Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Masih sangat judes


__ADS_3

Setelah itu, Fernad masuk ke dalam mobil dan tancap gas menuju rumah utamanya, di dalam mobil, perasaannya sangat gembira.


Dia akan menjadi seorang ayah yang selalu bersama anaknya.


Fernad menuju titik di mana kelelahannya akan berakhir.


Sepanjang perjalanan menuju rumah, bibi selalu memberitahukan bahwa Xena sedang sedang makan bersama.


.


.


.


Sesampainya di rumah utama...


Jarak rumah utama dan villa tidak begitu jauh, hanya saja harus melewati beberapa jalan utama yang cukup ramai, jadi Fernad terlambat sampai di rumah utama.


"Maaf bibi, aku tidak bisa datang tepat waktu," ucap Fernad di sambungan telepon.


"Iya, aku tahu tuan. Jalannya memang padat," jawab sang pelayan.


"Oke, nyonya bagaimana? apakah dia merasa bahagia?"


"Tidak, seperti biasa dia selalu murung. Apalagi setelah mengetahui bahwa dirinya berbadan dua, rasanya seperti dunia ini hancur tak terkira."


"Ya, memahami apa yang dia rasakan karena hanya satu permainan langsung tokcer, ini membuatnya shock."


Sang pelayan tertawa cekikikan, lalu minta maaf kepada tuannya.

__ADS_1


"Maaf tuan, aku tidak sengaja menertawakan mu karena apa yang kau katakan itu sangatlah lucu. Maaf ya tuan."


"Aku juga merasa bahwa diriku sangat lucu jadi kau tidak perlu meminta maaf."


"Iya tuan, aku hanya merasa baru juga sekali bermain langsung berbadan dua, memang kualitas anda luar biasa tuan!"


"Hahaha, aku juga tidak tahu hanya saja cintaku begitu tulus. Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar mendapatkan momongan. Mungkin ini, doa yang selama ini aku panjatkan dan diberikan kemudahan."


Sang tuan, lalu mengakhiri panggilan teleponnya karena dia ingin segera bertemu dengan sang istri.


Sang pelayan, juga tak masalah dengan keputusan sang tuan.


Fernad lalu menyalip satu mobil dan langsung gas menuju rumahnya yang tingkat beberapa meter lagi.


.


.


.


Mobil sudah berada di depan rumahnya, buah yang sangat rindu dengan bosnya lalu memeluk Fernad.


"Baru juga 1 minggu pergi, kenapa kalian seperti anak yang kehilangan induknya, aku sama sekali tidak pergi kemana-mana."


"Bukan seperti itu bos, kami sangat senang karena bos akan memiliki seorang anak, hanya saja Nyonya bos begitu sedih. Dia tidak siap dengan kehamilan yang sangat tiba-tiba ini."


"Iya, aku paham tentang semua itu, jadi tidak perlu kalian khawatirkan lagi, yang paling penting adalah jaga Nyonya bos. Bisa saja dia ingin menggugurkan kandungan karena tidak menyukaiku, kalian harus stand by dan jangan sampai kecolongan."


"Siap bos!"

__ADS_1


"Oke, aku masuk dulu ya. Seharusnya, aku memeluk istriku tetapi memeluk kalian, kerugian yang sangat nyata."


"Haha."


Anak buah Fernad lalu menjauh dari sekitar tubuh bosnya dan membiarkan Fernad melangkah menuju rumah utama untuk bertemu dengan istri tercinta.


.


.


.


Di dalam rumah ....


Langkah sang suami berada di ruang tamu, dia melihat sang istri sedang meminum teh.


"Kau suka minum teh setiap pagi?" tanya Fernad.


"Hm," jawab Xena dengan wajah yang amat dingin.


Fernad memahami apa yang dirasakan oleh Xena, baginya, gadis itu mau meminjamkan rahim untuk mengandung sedihnya saja sudah merasa senang.


Apalagi mengetahui bahwa istrinya mampu menerima dirinya setelah anak itu lahir, sungguh perasaan yang sangat menggembirakan.


"Xena, selamat atas kehamilan mu."


"Ya, terima kasih kembali telah menyiksaku selama ini, aku tak suka dirimu berada di sini," jawab Xena ketus.


*****

__ADS_1


__ADS_2