
Xena tidak bisa mengatakan sepatah katapun, karena selama ini yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan.
Bertemu dengan Fernad, membiarkan pria itu selalu berada didekatnya, merupakan satu hal yang tidak bisa dihindari oleh Xena.
Hingga saat ini, dia tidak bisa lepas lagi dari seorang pria yang sudah membuatnya tidak enak badan.
Mau tidak mau Xena harus pergi ke kamar mandi, testing, apakah dia sedang hamil atau hanya rasa yang biasa saja.
Soalnya dia memiliki tubuh yang cukup sintal, jadi tak bisa membedakan mana lelah karena hamil atau tubuh yang cukup berisi dengan segala aktivitasnya.
Wanita itu bangkit dan dengan langkah gontai berjalan menuju kamar mandi dengan testpack di tangannya.
Dia pasrah.
Dua puluh menit kemudian ....
Xena tidak kunjung keluar dari kamar mandi, padahal untuk menggunakan alat itu sangatlah mudah.
Fernad tidak sabar lagi dan menggedor pintu kamar mandi dengan sangat keras.
"Apakah kau baik-baik saja?"
Fernad sebenarnya sangat cemas dengan keadaan mantan istrinya, hanya saja terlalu gengsi untuk mengatakannya.
Hingga sang mantan istri keluar dengan air mata yang berderai.
"Aku hamil anakmu," ucap Xena lirih.
Dia menunduk sambil menyerahkan testpack itu.
__ADS_1
"Yes! kau akan menjadi ibu dari anakku, kau harus menjaga anak ini. JIka tidak, kau akan aku permalukan."
Fernad sudah bermain ancaman, ini sangat menyebalkan baginya.
"Kau adalah orang paling licik sedunia. Kau akan mendapatkan banyak hal yang buruk!" Xena masih sempat berkata kasar.
Hanya saja sang mantan suami tidak perduli.
"Kau banyak bicara juga tidak ada gunanya. Aku akan pulang, kau berikan yang terbaik untuk anakku."
Fernad memberikan check, di sana tertera banyak uang dengan kurs dolar.
Xena membuang check itu.
"Jangan sombong, aku akan melakukan apapun untuk anak itu, jadi rawat dia dengan baik."
Xena sudah tidak mampu berpikir. Kariernya akan hancur jika hal ini benar-benar terjadi.
Ini membuat Xena berada dalam kegalauan yang sangat tidak sinkron.
DI sisi lain, Xena sudah tidak memiliki keluarga lagi. DI sisi satunya ada Fernad.
Pria yang pernah menjadi suaminya, meski dia selalu memaksakan kehendak, setidaknya Fernad adalah pria yang baik.
"Kalau aku hamil anakmu, bagaimana dengan pertunanganmu?" tanya Xena ragu.
"Aku sudah memikirkan semua itu, jadi kau tidak perlu cemas. Kau harusnya mencemaskan dirimu."
Xena makin tidak percaya dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Fernad begitu manis setelah tahu jika dia hamil.
Seperti kesempatan saat ini, Xena dibuat bengong oleh Fernad yang tiba-tiba saja mengecup keningnya.
"Heh, apa ini?" ucap Xena heran.
"Aku sudah memutuskan untuk berselingkuh denganmu, akan mudah bagiku untuk berpisah."
Deg!
Makin tidak waras si Fernad, dia bertindak sesuai dengan kemauannya tanpa berpikir, hal itu akan membuat dampak yang buruk bagi Xena.
"Hey! Fernad! sejak awal aku tidak paham, bagaimana hatimu itu, apakah kau seorang manusia?"
Sang mantan istri begitu kesalnya dengan sikap Fernad.
Xena mengeluarkan segala beban itu dengan memaki pria yang selama ini selalu membuatnya dalam masalah.
"Aku tidak pernah merepotkan kau! sama sekali tidak Fer, apa yang sebenarnya kau cari dariku?"
Xena menangis, hanya saja dia tidak mampu menunjukkan dirinya yang lemah, Xena harus kuat.
"Aku tidak tahu, hanya saja rasanya menyiksamu adalah hal terbaik yang pernah aku lakukan."
Fernad memberikan banyak hal selama ini, hanya saja dia merasa ada yang kurang, yaitu sebuah hukuman.
Fernad mendorong tubuh Xena ke arah tembok yang dekat dengan kamar mandi, perlahan wajahnya sangat dekat dengan Xena.
Pria itu tanpa terduga mengecup pipi Xena dan mempermainkan jarinya di bibir Xena.
__ADS_1
"Aku merasa kau terlalu keras kepala. Aku seperti ini juga karena semua yang kau lakukan padaku, terima saja. Aku akan tetap menjadi tidak waras, persiapkan mental untuk menghadapi aku!"
*****