
Lucas duduk diam menatap bundanya yang menatapnya tajam. "Bunda...?"
"diam Lucas!! Kau tahu apa yang sudah kau perbuat?! Bunda tidak sama sekali tidak mengerti apa isi pikiran mu itu!"
"pertama minta pertunangan dengan Aileen dan kau malah memutuskan tanpa meminta izin ataupun memberitahu bunda! Lalu kau membiarkannya bertunangan lagi!"
"kau pikir bunda tidak tahu?! Hm?! Kau berduaan dengan Aileen dihari pertunangan gadis itu!! Kau sudah mencemarkan nama baik keluarga kita!!"
Lucas hanya diam menundukkan kepalanya. "lihat bunda Lucas! katakan pada bunda kau masih mencintai Aileen atau tidak?"Ucap Liana menekan perkataanya.
Lucas memberanikan dirinya menatap wajah bundanya itu dan menggeleng pelan lalu mengangguk. "Lucas Wesley Kenzie, bersumpah demi bunda mu ini, bahwa kau tidak akan pernah bertemu dengan Aileen lagi."Ucap Liana membuat Lucas tertegun.
"t-ta-tapi bunda...--"
"tidak ada tapi-tapi Lucas! Berjanjilah pada bunda sekarang juga!"
Lucas mengangguk pelan. "iya, Lucas....janji."Ucapnya menunduk.
Liana langsung beranjak pergi menuju kamarnya meninggalkan Lucas yang duduk di sofa memijit pelipisnya. "iya... ini semua salahku, aku sudah membuat keputusan ini dengan yakin dan siap dengan resikonya."
"tapi, kenapa masih masih ada keraguan di hatiku?"Gumamnya.
...---------------...
Hari ini, adalah hari pernikahan Aileen dengan Elvin, gadis itu menatap wajahnya ke cermin.
Acara sudah hampir di mulai tapi Aileen masih belum bersiap-siap untuk keluar ruangan rias itu.
__ADS_1
Disisi lain, Lucas menatap bundanya yang duduk disampingnya. "bunda... Lucas, mau pergi sebentar."
"kemana? Kau tidak akan bertemu dengan Aileen bukan?"tanya Liana tajam.
Lucas terdiam sejenak lalu mengangguk pelan. "pergilah."
"maafkan Lucas, Bunda. Lucas membohongi bunda lagi."batin Lucas.
Lucas langsung bangkit dari duduknya dan naik ke lantai dua. Diam-diam, lelaki itu masuk kedalam kamar Aileen.
"maaf menunggu."Ucap Lucas.
"seandainya kau tidak datang, itu lebih baik."Jawab Aileen.
Lucas mendekat kearah Aileen yang duduk di depan meja rias. Gadis itu sudah siap dengan gaunnya jadi, Lucas hanya merias wajahnya dan juga menata rambut gadis itu.
Aileen bangkit dari duduknya dan melihat wajahnya di pantulan cermin.
"kau menghiasi ku dengan cantik Lucas tapi hiasan ini merupakan perpisahan kita."
Gadis itu berbalik menatap Lucas. "mulai hari ini kita berpisah, kau sudah melakukan keinginanku dengan baik di hari pernikahanku.... juga kematianku."
"iya...aku sudah berusaha untuk mengabulkan permintaanmu ini."Ucap Lucas menghapus air matanya yang mengalir.
"Tapi...ada satu hal lagi."
__ADS_1
"katakan, apa itu? Aku akan mengabulkannya."Ucap Lucas.
"Kau harus mendampingi ku ke Altar pernikahan."Ucap Aileen mengulurkan tangannya.
Lucas terdiam membisu. "kau sudah berjanji padaku, Lucas."
Lucas menerima uluran tangan gadis itu sambil tersenyum sendu. "keinginan sahabatku adalah perintah bagiku."Ucapnya.
Semua orang terkejut melihat Aileen yang di dampingi oleh Lucas menuju altar pernikahan itu, Liana, Alyssa dan Luis lah yang sangat terkejut melihat hal ini.
Lucas melepaskan pegangan tangan mareka saat Aileen berdiri disampingnya Elvin sedangkan lelaki itu, Lucas beralih ke kursi depan menatap pernikahan Sahabatnya itu.
"Saudara Elvin apakah kau siap menerima nona Aileen Odelia Yovanka sebagai istrimu?"
"Saya bersedia."
"Nona Aileen Odelia Yovanka, apakah anda bersedia menjadikan Saudara Elvin sebagai suamimu?"
Aileen diam, gadis itu menatap Lucas terlihat Lucas yang menyuruh Aileen untuk menarik nafas menggunakan isyarat.
Aileen mengikuti isyarat Lucas sebelum berbicara. "saya bersedia."
"mempelai pria silahkan mencium mempelai wanita."
Aileen terdiam saat Elvin menyentuh pipinya, gadis itu melirik Lucas yang tersenyum padanya.
Lelaki itu mengangguk pelan lalu lelaki itu langsung bangkit dari duduk dan pergi meninggalkan acara pernikahan itu dengan air mata yang mengalir.
__ADS_1