Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 10


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Malam ini akan di lakukan perhelatan akbar di salah satu hotel bintang lima milik kelurga Marcio.


Karena pada malam ini, putra satu-satunya keluarga Marcio sekaligus pewaris kerajaan bisnis GA corporation akan menyelenggarakan pesta resepsi pernikahannya.


Resepsi pernikahan yang diminta pada sang mommy untuk di lakukan sederhana saja, namun nyatanya di lakukan secara mewah, bahkan para sahabat, kerabat, pejabat rekan bisnis hingga petinggi perusahan milik mereka pun hadir untuk memeriahkan.


Bahkan hampir semua pebisnis dari kalangan menengah ke atas hadir di sana, termasuk papa dari Aurelia yang merupakan seorang pebisnis kelas menengah.


Setelah mendapatkan penolakan, Gavi meminta sang asisten untuk sengaja mengundang orangtua dari istrinya itu dan tentu saja dengan undangan yang berbeda, kalau biasanya undangan ada nama pengantinnya secara lengkap...undangan khusus untuk tuan Rey Wibowo dan keluarga hanya bertuliskan inisial nama pengantin saja.


Tok


Tok


Tok


Cklek


''Bagaimana?'' tanya Gavi to the poin pada sang asisten yang telah mengetuk kamarnya.


''Mereka sudah datang tuan muda.'' jawab Reno.


''Bagus, terus awasi mereka...karena aku tak mau kalau sampai mereka membuat rusuh di sini.'' kata Gavi.


''Baik tuan muda, saya permisi.'' pamitnya.


Gavi pun kembali menutup pintu kamar mereka dan kembali masuk ke dalam.


Duduk di ranjang sambil memangku laptopnya untuk mengecek segala email pekerjaan yang masuk sembari menunggu Aurel selesai bersiap.


''Khem.'' dehem Aurel yang sengaja dia lakukan untuk mengalihkan atensi Gavi dari layar ponselnya.


Deg



Melihat penampilan wanita yang hari ini telah resmi menjadi istrinya itu membuat jantung Gavi seakan berhenti berdetak.


''Cantik.'' puji Gavi tanpa sadar.


''A...apa?'' tanya Aurel dengan gugup karena mendapatkan tatapan yang terlalu intens dari Gavi.


Aurel hanya samar-samar saja mendengar gumaman itu, karena Gavi menggumamkannya dengan lirih.

__ADS_1



''Oh itu...em apa...gaunnya sangat cocok buat kamu.'' kata Gavi dengan gugup dan tentu saja tak sesuai dengan gumamannya tadi.


Jelas-jelas tadi dirinya memuji Aurel dengan kata cantik....huh dasar gengsi selangit.


Cklek


''Kalian sudah siap?'' tanya mommy Ivi yang baru saja masuk kedalam ruangan anaknya.


''Seperti yang mommy lihat.'' kata Gavi.


''Menantu mommy cantik banget...iyakan Gav?'' tanya sang mommy pada Gavi.


''Hem.'' sahut Gavi.


''Ish kamu ini puji sedikit gitu loh...sama istri sendiri ini bukan istri orang lain.'' gerutu mommy Ivi yang membuat Gavi menghela nafasnya. ''Ayo acara sudah akan di mulai, jadi sekarang lebih baik kita pergi ke ballroom.'' kata mommy Ivi lagi mengajak anak dan menantunya.


❤️


''Nanti kalau masuk, gandeng tangan suami kamu ya sayang.'' kata mommy Ivi memberi tahu Aurel saat mereka semua sudah berada di posisi masing-masing dan akan segera masuk ke tempat pesta.


Yang pertama masuk tentu saja oma Cecil dan opa Geri, lalu di belakangnya ada mommy Ivi dan daddy Geva, baru setelah mereka pasangan pengantin pada hari ini yaitu Gavi dan Aurel dan di belakangnya lagi ada mami Ica sama papi Gabriel, yang kemudian di susul oleh anak dan menantu mereka.


Tapi ada satu keluarga yang di buat kaget dan tercengang karenanya, yaitu keluarga Rey Wibowo.


Rey Wibowo datang bersama istri serta anak tirinya. Mereka sengaja membawa Arni, agar putri mereka itu bisa menggaet salah satu pengusaha yang ada di sana.


''Pa, apa mama gak salah lihat?'' bisik mama Rina.


''Papa gak tau ma.'' sahut papa Rey hingga mereka mendengar nama pengantin di sebut dan benar saja pengantin wanita pada acara ini dalam wanita yang telah mereka usir tempo hari.


Duar


''Ma...mama ini gak bener kan ma? Arni cuma lagi halusinasi ajakan ma?'' tanya Arni.


''Sayangnya enggak sayang.'' sahut mama Rina dengan raut sesalnya.


''Kenapa setelah di buang justru dia mendapatkan nasib sebaik ini.'' gumam Arni dengan geram dan marah, terbukti dengan otot rahangnya yang mengeras juga tangannya yang terkepal.


❤️


Kini tiba saatnya para tamu untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


Aurelia sedikit tersentak kaget begitu melihat siapa yang akan naik ke atas pelaminan.

__ADS_1


Ya orang itu tak lain dan tidak bukan adalah papanya, orang yang telah membuang dirinya.


''Kamu harus kuat, tunjukan pada mereka kamu bukan Aurel yang lemah...karena saat ini yang berada di sini bukan lagi Aurelia Revany Wibowo melainkan Aurelia Revany Gavindra Marcio..'' bisik Gavi saat melihat dengan ekor matanya bahwa istrinya itu tengah menundukkan kepala. ''Angkat kepalamu...karena anggota keluarga Marcio tak boleh menundukkan kepala mereka pada orang lain.'' sambungnya lagi.


''Tapi dia...'' lirih Aurelia.


''Dia sudah memutuskan hubungannya denganmu.'' potong Gavi dengan cepat.


Aurelia mendengarkan apa kata suaminya...diapun kemudian mengangkat kepalanya dan berusaha baik-baik saja.


Papa Rey beserta mama Rina dan Arni mau tak mau harus menyalami yang punya acara meskipun saat ini wajah kedua wanita itu tampak di tekuk dan kelihatan sekali tak suka.


''Selamat tuan muda.'' ucap papa Rey pada Gavi.


''Ah terimakasih tuan Rey.'' balas Gavi.


Jauh di lubuk hati tuan Rey Wibowo begitu merutuki kebodohannya karena menolak permintaan pemuda yang ada di depannya saat ini, kalau saja dirinya menerima...pasti saat ini harkat serta martabat kelurganya terangkat, bahkan sudah di pastikan kalau dirinya tak perlu susah-susah untuk mencari rekan bisnis mengingat dirinya berbesanan dengan keluarga yang sangat berpengaruh di dunia bisnis.


''Untuk yang kemarin...saya...'' kata tuan Rey.


''Tak perlu di ingat lagi tuan, karena ternyata istri saya tak membutuhkan wali pernikahannya.'' potong Gavi. ''Karena keluarga Marcio saja sudah cukup untuknya, jadi dia tak membutuhkan keluarga yang lain.'' sambungnya lagi dengan telak.


''Nak, papa...'' kata tuan Rey yang kini beralih pada Aurel.


''Terimakasih atas kedatangan tuan dan kelurga.'' potong Aurel.


''Sayang...apa kamu haus?'' tanya mami Ica yang tiba-tiba muncul.


Tadi dirinya dan suami melihat segala interaksi mereka dan melihat ketidak nyamanan Aurelia.


Mereka juga tau siapa sebenarnya yang sedang di sana.


''Ah iya mi.'' jawab Aurel.


''Kalau begitu, ini di minum sayang.'' kata mami Ica sambil menyodorkan satu gelas oranye jus pada Aurelia.


Merasa tak di anggap...tuan Rey beserta anak dan istrinya pun pergi meninggalkan pelaminan.


''Terimakasih ya mi.'' ucap Aurel.


''Sama-sama sayang.'' sahut mami Ica.


Kebencian Arni semakin memuncak kala Aurel mendapatkan begitu banyak pehatian dari anggota keluarga konglomerat itu.


''Kasih sayang papanya aja bisa aku rebut, apalagi suaminya.'' gumam Arni di pojok sana. ''Kita lihat saja...tak ada yang bisa menolak pesona serta kecantikan seorang Arni...tak ada satu pun dan apa yang aku inginkan pasti akan aku dapatkan.'' sambungnya lagi dengan senyum smirk dan wajah penuh kesombongan.

__ADS_1


__ADS_2