinga Aileen."Ayo, mulai 'pertunjukkannya'."bisik Lucas.
Senyuman Aileen langsung luntur seketika mendengarnya."Lucas...kau mau kemana nak?"tanya Liana.
__ADS_1
"Aku ada urusan bentar, Bun."jawab Lucas tersenyum lalu pergi.
"huh! Dia itu... selalu saja seperti ini!"kesal Liana.
30 menit berlalu.
"sudah waktunya aku mencari Lucas bukan? Kurasa ini waktu yang tepat."batin Aileen.
"Ma, tante Lia, Aileen mau cari makan dulu ya? Laper."ucap Aileen berbohong.
Liana tersenyum dan mengangguk.
Sesuai dengan rencana, Aileen langsung pergi meninggalkan panggung itu dan mencari Lucas di tengah-tengah keramaian.
Hingga akhirnya dirinya melihat lelaki yang ia cari cari itu sedang duduk di meja bagian ujung. Aileen terpaku melihat Lucas dengan seorang gadis yang duduk dipangkuannya.
Lucas terkejut dan langsung menatap Aileen."A-aileen?!"
semua tamu undangan bahkan keluarga mareka berdua langsung mengalihkan pandangannya menatap kedua orang itu."Lucas...aku akan berbicara padamu lagi nanti."bisik Daisy.
Lucas langsung menahan tangan Daisy membuat Aileen terdiam melihat Lucas."tenanglah Aileen... ini hanya pura-pura,iya! pura-pura...tapi... kenapa rasa sakit ini nyata?"batin Aileen.
"tetap disini..."bisik Lucas.
"Lucas kamp***!! Ini bukan urusanku, bang***!!"batin Daisy.
"Dia.... Siapa dia, Lucas?"tanya Aileen.
__ADS_1
Suasana berubah menjadi tegang menanti jawaban dari Lucas. Lelaki itu melirik kearah Daisy yang tersenyum kikuk."bukankah kau sudah mengetahuinya? dia kekasihku."jawab Lucas.
Deg
Semua orang terkejut mendengarnya pasalnya lelaki itu sudah bertunangan dengan Aileen."Lucas bang***!!! Aku tidak ada salah apapun!!!!"teriak Daisy dalam hati.
"Apa?! T-ta-tapi...aku tunanganmu!"
"kenapa? Bukankah itu sudah jelas! Hubungan kita adalah sebuah keterpaksaan, apakah salah jika aku mencari kebahagiaan lain?"tanya Lucas sinis.
mata Aileen berkaca-kaca mendengarkan."kenapa Lucas? Kenapa? Bukankah kau yang melamarku? Kau yang memintaku untuk menjadi istrimu!"
"tapi aku tidak pernah mencintaimu!!"bentak Lucas.
Aileen terduduk mendengar jawaban Lucas, perkataan lelaki itu bagaikan petir di siang bolong untuknya.
Air mata Aileen mengalir."Kenapa? Kau sangat berharap pada pertunangan ini? Kau pikir aku tidak tahu kau hanya menginginkan kekayaan keluargaku? Kau pikir aku bodoh?!"
"Kita memang tunangan tapi apa kau tahu? Aku adalah orang pertama yang sangat ingin memutuskan pertunangan ini! karena aku tidak ingin memiliki istri yang jal*** sepertimu!"
Aileen memejamkan matanya merasakan rasa sakit yang ada di hatinya mendengarkan makian dari Lucas.
Aileen menoleh terlihat Liana yang memegang bahu gadis itu dan membantunya berdiri."Lucas! Apa yang kau katakan?! Aileen adalah gadis yang baik! Kenapa kau berbicara seperti itu?!"bentak Liana.
"gadis yang baik? bunda bilang dia gadis yang baik?"tanya Lucas.
Lelaki itu langsung melemparkan beberapa Foto dimana Aileen bersama dengan seorang pria, gadis itu langsung kaget."I-Ini...ini bukan aku?!"
__ADS_1