Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Di rawat oleh bibi


__ADS_3

"Kau adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki, tak bisa jika harus kehilangan lagi," ucap bibi Zo.


Dia memeluk tubuh itu lalu melepaskan tali serta lakban yang ada di mulut Xena.


Xena tidak bisa berkata-kata lagi sebab gadis itu merasa bersalah terhadap sang bibi.


"Maaf karena aku dan kedua orang tuaku jahat padamu, jangan benci kami!" ucap Xena memohon.


"Tidak masalah, kau ikut aku ke rumah. Maura telah membawa sebuah taksi untuk kita. Tinggallah bersama bibi, aku akan menjagamu."


"Terima kasih, hiks."


Sang keponakan memeluk tubuh bibi Zo dengan sangat erat.


Ini menunjukkan sebuah penyesalan yang mendalam.


.


.


.


Tanpa basa-basi, sang bibi membawa Xena keluar dari sana.


Saat berada di luar, Xena langsung mendapatkan pelukan dari Maura.


"Nona, maafkan Malik," ucap Maura.


"Tak masalah, aku hanya ingin kau memaafkan segala kesalahanku," jelas sang gadis begitu penuh penyesalan.


"Nanti saja nangisnya, kita harus segera pergi dari tempat ini," pinta bibi Zo.


"Apa yang kau katakan benar bibi."


Ketiga orang itu lalu masuk ke dalam mobil, sebuah mobil dari teman Maura yang menolong dengan suka rela.

__ADS_1


Maura yang menyetir, sedangkan Xena dan bibi duduk di jok belakang.


Di sepanjang perjalanan, Xena merasa bersalah dengan semau yang pernah dia lakukan tetapi seorang Zo, mampu membuat segalanya baik-baik saja.


"Aku tak mempermasalahkan semu itu, yang aku tahu adalah kau menjadi keponakanku, aku senang akan hal itu," cetus bibi Zo.


Wanita yang terlihat masih muda itu begitu menyimpan kebencian yang mendalam, terlihat jelas dari tatapan matanya yang tak suka dengan Xena, hanya saja Zo mampu menutup segalanya.


Maura juga tak tahu jika bibi yang sangat ramah memiliki hati yang buruk.


.


.


.


Sesampainya di rumah sang bibi yang kini pindah di pinggiran kota setelah tahu jika ada teman yang mampu menolongnya dan bisa membantu balas dendam.


Bibi hanya tinggal sendirian di sana, meminta Maura menjaga nona muda.


Maura memarkirkan mobil di depan rumah bibi Zo yang memiliki tanah cukup luas.


Setelah itu ketiganya keluar dari mobil.


Mereka masuk ke dalam rumah sederhana namun sangatlah indah desainnya.


Semuanya terbuat dari kayu, ini unik dan suasananya sangat sejuk, cukup baik untuk Maura dan Xena.


Tak terasa pagi sudah menjelang, bibi Zo meminta Maura untuk melakukan tugasnya sedangkan dia akan memasak, namun sebelum itu ingin mandi dulu.


Maura memahami kata-kata bibi Zo.


Bibi masuk ke dalam kamar, lalu Maura masuk ke dalam kamar yang sudah di tunjukkan oleh bibi Zo, sebuah kamar yang ada di dekat dapur, cukup besar dan luas.


...

__ADS_1


Di kamar bibi Zo ...


"Fernad, kau bisa datang kemari satu minggu lagi?" ucap bibi Zo di sambungan telepon.


"Kau sudah siap dengan gadis yang akan menjadi istriku?" ucap seorang pria dengan suara sangat berat di ujung sana.


"Aku sudah siap, tapi aku harus mengikatnya dulu dengan segala kebaikan yang aku miliki. Kau terima beres dan berikan uang itu dengan segera," pinta bibi Zo.


"Kau tidak perlu cemas akan hal itu, gadis yang akan kau berikan padamu adalah kualitas tinggi, pantas dengan harga 200 milyar."


Sang bibi akan menjual keponakannya sendiri dengan harga yang sangat fantastis.


Ini membuat Fernad tercengang.


"Haha, 200 milyar?"


"Iya, kau tidak mau? tidak setuju dengan apa yang aku inginkan?"


"Bukan itu, tapi aku merasa kau sangat menyebalkan."


"Haha, pantas untuk harga seorang Xena, dia sangat cantik dan mulus."


"Hm, ya nanti aku pikir-pikir dulu, DP 50 milyar aku akan mengirimnya sebelum hari pernikahan, lalu sisanya setelah malam yang indah bersamanya."


Fernad adalah seorang pengusaha yang sedang mencari calon istri dengan spesifikasi tak biasa, dia hanya ingin mendapatkan satu istri yang tak hanya cantik, tapi juga bisa dikendalikan.


Saat pertama kali melihat profil seorang Xena, dia sudah tertarik. Akhirnya dia setuju dengan rencana bibi Zo yang sangat tak masuk akal.


Panggilan telepon itu berakhir, bibi Zo merasa puas.


"Kakak! aku sudah membalaskan dendam! anak kesayangan kalian akan mendapatkan satu hal yang begitu indah, menikahi seorang pria perfect yang tak suka di bantah," batin bibi Zo dengan segala suka cita.


Xena akan mendapatkan masalah ketika pria itu menjadi suaminya.


****

__ADS_1


__ADS_2