Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 30


__ADS_3

Lucas menatap wajah Aileen yang terlihat terkejut itu."hei...ini hanya sebuah rencana."ucapnya membuat Aileen mengangguk sambil tersenyum paksa.


Lucas memberitahu Aileen rencananya secara mendetail sedangkan Aileen hanya mengangguk paham."jadi,besok aku tidak akan bertemu denganmu, anggap saja kita tidak saling kenal mulai sekarang."ucap Lucas.


Aileen mengangguk lalu menghela nafasnya."kamu siapa?"tanyanya menunjuk Lucas pura-pura amnesia sesuai permintaan lelaki itu.


Lucas tersenyum paham."kamu siapa?"tanya Lucas pula.


"kamu kok ada disini?kamu makhluk apa?"tanya Aileen.


"kamu sendiri binatang apa?"tanya Lucas.


"bangs**."batin Aileen tersenyum manis.


"aku tidak mengenalmu."ucap Aileen tersenyum manis dan menarik tangan Lucas untuk keluar dari kamarnya melalu balkon.


"jadi... anjin* peliharaanku yang baik...kau harus pulang ya...ini sudah larut malam."ucap Aileen tersenyum dan menutup pintu balkon.


"kamp***! aku bukan Anji**."batin Lucas kesal.


Lucas menghela nafasnya."pulang ya pulang."gumamnya.

__ADS_1


hingga akhirnya anniversary pernikahan Liana dan Luis pun tiba. Acara itu digelar besar-besaran di gedung pribadi milik keluarga Kenzie.


tentu saja keluarga Aileen juga di undang bahkan secara khusus mulai dari pakaian, mobil yang menjemput pun di siapkan oleh keluarga Kenzie untuk mareka.


Sementara Lucas, lelaki itu tidak terlihat seharian penuh karena sibuk mengurus pesta itu bahkan ia bermalam di aula tersebut.


pagi-pagi buta dirinya bangun dan mengawasi para pekerja itu bahkan tidak sempat membersihkan dirinya sendiri ataupun membersihkan tempat tidurnya.



"kalian semua, cepat persiapkan tempat ini! Hanya tersisa 30 menit lagi acara dimulai. Aku harus segera bersiap."ucap Lucas sambil berjalan menuju kamar mandi laki-laki disana.


Lelaki itu menghela nafasnya ketika mencuci wajahnya."disuruh bersiap dan harus tampan kata bunda...tapi...ia memberikan tugas ini padaku, bagaimana bisa aku tampil tampan?"tanya Lucas."mandi saja enggak."lanjutnya.


Selesai itu ia langsung menuju Aula."oke semuanya!! Silahkan ganti pakaian kalian!"perintah Lucas.


Dengan cepat seluruh bawahannya itu pergi menuruti perintahnya. Sepeninggal mareka, Lucas mengambil boneka beruang besar miliknya dan membawanya ke lantai dua."bisa gawat kalo boneka kesayanganku hancur."gumamnya.


tak perlu waktu lama, para tamu mulai berdatangan membuat tempat itu menjadi ramai. Lucas menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 9.30, ia pun berdecak kesal."bunda mana sih? Kok belum datang?"gumamnya.


Padangan lelaki itu tertuju kepada seorang gadis yang sibuk berbincang dengan banyak orang.

__ADS_1



"Daisy?!"panggil Lucas membuat gadis itu menatapnya.


Daisy tersenyum dan menjauh dari keramaian itu menghampiri Lucas."Lucas?! Apa yang kau lakukan disini?"tanyanya.


"ini pesta orang tuaku."jawab Lucas membuat Daisy mengangguk.


Lucas menatap Daisy dari atas sampai bawah, ia berdecak kagum melihat kecantikan Daisy."so beautiful."ucapnya.


Daisy menatap Lucas datar."kau sudah bertunangan jadi jangan menggodaku!"tegur Daisy.


"aku memuji kau bilang menggoda, saat aku menggoda kau bilang itu memuji."ucap Lucas memutar bola matanya malas.


"jadi, kapan acaramu?"tanya Daisy membuat lelaki itu menatapnya heran.


"Acara? Acara apa?"


"CK! pernikahanmu,bodoh!"jawab Daisy membuat Lucas terkekeh.


"sebenarnya...ada sedikit masalah."ucap Lucas membuat Daisy menatapnya heran."kau tahu, Aileen adalah seorang gadis yang selalu pikir semua orang yang ada disisinya akan pergi meninggalkannya. Kau juga tahu, apa penyakit ku, jadi jika aku meninggalkannya bukankah ia akan menjadi stres?"

__ADS_1


"berbeda denganku, jika ia meninggalkanku, aku tidak akan apa-apa...semua itu tidak akan berpengaruh bagiku, lagipula siapa yang tidak akan tertarik dengan ku, secara aku ini sangat seksi dan tampan."lanjut Lucas membuat Daisy menatapnya jijik.


"kau terlalu narsis Lucas!"


__ADS_2