Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Cerai atau lanjut?


__ADS_3

Xena mendapatkan tekanan di rumah itu, alhasil Xena berada dalam pengamanan salah satu anak buah Fernad.


Satu minggu setelah berada di sana dan mendapatkan mata buruk dari semua penghuni rumah mewah Fernad, alhasil Xena di bawa ke apartemen yang sudah di janjikan oleh sang suami.


"Nyonya, tidak perlu merasa curiga dengan kedatanganku karena tuan Fernad sudah memberikan izin padaku membawa dirimu ke apartemen yang sudah disiapkan olehnya," jelas anak buah yang berpikir netral.


Dia tidak membela siapapun di antara Fernad dan Xena.


Anak buah itu tak mau memikirkan apa yang ada di dalam rumah tangga bosnya.


Dia hanya tahu, di minta membawa Xena ke apartemen.


"Oke, aku menjadi orang yang sangat bersalah di tempat ini dan pantas mendapatkan hukuman," jelas Xena.


"Jangan seperti itu karena semua orang belum tentu memahami apapun, aku adalah tipe orang yang tidak terlalu memikirkan masalah yang ada di hadapanku sebab itu menjadi urusan masing-masing."


Sang anak buah berusaha memberikan angin segar, Xena segera mengemasi pakaiannya.


"Nona, semua pakaianmu sudah aku bawa, saat kau tidur tadi, bos datang. Dia mintaku untuk mengemasi segalanya dan memasukkannya ke dalam mobil."


"Fernad datang? apakah aku bisa menemuinya untuk saat ini?"


"Bisa, dia meminta anda datang ke pengadilan!"

__ADS_1


"Apa? sebelum masalah ini selesai aku tidak mau bercerai."


"Nyonya katakan saja di pengadilan."


"Aku hanya ingin meminta maaf padanya, setelah itu aku tidak akan menganggunya."


Xena terlihat tidak angkuh seperti sebelumnya, dia begitu rapuh dan merasa bersalah dengan pria yang selama ini menjaga dan merawatnya.


Rasanya semuanya telah berakhir, dia hanya ingin mendapatkan maaf dari suami.


"Aku tidak pernah mengetahui apakah dia mau memaafkan atau tidak tetapi Nyonya harus tahu, jika ingin menyakiti seorang pria, sakiti saja sampai akhir jangan merasa menyesal seperti ini. Kami kaum laki-laki, memang begitu cuek dan kadang tidak peduli dengan apapun yang ada di sekitar kami. Namun, saat hati tersakiti pasti akan mati."


"Hiks, maaf kan aku Fernad. Aku emang bersalah dan telah menghabisi anak kita Fer."


Dia benar-benar merasa sangat rapuh dan tidak terkendali.


Pada akhirnya, Xena hanya bisa menangis dan tidak mampu melakukan apapun selain itu.


Hingga pintu rumah utama terbuka.


Di sana ada sosok pria yang sangat marah, tapi hanya bisa menerima semua kecurangan ini.


"Kau tidak mendengarkan kata-kataku? bahwa dia ke apartemen dan biarkan kita itu menyesali perbuatannya!"

__ADS_1


"Maaf bos, bukannya kita akan ke pengadilan?"


"Besok, aku akan mengajukan perceraian besok."


Sang istri lalu berlari dan meminta maaf.


Dia begitu menyesal mengetahui semua ini, dia bahkan tidak tahu harus ke mana setelah bercerai.


"Tolong maaf kan aku!" ucap sang istri dengan penyesalan yang mendalam.


"Kau katakan kepada wanita ini bahwa kesalahannya tidak bisa dimaafkan! bawa dia ke apartemen, persiapkan segalanya untuk sidang besok pagi."


"Siap bos!"


Sang bos yang berencana membawa sang istri pergi bersamanya dalam satu mobil, pada akhirnya merasa sesak kala menatap wajah Xena.


Dia sudah muak.


Rasanya begitu mengesalkan, bahkan untuk bersama dalam waktu dekat, tidaklah ada rencana.


"Kau harus menjadi aku, jika ingin tahu rasanya kehilangan!"


Begitu emosinya Fernad, sampai dia merasa ingin menghabiskan Xena.

__ADS_1


*****


__ADS_2