
Xena merasa harga dirinya telah jatuh ketika bertemu lagi dengan Fernad.
Cukuplah cinta masa lalu yang tak pernah menemukan kebahagiaan, jangan terulang kembali semua itu.
Xena mencoba sebisa mungkin untuk menjadi orang yang tak mudah di hancurkan.
Panggilan telepon dari Fernad, memang membuatnya goyah, hanya saja, cintanya tak cukup besar kepada apa yang mereka lakukan.
Xena dan Fernad hanya ditakdirkan untuk bertemu saja, tanpa harus kembali menjalin hubungan.
Perasaan yang ada, selalu saja menjadi halangan untuk Xena, jauh dari seorang Fernad yang tak pernah bisa menjauh darinya.
Sampai saat ini, Xena belum paham tentang arti debaran jantungnya yang tak terkendali saat bersama Fernad.
Perasaan aneh yang selalu muncul saat Fernad mencoba menggoda lewat pandangan matanya.
.
.
.
Dua hari kemudian ....
Di toko kue Hamr ....
Pukul 08.00 ....
Xena berada di toko kue milik teman Alina, toko kue Hamr.
Di sini ia membantu untuk mempromosikan apa yang dia sebut kue surga.
__ADS_1
Rasa kue yang khas dan lembut, tak mampu membuat orang pergi dan berpaling.
Ini mengapa banyak orang berada dalam situasi genting yang tak terkira.
Mereka semua ingin membeli toko itu, seolah-olah ingin makan semua jenis kue tanpa terkecuali.
Dapur toko Hamr ....
Xena baru saja datang dan diajak menuju dapur, teman Alina bernama Lim.
"Xena, kau sudah sangat terkenal. Tolong promosikan toko kue milikku ya?" pinta Lim.
Dia adalah gadis cantik berusia 20 tahun yang sangat manis, entah mengapa rasanya tak tega jika menolak permintaan ini, Lim telah berusaha keras merayunya agar mau menjadi model.
"Kau adalah teman Alina, pastinya akan aku bantu," jawab Xena yakin.
"Oke, terima kasih Xena. Oh ya, aku dengar kau dekat dengan tuan Fernad."
Dia tak tahu lagi harus bersembunyi dimana ketika orang saja tahu hubungan aneh antara Xena dan Fernad.
"Oh, tidak. Memangnya kenapa ya?" tanya Xena.
Sang gadis berusaha untuk menutupi. Namun , Lim paham akan satu hal, dia melihat dari konferensi pers yang diadakan oleh Fernad sehari setelah tidur dengannya.
"Dua hari lalu, Alina kemari bersama tuan Fernad, dia mau berinvestasi di toko kue ini, setelahnya bertemu dengan wartawan. Saat salah satu awak media menanyakan soal teman wanita. Pria itu menjawab, kau adalah temannya, teman satu SMA."
"Ha? tidak ada hubungan spesial diantara kami, kami hanya pernah bertemu beberapa kali saja. Dia memang suka bercanda. Haha."
Xena merasa bahwa Fernad sangat keterlaluan, permintaan ingin anak darinya saja sudah membuat pusing, apalagi ini?
Dia harus berbicara dengan Fernad.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Xena berpura-pura ke kamar mandi untuk menanyakan hal ini pada Fernad.
.
.
.
Kamar mandi ....
Xena lalu melakukan panggilan telepon kepada Fernad, sebenarnya Xena sudah memblokir nomor di Fernad, hanya saja demi menanyakan hal ini, dia membuka blokiran itu.
"Apa maksudnya dengan teman SMA, kita tidak pernah satu SMA!" ucap Xena kesal.
"Cih, wanita singa. Kenapa menelfon aku sepagi ini!? kau ingin mengatakan bahwa kau sedang hamil?"
"Dasar pria tidak waras! kenapa kau membuat hidupku sulit?"
"Aku hanya ingin meminta hakku lagi, seorang anak."
"Kita sudah bercerai, kau bisa memiliki anak dengan wanita lain."
"Aku tidak mau."
"Dasar keras kepala!"
"Aku memang seperti itu, kau bersiaplah hamil anakku!"
Pembahasan ini membuat pening, sebab Fernad adalah seorang pria yang tidak pernah mau menyerah, dia selalu berada dalam posisi super power.
*****
__ADS_1