Terikat Simpul Pernikahan

Terikat Simpul Pernikahan
Paket misterius


__ADS_3

Beberapa menit berlalu ....


Sang mantan suami terlihat sangat bangga dengan hasil testpack yang menunjukkan Xena positif hamil.


Sikapnya langsung berubah drastis, sangat berbeda saat pertama datang.


"Aku hanya ingin kau bahagia, jadi kandung anak itu dengan baik. Aku akan memberikanmu jatah tiap bulan, tetaplah berusaha menjadi ibu dari anakku," ucap Fernad.


Matanya sangat berbinar. Sikap Fernad yang cukup lembut, membuat Xena tidak paham.


Dia curiga bahwa Fernad akan membuat masalah lagi setelah ini.


Namun, apa yang ada di benaknya, seperti tidak ada bukti sama sekali, rasanya seakan halusinasi.


"Kau tidurlah, satu minggu lagi aku akan datang."


"Kau mau kemana?"


"Apa kau akan rindu."


"Tidak."


"Haha, aku ada pekerjaan. Kau jadilah penurut."


Sang mantan istri sama sekali tidak merespon kata-kata itu.


Sampai dimana Fernad mengendong tubuh Xena, dia menempatkannya di sofa dan dirinya sendiri bersimpuh dihadapan Xena.


"Aku tahu kau benci padaku, tapi apakah kau yakin aku sangat mencintaimu?"


"Aku tidak suka basa-basimu."


"Anggap saja ini deritamu, aku tidak terima jika kau lenyapkan anakku lagi."


Xena tidak berkutik, maju kena mundur kena, memang satu-satunya cara adalah menjadi penurut.


"Lepaskan Alina, dia tidak bersalah. Lalu apa rencanamu dengan anak ini?" tanya Xena.


"Aku akan merawatnya bersama calon istriku nanti."


Fernad hanya menguji Xena, dia ingin tahu, apakah Xena juga merasa getaran itu? atau sudah lupa.


Fernad yang mendadak manis, membuat batinnya bergejolak.

__ADS_1


Dia tidak akan menyakiti Xena, hanya ingin memberikan pelajaran.


.


.


.


Dua jam berlalu.


Xena masih termenung, padahal Fernad sudah berpamitan dua jam yang lalu.


"Apa aku benar-benar tidak mencintainya? kenapa aku mau bersamanya?"


Xena mencoba menelaah apa yang sebenarnya terjadi, dia tidak suka jika seorang Fernad, berada dalam hidupnya lagi.


Namun ada yang beda, suasana hatinya justru membaik.


Dia tidak bisa melakukan apapun, sebab tatapan mata Fernad sangat sejuk dan penuh cinta.


Xena berada di dalam tingkat halu yang begitu tinggi, perasaan yang tidak terjangkau nalar.


Cinta pada manta suami yang sudah bertunangan dengan orang lain?


"Ah! aku tidak paham akan perasaan ini, Tuhan!" ucap Xena sambil mengacak rambutnya kasar.


Dia merasa aman, berarti orang yang berada di balik pintu itu bukan Fernad, melainkan pria lain.


Xena perlahan bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menuju sumber suara.


Setelah tepat berada di depan pintu, dia pelan sekali membuka pintunya.


Hingga dia benar-benar pintu sudah terbuka.


"Nona? halo?" tanya seorang pria yang heran pada Xena sebab menutup mata saat berhadapan dengannya.


Xena membuka matanya, dan benar-benar senang. Dia merasa senang untuk pertama kali.


"Syukurlah."


Raut wajah Xena sangat sumringah, lalu bertanya jawab dengan tamu yang datang itu.


Dia ternyata adalah petugas pengantar paket.

__ADS_1


"Nona sangat aneh, ada apa? saya hanya mengantar paket, nona sepertinya sangat takut dengan saya?"


"Iya tuan, awalnya takut, tapi setelah itu tidak."


"Oke, nona. Ada paket untuk nona, dari pria berinisial F."


Deg!


Xena menghela nafas, dia malas jika paket itu dari Fernad.


"F siapa tuan?"


"Fernad."


"Jika pakai inisial? sebut saja namanya."


"Aku hanya menuruti keinginan sang pengirim nona."


"Oh."


Serasa mau copot itu jantung Xena karena ulah Fernad.


Dia sebenarnya malas mendapatkan paket dari Fernad, tapi apalah daya.


Xena segera menerima paket itu.


Petugas pengirim paket telah pergi, Xena juga masuk ke dalam.


.


.


.


Ruang tamu ...


Xena duduk di sofa dan melihat saja kotak berukuran sedang yang baru di kirimkan oleh Fernad.


"Aku malas membukanya, entah mengapa rasanya sangat malas, tapi aku penasaran."


Hingga dia benar-benar membukanya dan isinya adalah baju bayi 0 tahun.


"Astaga."

__ADS_1


Hal ini membuat kesal sekaligus sedih, pukulan telak dari Fernad untuk Xena.


*****


__ADS_2