Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Hamil?


__ADS_3

Empat minggu setelah itu, Xena merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, apalagi moodnya kadang naik kadang turun.


Dia mencoba tetap biasa dan tidak memikirkan hal yang sangat besar, seperti kehamilan.


Namun, nyatanya dia penasaran.


Hingga membeli testpack lewat toko online, tidak butuh waktu lama, barang itu sudah sampai di apartemen.


Xena mencoba untuk memikirkan baik-baik apa yang akan di lakukan jika hasilnya positif.


Dia tak mau lagi berurusan dengan Fernad, tapi Xena juga tidak mau menghabisi janin yang tidak berdosa, otak dan hatinya sedang tidak sinkron.


Xena memilih untuk duduk, mencoba berpikir ulang jika hal terburuk menimpa dirinya.


Hingga suara pintu terbuka, membuatnya terkejut.


Apalagi dibarengi kedatangan pria sok tampan, Fernad.


"Apa kau sedang mengetes kehamilan? coba aku tes, aku ingin tahu hasilnya!" ucap Fernad tanpa rasa bersalah.


Dia menganggap apartemen Xena adalah rumahnya.


"Heh! pria jahat, kenapa kau datang kemari? lalu darimana kau tahu sandi pintu apartemenku? kau meretasnya?" cetus Xena sambil menyembunyikan alat testpack di balik punggungnya.


Dia tak mau Fernad tahu mengenai dirinya yang sedang tidak baik-baik saja.


"Jika aku melakukannya, apakah itu sebuah dosa? selama satu bulan penuh, aku tidak datang menjengukmu, aku merasa kau sangat rindu padaku, jadi aku datang untuk memenuhi kerinduanmu."

__ADS_1


"Cih, omong kosong apa lagi ini? kau menjadi pria kurang ajar pertama yang berani membobol sandi pintu apartemenku. Dasar jahat!"


Xena mencoba menahan diri agar tidak melakukan banyak hal yang justru membuatnya dalam kesulitan.


Dia tetap berada di tempatnya dan marah sebisanya, tapi reaksi Fernad sungguh di luar dugaannya.


Pria yang menjadi mantan suami Xena, merebut testpack dengan secepat kilat.


"Hey!" teriak Xena.


Dia mencoba mengambil kembali benda itu tetapi tidak bisa terjangkau dengan mudah.


Benda yang sangat kecil berada di tangan sang mantan yang begitu tinggi dan gagah.


Ini sangat menyulitkan baginya.


Bruk!


Xena jatuh dan berada di atas tubuh Fernad.


Kejadian ini sontak membuat Xena harus buru-buru bangkit, tapi kenyataannya semakin berusaha lepas, Xena justru semakin masuk ke dalam pelukan Fernad.


"Pria tidak tahu malu!" ucap Xena.


Mata keduanya saling menatap, menghadirkan situasi baru yang tak terhindarkan.


"Aku tidak suka dengan penolakan, diamlah, kau ikuti saja apa yang aku katakan karena jika tidak, kau akan mendapatkan masalah. Paham?"

__ADS_1


Xena mencoba memahami apa yang terjadi di hadapannya, entah apa yang ada di dalam otaknya hingga Xena berpikir Fernad akan mengajaknya menikah.


"Kau mau menikahi aku lagi?"


Pertanyaan yang seharusnya tak disampaikan oleh Xena, tapi wanita itu sudah terlanjur bicara.


Fernad tak menggubris, dia hanya fokus dengan mata Xena.


"Sialan, kenapa aku bertanya hal tidak penting?" batin Xena.


Dia berusaha keras untuk menenangkan dirinya, berharap dia akan segera lepas dari pelukan Fernad.


"Jangan terlalu berharap, aku hanya ingin anakmu, bukan kau!"


Xena terkejut saat Fernad justru mendorong tubuhnya, bukannya membantunya untuk bangkit.


"Fer! apa masalahmu?"


"Testpack ini, gunakan dengan benar. Cepat buktikan bahwa kau hamil."


Deg!


Xena tidak paham lagi dengan apa yang ada di hadapannya, rasanya sangat tidak nyaman, apalagi Xena merasa banyak hal yang berubah dari tubuhnya.


"Gawat, jika aku memang hamil anaknya bagaimana?" batin Xena gelisah.


*****

__ADS_1


__ADS_2