
Setelah dua minggu perpisahan yang sangat menyakitkan itu keduanya harus bertemu lagi di pertunangan Fernad dan Gina.
Pada kenyataannya, Alina belum tahu jika keduanya sudah berpisah saat setelah makan bersama di rumahnya.
Ze mendapatkan undangan karena ayahnya adalah seorang pebisnis yang sukses jadi Fernad ingin sekali memintanya menjadi tamu kehormatan selain Alina.
Fernad yang memiliki tujuan cukup jelas untuk menjadikan Alina bagian dari rencananya, mendapatkan sambutan yang sangat baik karena Alina sama sekali tidak mengetahui kehidupan sang sahabat.
Gedung yang digunakan untuk pertunangan juga merupakan pilihan dari Alina, make up serta wedding organizer juga diserahkan kepada Alina.
Gadis itu melakukan segalanya dengan baik, hingga Fernad senang.
.
.
Saat acara tukar cincin, Alina juga berada di sana, sedangkan Xena berdiri sendiri di pojok ruangan.
Dia meminum wine, rasanya kesal.
Harusnya dia bisa mencegah Alina ke dalam rencana Fernad tetapi dia tidak bisa.
Hingga dia muak, lalu pergi dari acara itu.
Namun, Ze mencegah kepergian.
"Aku tidak mau mempersulit kehidupanmu jadi berikan alasan yang jelas kenapa kau mau meninggalkanku!"
"Maaf, aku tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya jadi kau jangan terlalu memaksaku."
"Oke, jika kau tidak mau bersamaku, aku paham. Namun, katakan saja yang sebenarnya agar aku merasa lega dan tidak memikirkan kau secara berlebihan."
__ADS_1
"Aku sudah menderita ketika kau datang, karena aku harus menutupi semua kesedihan di dalam dada, apakah kau paham akan semua ini? rasanya sangat sesak, apakah kau paham?"
Ze terus mendesak sehingga membuat Xena harus jujur kepada mantan kekasihnya itu tentang kehidupannya di masa lalu.
"Aku adalah seorang model yang sangat jahat dan memiliki masa lalu yang berat, kedua orang tuaku harus tewas di dalam kobaran api lalu aku dirawat oleh bibiku setelahnya dinikahkan oleh orang yang tidak aku cintai hingga aku hamil, aku tidak sudi untuk hamil anak orang yang menyakitiku jadi aku menggugurkannya. Namun, setelah itu aku terjerat cintanya dan tidak bisa lepas lagi, kau paham kan? jika aku belum move on?"
Xena tak bisa berbasa-basi lagi karena pria yang bersamanya dulu itu merupakan orang yang tidak memiliki perasaan.
Fernad sama sekali tidak memberikan informasi di mana dia berada dan tiba-tiba datang di dalam kehidupannya untuk menghancurkan kehidupan temannya secara perlahan.
"Siapa pria itu?"
"Kau tidak perlu tahu karena akan mempersulit kehidupan mu nanti."
"Jawab pertanyaan ku!"
"Fernad! pria yang jahat itu adalah orang yang sedang bertunangan di atas altar! apakah kau puas melihatku menderita seperti ini?"
Mantan kekasihnya, lalu pergi dari tempat itu menggunakan mobilnya.
Entah dia mau pergi kemana, pada intinya, Xena sudah menjadikan Ze tak bisa berpikir dan kabur.
Xena tak kuat lagi, untung saja tidak ada orang yang melihatnya berteriak tadi karena dia memang memposisikan diri di tempat yang cukup sepi.
Namun, semua perkiraannya salah karena Fernad melihatnya marah-marah.
Xena masuk ke dalam mobilnya dan pergi, sedangkan Fernad sudah mendapatkan jawabannya mengapa selama satu tahun ini mantan istrinya, tidak mau menjalin hubungan serius dengan para pria.
"Anakku sudah kau hancurkan masa depannya! sungguh!!! membuatku tidak memiliki hati lagi untuk kembali bersamamu," batin pria yang sangat kesal dan begitu ingin Xena berita seperti dirinya yang harus mengingat setiap ingin tidur, sebuah ingatan tentang anak kecil yang mirip dirinya berlari-lari dan memeluk tubuhnya.
Xena terlalu buru-buru dalam memutuskan bahwa dia tidak mencintai seorang Fernad.
__ADS_1
Padahal pada kenyataannya, Xena itu mengkhianati dirinya tanpa ampun.
.
.
.
Acara usai, pertunangan begitu lancar acaranya dan tidak mendapatkan gangguan.
Fernad meminta tunangannya untuk pulang terlebih dahulu karena dia ingin membereskan pembayaran mengenai semua yang harus ia bayar dengan Alina.
Gina tidak menaruh curiga terhadap Fernad karena sudah sangat percaya karena dia juga ingin hidup bahagia bersama pria yang boleh dibilang tidak memiliki cinta untuknya.
Sesaat setelah Gina pergi, dia menemui Alina.
"Lin, aku sangat berterima kasih kepadamu karena membantu acara pertunangan ku dengan sangat baik, biaya yang harus aku bayar dan seluruhnya pasti akan banyak bonus untukmu."
"Tuan, aku sangat mengidolakan mu karena kau begitu baik kepada semua orang jadi tidak perlu memberikan bonus."
"Kau bisa membantuku untuk melakukan suatu hal?"
Fernad akhirnya jujur kepada Alina, dia ingin bertemu dengan Xena.
"Tuan, apakah anda sudah pernah bertemu dengan sahabatku sebelumnya?"
"Belum, aku hanya ingin bertemu dengannya karena satu urusan."
"Oh, oke."
Fernad itu rapi merencanakan segalanya jadi tidak terlalu kentara, Alina sama sekali tidak menaruh curiga kepada Fernad.
__ADS_1
*****