Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Bertatap muka


__ADS_3

Xena kini berada di meja nomor 24, setelah beberapa menit lalu keluar dari kamar mandi.


Mata sang gadis begitu awas, seperti sedang menanti seseorang.


"Apa yang kau lihat? kau makan saja!" ujar Ze.


"Maaf sayang, aku merasa ada yang aneh ketika tidak ada Alina."


"Ya, dia terjebak macet. Jadinya telat datang."


Ze mengatakan apa yang terjadi sesuai dengan keadaan sebenarnya.


Hingga sang kekasih melihat sosok yang sangat ingin dia temui.


"Wah dia tampan sekali," ucap seorang wanita yang tadi satu kamar mandi dengan Xena.


Xena merasa terganggu dengan ini, dia tidak mendapatkan kesempatan untuk menatap wajah Fernad!


Ya pria mantan itu adalah mantan suaminya.


Xena tak bisa melepaskan pandangan dari Fernad.


Selama kurang lebih satu tahun lamanya, wanita itu tak bisa mengakses informasi mengenai Fernad.


Kini pria itu ada di hadapannya, hanya saja pria itu telah berubah.


Fernad bersama seorang gadis yang dikatakan sebagai calon pengantinnya.


"Apa itu yang bernama Gina?" batin Xena dalam hati.

__ADS_1


Xena mendapatkan tatapan serius dari kekasihnya yang merasa dicuekin.


"Heh? ada apa? aku ada di sini. Kenapa pandanganmu kemana-mana?" ucap Ze.


"Haha, aku hanya heran dengan pria itu, kenapa sok artis. Padahal wajahnya biasa saja!" cetus Xena.


Dia akan menutupi segalanya jika Xena pernah menjadi istri pria yang sok sibuk itu.


"Memangnya kau tidak kenal dia? dia kan Fernad. Pebisnis paling berpengaruh di luar negeri."


Xena terkejut karena Ze mengenal Fernad.


"Astaga, kenapa dia kenal Fernad?" batin Xena mulai waspada dengan kehadiran mantan suaminya.


Tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi hari ini menjadi satu hal yang akan bermasalah di masa depan.


Xena yang awalnya ingin bertemu dengan mantan suaminya berpikir ulang, dia akan menceritakan yang sesungguhnya ketika waktunya sudah tepat.


"Aku tidak mau karena Alina belum datang apalagi es krim masih belum dimakan. Apa yang membuatmu ingin segera pergi. Sejak beberapa hari lalu memang di sini begitu ramai karena sudah terkenal di mana-mana. Rasa eskrim nya, dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun."


"Haha ... ini terlalu berlebihan ketika mengatakan sesuatu, aku juga tahu es krim di sini sangatlah enak tetapi apa yang kau katakan itu tidak begitu benar."


"Maksudnya?"


"Sudahlah, aku tidak terlalu berminat untuk membahas hal ini hanya saja kau telepon Alina, setelah makan es krim di sini, ayo kita pulang."


"Siap!"


Si pria lalu menelpon Alina yang sudah berada di depan kedai, bukannya menghampiri kedua orang itu justru berjalan menuju Fernad.

__ADS_1


"Tuan, kau adalah salah satu penggemarmu, bolehkah aku berfoto denganmu?" tanya Alina.


"Boleh."


Fernad menyiapkan dirinya untuk berfoto dengan Alina.


Namun, Gina begitu saja membuang ponsel milik Alina.


"Heh? kenapa kau membuang ponselku?"


Alina merasa semua ini tidak adil dan ingin memberikan pelajaran kepada Gina, tapi Gina sikap hingga terjatuh.


"Aw!"


Alina jatuh, Xena tidak terima jika sahabatnya mendapatkan perlakuan yang tidak baik sehingga dia maju untuk membela.


"Xena! tunggu!"


Ze lalu menyusul Xena.


Namun, Xena sudah terlibat adu mulut dengan Gina.


Plak!


Xena dengan mantap menampar wanita ya sudah kurang ajar terhadap sahabatnya itu.


"Rasakan!"


Xena terlihat sangat puas.

__ADS_1


*****


__ADS_2