Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Mengajak istri jalan


__ADS_3

Sang suami apapun karena dia sudah memahami sifat Xena, dia memilih untuk menuju dapur.


Xena sama sekali tidak memperdulikan sang suami karena dia sudah membuat kehidupan Xena semakin hancur dengan adanya anak di dalam kandungannya.


Selama ini, dia sudah tahu jika kehamilannya memasuki usia 2 minggu, hanya saja dia tak ingin semua orang tahu.


Dokter pribadinya yang disiapkan oleh Fernad, sudah membicarakan hal ini sebelum sang pelayan menemukan testpack yang ia buang di tempat sampah.


Xena lupa membakarnya, alhasil semua ini bisa terjadi.


Gadis itu tidak bisa menghindar, dia terpaksa menerima ajakan sang pelayan untuk kontrol kandungan, meski janin masih berusia dini, sang pelayan getol meminta istri Fernad itu untuk memeriksakan kandungannya.


Alhasil ini yang terjadi, sang suami harus berada dalam satu rumah dengannya karena mengetahui bahwa dia sedang hamil.


Dia pasrah, hanya saja masih ingin mencoba beberapa cara menggugurkan kandungannya itu.


.


.


.


Selama sang suami ada di rumah, Xena semakin menunjukkan bahwa dia tidak suka dengan Fernad.


Namun, sang suami begitu manis dan memperlakukannya dengan baik membuatnya canggung.


Seperti saat ini, Fernad membawa sang istri jalan-jalan ke sebuah mall.


Meskipun harus ada drama belum keberangkatan, ini bisa terjadi karena sang istri sama sekali tidak mau satu mobil dengan suaminya.

__ADS_1


Alhasil bibi harus ikut.


"Aku tidak pernah menyangka akan sejauh ini dalam melangkah," batin Xena.


Dia berada di dalam mobil bersama bibi, di sana juga ada sang suami yang bertugas menyetir.


Fernad dengan tawa yang khas dan menyenangkan, bercanda dengan sang anak buah yang senantiasa membuat Xena eneg sebab membicarakan sesuatu yang terlalu berlebihan.


"Bos, aku berharap kau dan istrimu menjadi pasangan yang sangat romantis," ucap anak buah.


"Aku dan istriku memang sungguh romantis sejak dulu, hanya saja matamu terlalu buram untuk melihatnya."


"Haha."


Bibi tak luput menertawakan sang bos yang begitu lucu.


"Kenapa bibi tertawa?" tanya Xena.


"Tidak ada."


Xena dan sang suami diam-diam saling pandang dari kaca spion tengah mobil.


Senyum Fernad, begitu manis kelihatannya tetapi dia masih saja menyangkal.


"Aku nggak pernah melihat dia senyum semanis itu, kau tidak boleh seperti itu Xena! kau harus menggugurkan mu, setelah itu baru bisa lepas!" batin Xena.


Ternyata gadis itu sama sekali tidak mau menerima kebaikan yang diberikan oleh suaminya, meskipun dia sudah menjadi istri sah dari Fernad dan mendapatkan banyak fasilitas, kenyataannya Xena masih belum menerima sang suami menjadi belahan hatinya.


.

__ADS_1


.


Sesampainya di mall ...


Ke empat orang itu turun dari mobil dan langsung menuju tempat perbelanjaan itu lewat pintu yang ada di basemen.


Pintu yang menyambung ke arah lantai satu mall paling ramai di kota itu.


Mereka begitu terhibur dengan keramaian yang ada di mall.


"Bos, aku dan bibi akan mencari pakaian untuk calon bayi bos," ucap sang anak buah.


"Tidak perlu terburu-buru karena nanti juga ada waktunya," jelas sang pelayan.


"Okay, lalu kita pergi membeli apa?" tanya sang anak buah.


"Aku akan memberikan kartu ini kepadamu, anggap saja bonus dariku karena sudah menjaga istri tercintaku dengan baik."


Kedua orang itu gemetar memegang kartu hitam, sebuah kartu yang bisa membuat mereka belanja apapun.


"Terima kasih tuan."


Sang anak buah mewakili sang pelayan untuk terima kasih dan mereka segera masuk ke area stand baju serta pakaian yang ada di lantai 1.


Sedangkan Xena, hanya diam saja sambil sesekali melihat wajah suaminya.


"Kenapa kau melihatku?" tanya Fernad.


"Aku melihat mu? jangan bermimpi."

__ADS_1


Sang istri tak kau mengakui apapun sebab dia malu karena ketahuan sang suami jika mencuri pandang pada Fernad.


*****


__ADS_2