
Altar pernikahan ...
Di dalam sebuah altar yang mewah, Xena berusaha untuk tidak menangis meskipun rasanya dada sesak.
Entah mengapa kali ini dia bisa menahan semua perasaan itu.
Dia melihat ke arah kanan dan kiri, tak ada seorang pun yang Xena kenal.
Semuanya orang asing, dia juga tak merasa masih hidup, dia seperti berada di dunia lain, atau setidaknya bisa bangun ketika sudah bangun nanti.
Dia berdoa jika ini semua adalah mimpi semata.
Namun, pada kenyataannya, seorang pria yang terlihat sangat percaya diri, begitu bahagia dan mengatakan bahwa semua ini nyata, dia menatap wajah Xena.
"Kau aman bersamaku, semua orang tahu jika kau adalah calon istriku, calon cintaku. Semua ini nyata dan kita tidak akan terpisahkan," ucap pria yang tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya.
Xena hanya merasa hawa panasnya saja, dia kira hanya halusinasinya, tapi memang benar ada seorang pria di sampingnya.
Meskipun tampan, tapi tatapannya kosong.
"Kau? apa tujuanmu melakukan semua ini?" ucap Xena lirih.
Dia menatap wajah pria yang ada di sampingnya. Tatapannya juga tajam, seperti singa yang ingin menerkam korbannya.
"Aku cinta kau, apa kau tahu? perasaan ini sungguh tak bisa dibendung, aku mau lakukan apapun karena kau, kenapa? kau tersinggung?" jelas Fernad.
__ADS_1
Wajahnya berubah lebih menyeramkan, sebab senyum smirk dengan wajah sadis, tiba-tiba terlihat jelas di raut wajahnya.
Sungguh tak bersahabat sama sekali.
.
.
.
Beberapa menit kemudian ...
Janji suci sudah terucap.
Xena menangis dalam luka yang pilu.
Resepsi sakral yang amat singkat, meskipun prosesnya begitu lama dan menjadi orang yang setia menunggu sepertinya, tidaklah mudah.
Beberapa tamu undangan, terlihat heran dengan sikap Fernad, tapi juga tidak berani berkomentar, pria itu tidak suka di bantah atau mendapatkan kritik, apalagi mengenai sikapnya hari ini.
.
.
.
__ADS_1
Di dalam mobil ...
Xena masuk ke dalam mobil bersamanya, tak lupa Fernad meminta anak buah untuk mengurus tamu yang ada di dalam gedung, semuanya harus terurus dengan baik, katanya.
Sang anak buah sudah paham dengan apa yang diperintahkan kepadanya, jadi semuanya begitu mudah untuk menjalankannya.
"Aku akan langsung ke villa, jika ada apa-apa langsung hubungi sekertaris saja, aku tidak ada banyak waktu untuk meladeni urusan lain. Aku dan istri ingin berbulan madu," jelas Fernad.
Sedangkan di samping kursi kemudi, sang istri tak mau menoleh sama sekali, masa bodoh dengan apa yang terjadi sekarang, Xena hanya berharap Tuhan segera mencabut nyawanya saja.
Setelah itu dia bisa tenang tanpa perlu melihat pria yang amat menyebalkan ini.
"Siap bos."
Anak buah Fernad, lalu menjalankan perintah bosnya. Kini sang bos segera menghidupkan mesin kendaraannya, lalu melaju menuju villa tempatnya membuat Xena tidak berkutik.
Sepanjang perjalanan, Fernad bersabar dengan semua sikap diam Xena.
Xena yang tersiksa lahir dan batin, hanya diam dan pasrah, dia telah kehilangan jati diri sebagai seorang gadis yang banyak harta dan glamour, semuanya begitu singkat.
Ayah dan ibu entah telah di kubur atau belum, dia tidak pernah tahu.
Xena tidak memiliki akses untuk mendapatkan informasi tersebut.
"Rasanya sangat sesak, batinku sangat terhina, lahir ku tidak berdaya. Tuhan apakah ini hukuman bagiku sebab terlalu sombong di masa lalu," batin Xena meratapi apa yang terjadi di dalam kehidupannya.
__ADS_1
*****