
Xena merasa bahwa malam ini sangatlah indah, dia berada di dalam mimpi yang belum pernah ia alami.
Rasanya seperti berada di surga yang penuh dengan orang-orang yang sangat baik dan kebaikan, dia juga melihat sosok Fernad di sana.
Senyumnya memang sangat manis, hanya saja dia tidak terlalu suka dengan wajah yang munafik seperti itu, jadi Xena membiarkan bayangan mantan suami yang selalu membuatnya kesal.
Sang wanita terbangun dari tidurnya, ketika membuka mata, pandangan matanya tertuju kepada jam dinding yang langsung menghadap ke arahnya meski tertempel di dinding.
Dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya karena ada yang memeluk dari belakang, perasaannya semakin tidak jelas sebab kepalanya sangat pusing dan tidak bisa menyangkal jika dia tidur dengan seorang pria.
Xena mencoba membalikkan badan, lalu teringat akan satu kesempatan dimana dia akan tetap menutup mata, jika orang yang ada di sampingnya adalah Fernad, dia akan kabur, jika itu hanya khayalannya saja, pasti Xena akan meneruskan tidurnya.
Namun alangkah menyebalkan saat mengetahui bahwa pria yang ada di sampingnya adalah Fernad.
Dia berusaha untuk kabur, tetapi kenyataanya sang mantan suami bisa memeluknya dengan sangat erat.
"Kau melakukan bersamaku dengan cinta dan kasih sayang setelah kita bercerai, kau bisa apa? katakan jika kau mencintaiku!" ujar Fernad mencoba untuk membuat sang mantan istri merasa terpojok.
__ADS_1
DIa terus memaksa sang mantan istri untuk tetap berada di dalam pelukannya dan tidak akan membuat Xena merasa bebas ataupun bisa keluar dari rangkaian rencananya dengan mudah.
"Aku tidak tahu tentang apa yang terjadi, dan ini merupakan sebuah penipuan yang nyata," cetus Xena.
Sang mantan istri berusaha untuk kabur sampai menggigit lengan Fernad, pada akhirnya gadis itu bisa pergi dari Fernad sambil menarik selimut dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Astaga, kenapa dia menggigitku? rasanya sangat sakit," ucap Fernad.
Raut wajahnya berubah berbinar saat mengetahui bahwa Xena sebenarnya tidak benci padanya, padahal setiap pemikirannya saat ingin mengerjai Xena, penuh dengan rasa dendam, hanya saja dia masih ingin mengetes, apakah Xena kan hamil lagi setelah ini.
"Milikku sangat subur dan tokcer, aku rasa dia akan hamil kurang dari satu bulan," imbuh sang pria dengan sangat percaya diri.
Bibirnya penuh senyum dan keluar dari kamar itu.
...
Kamar mandi ...
__ADS_1
Sang mantan istri berada di dalam bak mandi dan mencoba mengingat setiap kejadian yang ada beberapa jam lalu.
"Aku tidak melakukan apapun padanya, dia yang datang dan memberikan wine. Aku tidak menyangka jika Fernad sangat licik," ujar Xena.
Perasaannya tidak karuan, rasanya ingin pergi dari tempat itu dan amnesia.
Pihak laki-laki tetap merasa menang karena saat ini, Xena berada dalam kondisi sulit.
Sekujur tubuhnya penuh dengan tanda cinta dari pria yang semalam bersamanya.
Bisa disimpulkan jika Xena tidur dengan Fernad.
"Tidak, aku tidak mau hamil anaknya lagi. Aku sudah menjadi mantan istrinya, tidak mungkin!"
Xena sangat frustasi.
Dia tidak tahu apa yang akan dikatakan, rasanya sangat hancur dan rapuh.
__ADS_1
"Ini memang salahku, aku yang terlalu memiliki hati padanya, jadi secara tidak sadar, aku melakukannya," ungkap Xena dengan air mata yang mengalir.
*****