
Waktu berlalu semakin cepat, setelah perpisahan itu.
Keduanya sama sekali tidak bertemu.
Satu tahun sudah Xena lewati di kota itu tanpa cinta, dia berusaha mencari Fernad tapi tak ada kabar yang membuatnya puas.
Kini Xena bekerja sebagi seorang brand ambassador produk kecantikan milik seorang teman yang begitu baik padanya bernama Alina.
Alina membawa Xena keluar dari pengaruh Fernad.
Sang pelayan juga rela, meski dia tak meminta izin pada Fernad yang selama 365 hari tak memberikan kabar apapun.
Pria itu bagai hilang ditelan bumi.
Pagi yang cerah untuk Xena bekerja di perusahaan kosmetik itu, ada beberapa pemotretan serta mendatangi acara televisi.
Akan tetapi dia merasa tidak enak badan.
Seorang pria datang, kata Alina, pria itu adalah Zenath.
Pria dewasa yang sangat menyukai Xena, hanya saja Xena tak begitu merespon.
Mereka mencoba pacaran selama satu bulan ini, Xena tak enak hati dengan Alina, akhirnya menerima cinta Ze.
"Sayang, aku akan merawat kau. Jadwal menyanyiku tak begitu padat," jelas Zenath yang seorang aktor penyanyi yang sedang naik daun.
Namanya begitu dikenal saat menjadi penyanyi original soundtrack film paling baru bulan ini.
Film berjudul Maximal crazy, sebuah karya yang begitu epik.
Dia menyanyikan tema penuh cinta ketika kedua orang bertemu setelah sekian lama terpisah.
__ADS_1
Point pentingnya adalah satu makna dengan cinta lama bersemi kembali.
"Aku tidak apa-apa, Ze."
Xena selalu seperti itu sejak awal bertemu. Apapun di sembunyikan dan tidak memperbolehkan semua orang memahami apa yang ada di dalam hatinya.
Dia selalu seperti itu tanpa alasan yang jelas, hingga Zenath harus memaksanya.
Pria itu lalu mendekat ke arah sofa yang terlihat jelas ada Xena duduk melamun sambil memegangi kepalanya.
"Aku akan membawamu pergi dari sini."
Pria itu mengendong tubuh Xena sampai di depan pintu apartemen.
Namun, alangkah tidak beruntungnya Zenath.
Dia menabrak seorang bos besar.
Sang pria hanya berjalan dan tidak menanggapi permintaan maaf itu.
Ze, tetap tersenyum sambil terus menggoda Xena.
.
.
.
Di dalam lift ...
"Astaga Ze, turunkan aku!" pinta Xena.
__ADS_1
Dia merasa malu karena di dalam lift ada tetangganya, dia merasa menjadi hama karena berteriak sedari tadi.
"Iya sayang," jawab Ze yang sangat senang mengerjai Xena.
Sang tetangga melirik ke arah Xena, dia berkata," Kau adalah wanita berisik yang pernah aku tahu."
Xena mati kutu, dia tak bisa berkutik lagi.
Setelah berada di dalam lift dengan rasa malu yang sangat besar, akhirnya lift itu terbuka.
Xena meminta maaf pada tetangganya yang sangat baik, meski tak memberikan maaf, setidaknya beliau tidak menghakiminya.
"Huft kau sangat menyebalkan Ze," ucap Xena dengan kesal.
"Haha, kau begitu sadis. Aku datang untuk mengantarmu pergi bekerja tapi kau cuek. Jadi aku melakukan semua itu," jelas Zenath.
"Hm, kau memang maha benar."
Xena tahu jika Zenath memang tak mudah di usir. Dia selalu seperti ini, mencari celah agar mendapatkan persetujuan.
"Kau tahu tidak, tadi ada pria judes. Aku tak sengaja menyenggolnya, tapi dia diam saja. Padahal aku sudah minta maaf."
"Penghuni apartemen ini memang aneh-aneh, tak seperti penghuni apartemenku yang dulu."
"Kau tidak perlu mengingat itu semua. Selama masih ada aku di sisimu, semuanya pasti baik-baik saja."
Zenath paham mengenai kesedihan Xena, hanya saja dia tak bisa menambal luka dengan sempurna.
Ze hanya mampu memberikan Xena kebahagiaan, meskipun tidak begitu signifikan.
*****
__ADS_1