
Kamar Xena ....
Gadis itu merasa gelisah dengan apa yang sudah ia sampaikan pada Zenath, awalnya dia ingin segera lepas dari pria itu, tetapi nyatanya tidak mudah.
Kondisi pikirannya memang tidak baik-baik saja, perasaannya sangat galau dan tidak memiliki banyak hal untuk dipertimbangkan.
Meskipun selama ini ia selalu tegas, hanya saja ada situasi dimana Xena sangat rapuh seperti saat ini.
Dia tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.
Hingga pada waktu tertentu, ada suara pintu terbuka, padahal sudah ia kunci.
Tak lama kemudian, terdengar suara yang sangat familiar.
"Mantan istriku, apa yang membuatmu gundah?"
Deg!
Wanita itu langsung beranjak dari ranjang dan berjalan menjauh.
Sedangkan Fernad semakin mendekat padanya.
"Apa yang kau lakukan di sini? bagaimana bisa masuk tanpa izin?" ucap Xena panik.
Dia tidak menyangka jika Fernad sangat nekat dan selalu bertindak spontan.
"Kau tidak perlu tahu masalah itu, kau hanya perlu duduk bersamaku dan berikan kenangan yang terindah bagiku," jelas Fernad.
__ADS_1
"Aku tidak sudi."
Sang gadis masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam, tapi nahas, sang mantan suami dengan mudahnya membuat Xena keluar.
"Alina adalah temanmu yang sangat baik, aku bisa menjadikannya istriku lalu mencampakkannya. Apakah kau mau temanmu menderita karena kau yang tidak mau menjadi wanita yang penurut?"
Kata-kata Fernad memang ampuh, dia tidak akan membuat mangsanya pergi begitu saja karena pada dasarnya, dia yang berkuasa dan memberikan satu hal yang akan membuat Xena tidak akan menolak.
Perlahan pintu kamar mandi terbuka.
Dia kembali bertatapan dengan sang mantan suami dan menuruti apa yang Fernad inginkan.
.
.
.
Xena dan Fernad duduk bersama di ruang tamu, Fernad sudah menyiapkan gelas dan segera menuangkan cairan wine yang mahal itu ke dalamnya.
"Minum dan rasakan sensasinya," pinta Fernad.
Sorot matanya sangat mengerikan, hanya saja selama ini Xena tidak pernah tahu betapa menderitanya seorang pria yang kehilangan anaknya.
"Aku tidak mau," jawab Xena.
Mantan istri yang sangat angkuh, namun rasa angkuh itu bisa diatasi dengan segera.
__ADS_1
Sang mantan suami menelpon Alina dan mengajaknya pergi besok.
Xena tidak mau jika Alina menjadi korban selanjutnya, jadi Alina memilih untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh Fernad.
Wanita itu meraih satu gelas wine dan menghabiskannya.
Lalu menuangkan sendiri ke dalam gelas, sampai dia habis lima gelas wine.
Xena sempoyongan, sebab di dalam wine itu sudah di campur obat yang membuat suhu tubuh semakin panas.
"Aku sudah mengikuti semua yang kau inginkan. Lepaskan Alina," pinta Xena yang berada di antara dua keadaan, sadar atau tidak sadar.
"Aku ingin kau memberikanku anak, tapi dalam keadaan suka rela. Aku begitu ingin menyiksamu dengan perasaan kehilangan itu," bisik Fernad.
Xena ingin sekali menolak, tetapi alam bawah sadarnya justru membawanya dalam satu keadaan yang tidak ia mengerti.
DIa menuruti semua perintah Fernad.
Dalam benaknya, semua perintah Fernad seperti perintah di saat dirinya menjadi seorang istri Fernad.
Mereka berdua mulai berduel, hanya saja dengan perasaan saling rela dan suka sama suka.
Fernad menemukan sisi lain dari Xena, sebuah cinta yang tulus untuknya.
"Aku tidak tahu jika kau sudah berusaha mencintaiku, semua penyesalan yang kau katakan memang nyata adanya," batin Fernad sambil memperdalam pelukannya.
*****
__ADS_1