
Dua hari kemudian ...
Setelah berjalan-jalan di mall itu, dua hari kemudian terdengar kabar yang sangat buruk.
Istri Fernad keguguran. Awalnya ini semua karena sang istri yang merasa kelelahan, lalu tak sengaja terjatuh.
Warna merah itu mengalir di bagian inti Xena, semuanya panik.
Hanya saja Xena tak bicara, dia hanya diam.
Dia nggak pernah menyangka jika sang suami benar-benar mencintainya dengan sangat, dia selalu tidak menyangka apapun dan tidak percaya.
Akan tetapi, kali ini dia melihat ketulusan dari seorang suami yang begitu jahat terhadapnya.
"Aku tahu, selama ini aku sangat menginginkan bayi darimu, jika hadir belum bisa mempertemukan aku dengan anak kita, aku kalau tidak keberatan karena masih ada beberapa hari yang akan aku lewati dengan bahagia."
Sang suami mencoba dan tidak menangis, dia merasa bahwa hidupnya begitu hancur, ada sang istri yang harus ia jaga.
.
__ADS_1
.
.
Setelah keguguran itu, sang suami berada dalam satu kesempatan yang sangat bagus.
Dia berusaha keras untuk membahagiakan sang istri meskipun harus kehilangan janin, dia begitu menyayangi sang istri dan berusaha melupakan apa yang terjadi.
Satu minggu setelah kejadian itu, Xena tak kuat untuk membohongi suami yang ternyata tak sejahat yang dia kira.
Dia mencoba berbicara dengan sang suami yang selama satu minggu ini merawatnya dengan sangat tulus.
Dia tidak seharusnya mengatakan ini karena semua yang dia inginkan akan segera tercapai ketika janin itu hilang.
"Kau ingin mengatakan apa istriku?" cetus suami Xena itu.
"Aku sudah berbohong kepadamu tentang janin yang keguguran, sebenarnya beberapa hari lalu aku sudah meminum pil penggugur kandungan dan hal itu terjadi begitu saja."
Sorot mata Fernad sangat tajam, dia tidak mengatakan sepatah kata pun dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Fernad marah dan kesal, Xena menangis.
Dia berusaha meminta maaf pada sang suami yang kini berada di ruang tamu.
"Fer, maaf. Aku bersalah, awalnya aku ingin bebas darimu, tapi aku rasa keputusanku salah. Maaf Fer!"
Xena meminta pengampunan sang suami.
"Aku tidak pernah menyalahkan mu dan merasa kau melakukan semua ini dengan sengaja, tapi yang aku sayangkan kau bertindak gegabah. Padahal, setelah anak itu lahir aku akan membebaskan mu! aku hanya butuh rahimmu saja, setelah berada dalam kegalauan dan jalan yang salah aku merasa menjadi pria yang tidak berguna. Aku sudah memberikan segalanya kepadamu tetapi kau tidak menerima apapun yang aku berikan, aku meminta kejujuran darimu kau tidak memberikannya. Aku begitu kecewa terhadapmu Xena, jika ini yang kau inginkan! aku akan mengirim mu ke apartemen terbaik di kota ini, aku juga akan mengurus surat perceraian kita!"
"Fer! bukan itu maksudku!"
"Bukan itu apanya? kau telah menghancurkan masa depan janin yang tidak bersalah! kau masih menganggap dirimu itu baik? aku memang jahat karena memaksamu menikah denganku tapi selama ini kau hidup dengan kebaikan di sini, mengapa kau begitu tega dengan janin itu! padahal kau bisa merasakannya jika itu adalah anakmu! darah daging mu juga!"
Fernad tak bisa menahan amarahnya sehingga dia pergi begitu saja.
Pelayan dan beberapa orang yang ada di sana menatap sinis ke arah Xena.
Merasa sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh istri dari Fernad itu.
__ADS_1
*****