Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Mulai simpatik


__ADS_3

Dalam waktu satu jam itu, Fernad memberikan satu tubuh baju untuk istrinya yang akan mengandung, pasti tubuhnya akan semakin besar jadi dia memberikan pilihan baju yang berukuran XL.


"Kau suka warna orange?" tanya Fernad.


"Hm."


"Okay. Mbak, saya borong semua baju yang ada di sini, terutama yang warna orange."


"Hey! ? apakah kau tidak waras? kenapa menghambur-hamburkan uang hanya untuk membeli baju! aku sudah memiliki banyak baju yang bagus di rumah, kenapa kau selalu baik!"


Sang istri menahan perasaan ini dan mengungkapkannya secara langsung.


"Aku tidak perlu menjawab semua ini karena kau sudah tahu jika aku adalah suamimu dan akan selalu seperti itu, ada yang berubah dari hukuman ini selama kau menerima apa yang aku lakukan."


Sang suami, lalu membantu para karyawan untuk mengemasi baju-baju yang berwarna orange.


Xena tak suka dengan apa yang dilakukan oleh suaminya dan meminta pulang.


Fernad tahu jika istrinya malu sehingga dia meminta para karyawan untuk membungkus semua baju berwarna orange dan dikirim ke rumahnya.


Fernad menuruti apa yang dikatakan oleh sang istri dan berusaha mencari pelayan dan anak buah, dia menelepon dua orang itu agar menunggunya di depan toko yang sedang ia gunakan untuk membeli baju-baju baru untuk istrinya.


Tak di sangka, mereka berdua sudah menunggu di depan toko baju super mahal yang baru saja di datangi oleh Fernad dan Xena itu.


"Oke, kami akan keluar."

__ADS_1


Xena sudah bosan berada di sana dan langsung berjalan terlebih dahulu sedangkan sang suami tersenyum sambil mengikuti sang istri.


...


Di depan toko baju ...


"Huft, bos beli apa saja ya? kenapa orang sangat sibuk? dari tadi mereka mengepak baju berwarna orange," tanya sang anak buah.


"Istriku mengatakan jika dirinya ingin baju berwarna orange jadi aku membelikannya satu toko!"


"Waaaaahh, aku juga ingin beli baju satu toko!" sahut sang pelayan.


"Ya, nanti aku akan memberikan kalian masing-masing satu toko pakaian, semuanya bisa diatur Selama masih ada uang!"


Dua orang itu sangat senang hati juga terharu karena sang bos begitu baik.


"Kau harus mengakui jika aku adalah orang yang memiliki hati yang baik, aku tahu kau tersenyum untuk kebaikanku ini," bisik Fernad.


Posisinya berada di belakang sang istri dan mengatakan dengan nada yang sangat pelan membuat istrinya terkejut.


Dia perlahan berjalan maju dan menghindar.


"Cih, dia masih malu-malu kucing!" batin Fernad.


.

__ADS_1


.


.


Beberapa menit berlalu, Fernad mengajak ketiga orang yang bersamanya untuk mengakhiri acara berbelanja di mall itu.


Mereka berjalan menuju basemen untuk menghampiri mobil Fernad, agar mereka semua bisa pulang ke rumah.


Di dalam mobil ...


"Huah, akhirnya bisa masuk mobil juga, tuan, biar aku yang menyetir," pinta anak buah.


"Tidak perlu, aku masih sangat kuat untuk mengendarai mobil ini dengan hati-hati," jawab Fernad.


"Siap!"


Sang anak buah, katakan jika tuan muda sudah lelah dia mau menggantikannya.


Xena merasa sangat mual dan menahannya, tidak mau mendapatkan bantuan dari suaminya.


Xena masih terlalu egois dan tidak memikirkan kandungannya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah, terus saja mengeluarkan candaan yang membuat mobil terasa penuh dengan tanda tawa.


Selain Xena, orang-orang sangat gembira dengan keadaan ini.

__ADS_1


"Aku tidak memahami apa yang mereka bicarakan, aku sama sekali tidak menyukai pria, tapi dorongan untuk mempercayai bahwa dia adalah orang yang baik sangatlah menyiksa!" batin Xena selalu bergelut dengan pikirannya sendiri ketika berada di samping sang suami.


*****


__ADS_2