
Di area pernikahan itu, sang pria terlihat begitu senang karena semua rencananya bisa terlaksana dengan baik.
Masalah Gina dan Alina beres, sekarang saatnya bertemu dengan Xena.
Pria itu tahu dimana sang mantan istri tinggal, jadi dengan mudahnya bisa mendatangi tanpa perlu susah payah mencari.
"Alina, kau boleh pulang. Kau sudah banyak bekerja dan semuanya sangat mengagumkan," cetus sang pria dnegan raut wajah yang manis dan penuh semangat.
Fernad memang memiliki kharisma dan negosiasi yang cukup menguntungkan, jadi hampir 90% kolega dan siapapun yang bekerjasama dengannya sangat senang dan tidak akan berpaling darinya.
"Baik tuan Fernad, sekali lagi aku berterima kasih kepadamu karena sudah mempercayakan segala urusan pernikahan kepadaku, padahal selama ini aku tidak pernah melakukan kebaikan kepadamu, tetapi kau begitu baik dan sangat dermawan," jelas Alina.
Pebisnis muda itu juga sangat beruntung bisa bekerjasama dengan Fernad, sebab perusahaan kosmetiknya semakin laku dan dikenal semua orang di seluruh kota, bahkan setelah pernikahan Fernad, produk Alina akan sampai ke luar negeri.
Semua janji manis yang akan terealisasi sangat nyata.
"Ya, tidak perlu sungkan padaku. Aku akan memberikan satu hal yang sangat kau butuhkan, yaitu relasi," ungkap Fernad.
Senyum mantan suami Xena sangat manis dan mengembang di bibirnya dengan sangat indah.
Pria tampan dengan segala kebaikan yang dia miliki, sangat cocok untuk memanipulasi semua hubungan.
Namun, Fernad tidak semata-mata ingin balas dendam, dia menggunakan Alina sebagai sarana untuk membuat Xena lebih berhati-hati dengannya.
"Tuan, kau sangat baik padaku. Aku berhutang budi kepadamu," jelas Alina.
Dia tidak pernah menyangka jika akan bekerja dengan seorang idola yang selama ini baik dan jauh dari cela, padahal selama ini selalu berada dalam kegelapan oleh karena dendamnya yang terlalu membara kepada Xena.
__ADS_1
"Kau pulanglah, aku juga ada urusan setelah ini," pinta Fernad.
Pria itu segera membalikkan badannya, Alina juga sama, dia hanya mengangguk ketika sang bos memberikan perintah untuk pulang terlebih dahulu.
.
.
.
Beberapa menit kemudian ....
Fernad sudah berada di dalam mobilnya dengan posisi menyetir, dia ingin pergi menuju apartemen Xena.
Ada banyak hal yang ingin dia tanyakan pada mantan istrinya itu.
Salah satu caranya adalah memperdaya Xena dengan minum keras seperti waktu itu.
Fernad membawa dua botol wine dengan kualitas paling top di sebuah box.
"Aku akan membuatmu mengerti betapa sakitnya hatiku ketika kau berada dalam kebahagiaan sedangkan aku masih di tempat yang sama. Kehilangan anak yang belum tumbuh sempurna. Aku akan meminta hak anak lagi darinya," batin Fernad dengan senyum smrik.
...
Satu jam kemudian ....
Akhirnya mobil milik sang pria sudah sampai di depan rumah Xena, dia sangat senang karena untuk memantau wanita yang selalu berada dalam pikirannya, sangatlah mudah.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, dia turun dari mobil dan menenteng satu box berisi dua wine yang sangat mahal.
Langkahnya kini udah berada di depan pintu kaca yang bisa terbuka dengan sendirinya. Di sana semua orang sudah mengenal Fernad, jadi mudah baginya untuk keluar masuk apartemen.
Hingga langkahnya kini berhenti di depan lift.
Ting!
Untung saja lift terbuka dan dia tidak menunggu lama.
Dari dalam lift, keluar beberapa penghuni apartemen. Sebagian besar dari mereka sangatlah cuek dan tidak mau tahu urusan orang.
Dia berada di dalam lift sendirian, satu menit berada di dalam lift, Fernad telah berada di lantai 15, tempat Xena dan unit kamarnya berada.
Ting!
Lift terbuka, Fernad langsung menuju kamarnya, karena hanya berada di sebelah Xena.
Dia memang selalu matang dalam berencana.
Kamar Fernad ....
"Huft, rasanya sangat nyaman," jelas Fernad.
Sang pria memasukkan box berisi wine itu ke dalam lemari khusus.
Terlihat jelas di wajahnya tentang kebencian terhadap mantan istrinya.
__ADS_1
"Aku akan menghabisi mu, Xena!" batin sang pria.
*****