
Dalam hubungannya dengan sang suami, memang Xena tidak berharap apapun, dia hanya merasa bahwa hatinya tak pernah merasa jatuh cinta.
Di dalam kehidupan di masa lalu, dia berada dalam kondisi yang sangat jauh dari pertemanan.
Apalagi dengan lawan jenis, dia terlalu sadis memang saat menjadi Xena waktu itu.
Semua kekuasaan yang ia miliki hancur sudah, tiada yang bisa di harapkan dari Xena di masa kini.
"Apa kau tahu pria jelek! aku hanya bisa makan semua jenis masakan yang kau buat. Jika itu dari tangan orang lain, rasanya sangat aneh."
Xena mulai mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya saat ini.
Semuanya murni dari hati, sebab orang mabuk biasanya sangat jujur.
"Oh, jadi kau mulai suka dengan suamimu ini?" tanya Fernad mencoba menelisik.
Tatapan matanya sangat manis, dengan senyum yang begitu memukau.
"Aku tidak mau menjawabnya karena saat ini, aku merasa semua ini tidak seharusnya terjadi. Aku dan dia, tidak perlu bersama untuk menjadi satu keluarga, sebab kami tidak cocok," jelas sang istri dengan air mata yang berderai.
Perlahan tapi pasti, sang istri meletakkan kepala di atas meja.
Dia benar-benar lelah.
"Aku tahu kau memiliki banyak beban pikiran. Namun, ada baiknya, kau harus menjadi orang yang lebih bahagia dengan segala konsekuensi di dalam kehidupan ini."
Sang suami lalu mengendong tubuh sang istri dan membawanya ke luar restoran.
Terlihat jelas bahwa seorang Fernad sangat mencintai sang istri.
Dia begitu bahagia karena mengetahui bahwa seorang Xena, bukan orang yang pendiam atau orang yang tidak peduli seperti yang dia kira.
__ADS_1
Pada kenyataannya, Xena juga seperti gadis pada umumnya.
.
.
.
Di dalam mobil ...
Fernad, dia duduk di kursi kemudi sedangkan sang istri berada di sampingnya, Fernad sepertinya ingin menghubungi salah satu sopir pribadi yang selama ini membawanya ke manapun.
Jika sopir yang menyetir, pasti tidak ada keraguan
Dia sangat ingin menjaga istrinya dengan baik.
"Kau ada dimana?" tanya Fernad di panggilan telepon.
"Maaf bos, aku sedang dalam perjalanan menuju kantor, sekretaris bos memintaku untuk mengantarnya menemui kolega yang ada di luar kota," jawab sang sopir.
Biasanya Fernad akan marah.
Namun, pada kenyataannya, dia biasa saja.
Fernad sudah banyak berubah sejak bersama dengan Xena.
"Maaf ya istriku, kau tidak bisa tidur di pangkuanku ketika sedang tidur. Aku tahu, kau terbiasa tidur dengan bantal. Akan tetapi kali ini tidak seperti itu."
Sang suami terlihat sangat senang.
Perlahan tapi pasti, Fernad membawa sang istri menuju rumahnya naik mobil mewah, dengan posisi tubuh Xena masih bisa tetap duduk dengan bantuan sabuk pengaman.
__ADS_1
.
.
.
Sepanjang perjalanan menuju rumah mewah miliknya, Fernad begitu bahagia sebab disampingnya ada seorang gadis yang selama ini ia cintai, Fernad berusaha untuk memberikan yang terbaik.
Dia selalu memperhatikan apapun tentang Xena.
"Andai kau tahu, aku sangat ingin memiliki seorang anak. Aku akan melakukan pemaksaan ini, saat kau sadar kau pasti akan marah padaku tetapi aku tidak ada pilihan!"
Sang suami, sudah mengatur rencana ini dan ingin sekali menghamili sang istri.
Ini adalah hal paling menegangkan selama menikah dengan Xena.
Dia sudah memikirkan hal ini dengan matang dan siap mendapatkan makian dari sang istri.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan satu jam, akhirnya sampai juga di rumahnya.
Fernad menatap wajah sang istri. Dia masih tak percaya akan menjadi pria yang jahat.
Namun, hanya ini jalan satu-satunya.
Ini adalah langkah paling berani dari Fernad.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya," ucap Fernad sambil menatap wajah sang istri yang begitu manis saat mabuk.
*****