Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Menjadi istri bos besar


__ADS_3

Fernad membawa pergi tubuh Xena, dia terlihat bicara menuju mobil yang sudah ada di depan rumah gadis itu.


Xena berada di dalam gendongannya dan dia merasa senang.


Fernad masih belum percaya jika dia akan memiliki seorang gadis cantik untuk dijadikan sebagai istri pilihan.


Hingga dia sampai di depan mobil, dia membuka sendiri pintu mobil.


Fernad terlihat duduk di jok belakang.


"Jalan, Deva," pinta Fernad.


"Baik, bos," jawab sopir pribadinya.


Sekarang, si pria dan wanita berada di dalam satu mobil dengan satu sopir yang setia pada Fernad.


Pria berusia 40 tahun itu, begitu memuja wajah Xena yang sangat cantik menurutnya, sebab tak ada hal yang lebih istimewa dari Xena, dia tidak ingin melihat ke arah lain, selain Xena.


"Bos, kita kemana?" tanya Deva.


Dia melihat dari balik spion tengah mobil bahwa si bos sedang kasmaran.


Fernad hanya membelai wajah Xena, selebihnya tak ada.


Meski dia pemaksa, sepertinya masih bisa menahan diri.


Posisi Xena yang ada di pangkuan bos, terkesan syahdu.

__ADS_1


"Gedung yang sudah aku siapkan, aku akan menikah dengannya!" jawab Fernad.


Jawaban yang sangat mencengangkan dari seorang Fernad, dia bukanlah seorang pria yang dengan mudah memberikan cintanya kepada seorang gadis, dia begitu terobsesi dengan Xena, jadi tak bisa melepaskan pandangan nya sedikitpun dari wajah ayu Xena.


"Siap bos! laksanakan!" jawab Deva.


Dia sudah paham arah perjalanan mereka, jadi langsung belok kiri melewati beberapa mobil.


Gedung pernikahan itu, berada di area gedung pencakar langit, waktu yang di tempuh untuk menuju tempat itu sekitar 30 menit saja.


.


.


.


Sesampainya di gedung pernikahan ...


Dia meminta Deva untuk memarkirkan mobil di depan gedung saja, sebab acaranya belum selesai dan semuanya masih dalam persiapan.


"Bos, satu jam lagi kita selesai, lebih enak mobilnya di parkir di tempat parkir saja bos," ucap Deva.


"Iya, aku lebih suka mobil ada di sini, toh banyak tamu undangan lebih memilih untuk lewat pintu samping," jelas bos Fernad.


Dia sudah menyiapkan segalanya dan tidak perlu dikhawatirkan lagi.


Sang pria lalu turun dari mobil itu, sang sopir hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Fernad, tanpa perlu mendapat lagi.

__ADS_1


Pria itu, menggendong tubuh Xena tanpa ragu.


Fernad berjalan menuju ruang rias dan fokus pada pintu yang ada di belakang gedung itu, setelah sampai di pintu, dia segera membuka pintu dan masuk ke dalamnya.


"Kau urus dia, 30 menit lagi acara pernikahan."


"Baik bos."


.


.


.


Tiga puluh menit kemudian ...


Fernad berada di dalam kamar yang ada di tempat itu, dia merasa senang dan gundah, hingga berita Xena telah sadarkan diri, membuatnya menjadi begitu senang.


Kabar ini di sampaikan oleh seorang wanita yang baru saja datang, dia adalah panitia penyelenggara. Tim sukses tuan Fernad.


"Bos, tamu undangan sudah datang, kita menuju altar pernikahannya, nona Xena sudah siuman dan sangat cantik, aku tidak menyangka dia begitu pendiam," ucap anak buah Fernad.


"Oke, aku akan segera ke altar," jelas Fernad.


Fernad menyiapkan senyum terbaiknya lalu beranjak dari tempat duduk.


Dia tidak sabar untuk bertemu gadis yang akan segera menjadi istrinya itu.

__ADS_1


"Kau sudah berada di dalam genggaman, setelah ini kita akan menikah dan kau menjadi seorang istri bos besar!" ucap Fernad penuh kemenangan.


*****


__ADS_2