Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 14


__ADS_3

"Bang Lucas!!!!"Teriak Luke sambil mendobrak pintu kamar Lelaki itu.


Dirinya menatap Lucas dan Aileen yang berdiri berjauhan dengan wajah yang memerah."...apa yang terjadi disini?"Tanya Luke heran.


"T-Tidak ada!"Panik Aileen.


Luke menatap Lucas datar."hei... Abang...apa yang kalian lakukan tadi?"Interogasi Luke.


Lucas menghampiri Luke tersenyum manis sambil menepuk pundaknya."Tidak terjadi apa-apa...."ucapnya.


Luke menatap abangnya itu datar."kau pikir aku akan percaya pada Dirimu?"tanyanya sinis."Seorang Lelaki dan gadis berada dalam satu ruangan ditambah kau tidak memakai baju... benar-benar mencurigakan!"Ucapnya.


anak kecil itu berpikir sejenak."....Apa jangan-jangan--"


Lucas langsung menyentil Jidat Luke."hahahaha....Anak kecil jangan sok tahu!!"Tegurnya sambil tertawa paksa.


Luke menatap Aileen yang terdiam dengan wajahnya yang Masih memerah padam sambil memegang pundaknya."hm....."Pikirnya."Abang ..."lanjutnya.


"apa?"Tanya Lucas heran.


"Aku akan melaporkannya kepada bunda."ucap Luke seketika membuat Lucas panik dan menahan Tangan Lelaki kecil itu.


"Kau tidak boleh mengatakannya pada Bunda!"


"Kenapa tidak boleh?"


"Jika kau tidak mengatakannya....aku akan....Akan...."Ucap Lucas berpikir."aku akan memberimu Coklat!"lanjut Lucas.


"Coklat? untuk apa? Aku tidak bukan anak kecil!"sahut Luke.

__ADS_1


"ugh...."


"Ada apa ini?! kenapa kalian bertengkar?"Tanya Luis yang baru saja tiba.


Luke langsung berlari menghampiri Ayahnya itu."Ayah...Ada yang ingin aku katakan!"ucapnya.


"oh....apa yang ingin kau katakan Luke?"Tanya Luis penasaran.


"Itu ...tadi Abang --"


"Ayah!! Luke! Dia sangat nakal! Bisa-bisanya dia--"


"Ayah! Jangan dengarkan Abang!!"sela Luke."Tadi Luke liat Abang dan Kak Aileen berd--"


Drap


Drap


Drap


"Ayah! Itu yang dari tadi ingin Luke katakan...tadi Abang Lucas --"


Lucas langsung menutup Mulut adiknya itu."H-Hahaha....Ayah, jangan dengarkan kata Luke!"ucap Lucas tersenyum.


Aileen terus berlari menuju rumahnya mengabaikan Liana ataupun Alyssa yang bertanya padanya heran.


Brak


Gadis itu langsung menutup pintunya dan membaringkan tubuhnya ke ranjang. Helaan nafas terdengar dari mulut."Apa yang sudah aku lakukan?"gumamnya pelan.

__ADS_1


Gadis itu bangkit Menuju Cermin dalam kamarnya dan menatap Lehernya yang memerah."Bisa-bisanya dia meninggalkan bekas di leherku."gumam Aileen sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


Tak lama kemudian, senyum manis terbit diwajahnya."Tidak!!apa yang harus aku lakukan?! Jika begini....aku benar-benar bisa gila!!!"panik Aileen.


Wajah gadis itu berubah menjadi Murung."apa Lucas juga merasakan hal yang sama denganku?"Gumamnya penasaran.


Sementara itu disisi lain, Lucas menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah yang meliputi dirinya dan Kedua orang tuanya yang duduk dihadapannya sambil menatapnya tajam."Lucas! Katakan pada kami, apa yang kau lakukan pada Aileen?"Tanya Liana dingin.


"Bun...aku gak lakuin apapun padanya."Ucap Lucas membela dirinya.


"Apaan yang gak? Orang tadi Luke liat Abang gak pake pakaian."Sahut Luke.


Lucas menatap adiknya tajam."Lucas!"Tegur Luis membuat Lelaki itu menundukkan kepalanya.


Luis memijit pelipisnya."Jika sudah begini...aku takut kalau Lelaki ini hilang kendali dan melakukan hal-hal yang diluar batas."Ucap Luis.


"Kau benar,sayang."Ucap Liana membenarkan.


"Ayah, bunda....aku berani sumpah gak apa-apain Aileen!"ucap Lucas menyakinkan kedua orang tuanya.


Liana maupun Luis menatap Lucas datar."ayah, bunda....Luke punya bisul!"ucap Lelaki itu gembira.


"Usul Gob***!! Bukan bisul!"Tegur Luis membuat Liana menatapnya Tajam.


Lelaki itu langsung meneguk saliva-nya."A-Ampun sayang ...."ucapnya memelas.


Liana menatap Luke."Apa itu?"Tanya Liana.


"Bagaimana kalo bang Lucas dan Kak Aileen kita........."

__ADS_1


__ADS_2