
Xena tak berani keluar dari kamar mandi karena merasa sangat kotor, sebab dia merasa bahwa hidupnya akan habis setelah ini.
Perasaannya terhadap Fernad memang sudah musnah, tapi mengapa rasanya tak semudah itu.
"Aku harus bagaimana?" tanya Xena pada dirinya sendiri.
Hingga suara ketukan pintu menjadi seperti ancaman baginya.
"Keluarlah Xena! aku sudah menyiapkan baju untukmu."
Xena menutup telinga saat mendengar suara itu dan berusaha untuk biasa saja karena Fernad bukan suaminya, apalagi dia tidak mencintai pria itu.
"Astaga. Pria itu!"
...
Beberapa menit kemudian ....
Xena tak juga keluar dari kamar mandi, membuat Fernad tidak sabar.
"Baby! kau mau keluar atau aku akan mengendong kau keluar dari sana?" teriak Fernad.
Pria itu memang benar-benar tidak bisa di percaya.
Sudah membuat mantan istri gelisah karena terlibat malam yang panas, tapi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, ada-ada saja tingkahnya yang menyebalkan ini.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, Xena memberanikan diri keluar dari kamar mandi.
Dia merasa bahwa apa yang ayo lakukan bersama mantan suaminya sebuah kesalahan yang besar.
Namun, jika semua itu tidak dihadapi, pasti akan membuat masalah di kemudian hari.
Klek!
Akhirnya, pintu itu terbuka dan terlihat sangat jelas bahwa ada pria yang selama ini selalu menyiksa batin.
"Apa yang kau lihat? apakah aku terlihat menyedihkan?" tanya Fernad.
"Tuan Fernad, aku memintamu untuk melupakanku dan pergi sejauh mungkin!" jelas Xena.
Fernad sama sekali tidak menunjukkan antusias yang berlebihan, padahal kata-kata itu biasanya menyakiti hatinya.
Xena mengharapkan jawaban yang valid, tetapi Xena tidak mendapatkannya, justru Xena dalam keadaan terpojok, sebab wajah Fernad berada tepat di depan wajahnya.
"Sayang, bagaimana bisa aku melupakan semuanya sudah terjadi? semua perasaan yang tulus itu benar-benar kau sampaikan, aku benar-benar mencintaiku dengan baik."
Fernad menyentuh bibir Xena dengan jarinya, mengusap perlahan, Xena hanya bisa menutup matanya hingga satu kesempatan Fernad mengajukan syarat jika ingin pergi darinya.
"Tidur denganku sekali lagi, kau bisa pergi setelah itu!"
Plak!
__ADS_1
Tamparan keras dari seorang mantan istri, membuat Fernad semakin penasaran.
"Kau tidak memiliki rasa malu! kita sudah bercerai dan kau masih ingin bersamaku? tidak ada hal yang baik darimu mengapa aku harus kembali!"
Cup!
Fernad kemudian membungkam mulut Xena, dia tak bisa berbicara lagi, Xena masuk ke dalam sentuhan lidah Fernad.
"Hentikan!" ucap Xena sambil mendorong Fernad.
Dia berhasil keluar dari pesona Fernad.
"Aku mengetahui keputusanmu yang sebenarnya karena tidak akan pernah ada perpisahan diantara kita. Aku pulang dulu, bye!"
Fernad pergi ke putus saja dan tanpa mengatakan maaf karena telah membuatnya mabuk, bahkan tidur dengannya.
"Wanita penghibur saja mendapatkan balasan dan ucapan terima, cih! dia itu pria macam apa! apakah aku harus meminta uang jasa padanya!" teriak Xena.
Dia terlihat sangat frustasi karena takut mengandung anak dari pria yang selama ini dia benci.
Hingga panggilan telepon dari pria itu membuatnya semakin tidak terkendali.
"Jangan kau melakukan hal yang sama lagi, jika ada benih di rahimmu, katakan saja padaku lalu biarkan aku yang merawatnya. Aku tidak mempermasalahkan status pernikahan kita yang sudah berakhir. Namun, aku hanya ingin anak darimu saja!"
"Hey! apakah semudah itu mendapatkan seorang anak? aku yang akan mengakuinya lalu kau bisa dengan wanita lain sedangkan itu tidak ada hubungan ataupun status yang jelas? tolong gunakan otakmu dengan benar."
__ADS_1
*****