Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Maaf, Xena.


__ADS_3

Sang suami, melepaskan sabuk pengaman yang sedari awal melekat di tubuh istrinya.


Lalu, dia menggendong tubuh Xena.


Beberapa anak buah yang berada di sekitar tempat itu, minta sang bos untuk memberikan tubuh sang istri.


Mereka merasa bahwa Fernad tidak kuat menggendong Xena yang makin lama makin gemuk saja.


"Bos, biarkan kami membantumu!" pinta salah satu anak buah.


Namun, langsung ditepis oleh Fernad.


"Tidak, aku bisa membawanya sendiri."


Sang bos, berjalan lebih cepat lalu meminta anak buahnya memarkirkan mobil di garasi.


Kini Fernad berada di depan pintu utama, dia begitu kesulitan membuka pintu itu, dia meminta pelayan membuka pintu untuknya.


Klek!


Akhirnya, pintu terbuka.


Dia terlihat bahagia.


"Tuan, Nyonya kenapa ya?" tanya sang pelayan.


Dia seorang wanita berusia 50 tahun, bekerja dengannya sejak kedua orang tua Fernad masih hidup.


"Dia hanya sedikit mabuk karena ada sesuatu yang aku rencanakan."


Sang tuan muda, tersenyum ke arah pelayan.


Sang pelayan sudah memahami apa yang ada di dalam hati dan pikiran tuan mudanya.


"Semoga berhasil!" ucap pelayan itu.


"Terima kasih bi."

__ADS_1


"Ya."


Fernad lalu masuk ke dalam rumahnya, dia berjalan menuju kamar utama.


Di depan kamar itu, dia harus gunakan sensor sidik jari agar bisa masuk.


Untung saja, dia tidak merasa kesulitan dalam hal ini.


"Masuk juga," ucapnya sambil tersenyum.


Dia menatap wajah istrinya.


Sang istri selama berada di dalam gendongan Fernad, begitu nyaman.


Lalu tiba-tiba saja membuka mata.


"Aku ada di mana? turunkan aku!" pinta Xena.


Suaminya begitu terkejut, dia mengikuti sang istri yang jalan sempoyongan menuju ranjang.


"Aku merasa sangat pusing dan mengantuk," ujar Xena.


Apapun yang sudah direncanakan, pasti akan segera tereksekusi dengan baik.


Benar saja, saat sang istri kembali tertidur.


Dia merebahkan tubuh di samping Xena.


Dia ingin segera melahap istrinya, tapi dia bukan binatang seperti sebelumnya.


Fernad masih menunggu waktu yang tepat.


Hingga sang istri justru memeluk tubuhnya dan ini membuat darah nya semakin panas.


Sang suami tak sengaja menyentuh bagian tubuh yang membuatnya tersetrum.


Xena juga membuka matanya.

__ADS_1


Pada akhirnya, suami isteri itu melalui malam pertama mereka dengan cara yang unik.


Keduanya melakukan hubungan suami istri dengan mata terbuka, meski sang istri masih dalam pengaruh alkohol.


Nyatanya, Xena tak menolak.


.


.


.


Tiga jam kemudian ...


"Terima kasih sayang, meski kau mabuk, kau bisa merasakan setiap sentuhan ku. Aku merasa kau juga mencintaiku."


Sang suami lalu membelai rambut sang istri yang basah akibat permainkan keduanya.


Namun, hal aneh terjadi.


Istri tercinta membuka mata dan dia berteriak.


Dia mendorong tubuh Fernad yang ada di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan padaku?" ucap Xena.


Dia terlihat marah, namun nyatanya tertahan emosinya, ucapannya tak tegar seperti pada awalnya, perasaannya sang terluka.


"Aku tahu, aku salah. Maaf!"


Sang suami terlihat ingin menyentuh lengan Xena, tapi langsung ditepis dengan alasan merasa kotor.


"Aku suamimu, tak ada istilah seperti itu. Aku akan bertanggung jawab."


Fernad bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan, hanya saja sang istri merasa sangat besar dengan dirinya sendiri yang merasa bahwa Fernad sudah berubah.


"Aku tidak suka denganmu, tapi kau terus memaksaku bahkan saat aku merasa kau begitu baik, pria sepertimu sama saja dengan yang lain!"

__ADS_1


*****


__ADS_2