
Acara hari ini sangatlah menyenangkan, canda tawa terasa sangat hangat sehingga ketiga orang yang saling mengenal itu benar-benar mengalami ketenangan di dalam kebersamaan itu.
Tak terasa sudah satu jam bercanda serta makan makanan yang dimasak oleh Xena.
Kini saatnya Xena pulang ke rumah.
Xena membantu sang teman untuk mencuci piring dan mencuci segala peralatan rumah tangga yang digunakan untuk memasak.
Ketika semua tugas setelah beres, dia berpamitan pulang naik motor milik Alina.
Mobil milik Ze, masih berada di area kedai es krim.
"Aku pinjam motormu!" ucap Xena.
"Tidak boleh, kau naik bis saja dengan Ze."
"Ih, kau sangat jahat padaku. Bagaimana bisa kau melakukan semua ini padaku, rasanya sangat menyenangkan ketika bisa naik motormu. Hanya saja kau sangat menyebalkan."
"Haha, biar romantis lah. Kau tidak boleh menjadi orang yang tega kepada kekasihmu. Berikan akses padanya untuk memberikan cinta dan sentuhan."
Alina sangat ingin Xena dan Ze bersatu, bagaimana caranya seorang pria menjadi orang yang tidak tahu apa-apa padahal Xena bukan type orang yang banyak bicara dan mengumbar perasaannya.
Sebagai orang pria yang baik dan peka, Ze sangat lembut.
Dia selalu menuruti apa yang dikatakan oleh kekasih hatinya.
__ADS_1
Xena dan Ze memutuskan untuk naik bis saja.
Beruntung halte bis menuju taman itu ada di sekitar rumah Alina.
.
.
.
Alina begitu tega dengan dua temannya itu karena memberikan tantangan yang tidak kira-kira padahal Alina paham benar bahwa dua orang itu harus berada dalam satu kesempatan yang sangat intens seperti ini.
Sepanjang perjalanan menuju halte, dua orang itu bercakap dengan akrab.
Raut wajahnya begitu ingin tahu, tapi sang kekasih hanya diam saja.
"Aku tahu, kau sangat tertutup tentang kehidupan pribadimu. Akan tetapi, harus mengatakan beberapa clue tentang kehidupan yang kau jalani selama ini."
"Maaf, aku Ingin menutup segalanya dan kau harus paham bahwa menjadi kekasihku memang sangat sulit jika kau tidak bisa menerimanya kita bisa putus saja!"
Kata-kata sang kekasih, membuat Ze begitu terkejut.
Dia tidak pernah menyangka jika apa yang dikatakan oleh kekasihnya begitu menohok di dalam hatinya tetapi dia berusaha untuk sabar dan memberikan penawaran yang cukup menarik sehingga Xena akan berpikir ulang untuk memutuskan hubungan ini.
"Aku kerjanya tidak akan mengatakan hal yang membuatmu kesal jadi kau maafkan aku ya?" jelas Ze merasa bersalah dengan apa yang baru saja katakan.
__ADS_1
Ze, adalah salah satu orang yang sangat istimewa bagi Xena, dia merupakan pemuda yang sangat baik dan tidak pernah mengeluh ketika dirinya tak mau diajak jalan-jalan.
Namun, jika mengusik masa lalunya dia akan marah.
Xena tak akan membiarkan dirinya menjadi orang jahat, dia memberikan kesempatan untuk pria yang ada di sampingnya itu memikirkan ulang hubungan mereka.
"Aku tidak pernah meminta hal ini kepadamu tapi tolong pikirkan lagi untuk mencintaiku, aku bukanlah orang yang baik dan kita harus memahami bahwa kebersamaan ini bukanlah hal yang bagus untuk kesehatan mental kita."
Xena memberikan keputusan yang sangat jelas tetapi sang kekasih tidak mau menerimanya.
"Kau bisa mempertimbangkan hubungan kita, jangan putus sembarangan! setidaknya kau izinkan aku untuk mengantarmu pulang ke rumah."
"Tidak Ze, kau adalah pria yang sangat baik dan aku tidak pantas mendampingi kau, carilah wanita yang lebih baik dan mencintaimu apa adanya!"
Perpisahan yang sangat menyakitkan.
Di jalan itu, Xena benar-benar tak bisa menahan diri lagi.
Xena pun menangis karena memikirkan pria lain ketika sama dengan orang yang sangat mencintainya begitu tulus tanpa pamrih seperti Zenath.
Justru dia tak pernah bisa move on dari pria yang pernah bersamanya meski hanya satu bulan saja.
Ini adalah keputusan yang paling tepat menurutnya sebab tidak akan lagi membohongi dan memberikan kesempatan orang lain sikapnya yang kadang tak bisa memberikan perasaannya dengan tulus.
*****
__ADS_1