Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 38


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari ini Aurel dan Gavi hanya menghabiskan waktu mereka berdua di dalam kamar, Aurel mau berangkat kerja juga sudah tidak mungkin karena sudah sangat terlambat sedangkan Gavi memilih untuk tetap bersama sang istri.


"Sibuk banget ya?" tanya Aurel dari atas tempat tidur, sambil melihat sang suami entah sedang mengerjakan apa dengan laptop di depannya.


Suaminya itu sudah memperlakukannya seperti seorang pesakitan saja sehingga untuk keluar dari kamar pun sama sekali tak di perbolehkan.


"Hanya mengerjakan pekerjaan kantor, agar gak menumpuk." sahut Gavi dengan mata yang masih fokus menatap layar monitor sambil sesekali melihat kearah kertas yang di pegang tangan kirinya.


"Aku bikini kopi mau?" tawar Aurel yang sebenernya sudah merasa terlalu jenuh, sejak tadi gak melakukan apa-apa selain duduk, berbaring sambil main ponsel atau baca buku.


"Gak usah cinta, aku bisa bikin sendiri...kamu istirahat saja." tolak Gavi yang membuat Aurel mendengus kesal.


Aurel kembali membuka ponselnya, di pilihnya sebuah aplikasi novel online untuk menemani kejenuhannya hingga tanpa sadar lama-lama matanya terpejam begitu saja.


Gavi yang merasa suasana tiba-tiba hening pun menoleh sejenak ke arah ranjang.


"Pantes aja sepi, tidur ternyata." kata Gavi.


Gavi langsung berdiri dari duduknya, mengambil ponsel yang di ada di tangan Aurel dengan pelan lalu menaruhnya di atas nakas, kemudian dengan pelan naik ke atas ranjang dan ikut merebahkan tubuhnya di sana.


Di tarikannya dengan pelan tubuh Aurel sehingga kembali berada dalam depannya, mata tajamnya pun perlahan mulai menutup untuk menyusul sang istri ke alam mimpi.


❤️


Lagi dan lagi di malam harinya Gavi lebih memilih untuk memesan makan online dan tak membiarkan istrinya itu untuk memasak.

__ADS_1


"Ck, harusnya gak usah pesan makan Gav...akukan masih bisa masak." kata Aurel dengan mulut yang terus mengomel sambil menata makanan yang Gavi pesan.


"Gak apa-apa...sekali-sekali." sahut Gavi.


Begitu semuanya sudah siap, mereka berdua pun langsung menyantap makanan tersebut sebelum semuanya dingin.


"Mau aku bikinin teh?" tawar Aurel ketika mereka sudah selesai makan.


"Gak usah." jawab Gavi yang masih duduk di tempatnya.


Aurel mulai mengumpulkan semua piring yang kotor dan menawannya ke arah tempat cuci piring.


Grep


"Akh." kaget Aurel. "Gav, kamu itu ngagetin aja sih." protes Aurel saat dirinya kaget karena tiba-tiba Gavi langsung memeluknya dari belakang.


Melihat tingkah suaminya ini, membuat Aurel hanya bisa menghela nafasnya.


"Awas dulu Gav, aku mau cuci piring." kata Aurel sambil sedikit mengerakkan bahunya agra Davin mau lepaskan belitannya.


Namun Gavi ya tetaplah Gavi, dia tetap dalam posisi yang baginya uwenak.


Akhirnya Aurel hanya bisa pasrah cuci piring dengan di gelendoti Gavi yang membuat ruang geraknya begitu sangat terbatas hingga semuanya selesai.


Melihat sang istri yang sudah selesai, Gavi pun mulai melancarkan aksinya.


Dengan perlahan namun pasti, Gavi mulai mengendus leher putih nan mulus milik Aurel sehingga membuat sang empunya merasa sedikit kegelian.

__ADS_1


Tak berapa lama, Gavi membalikan tubuh Aurel sehingga saat ini posisi mereka saling berhadapan.


Gavi mulai sedikit menundukkan wajahnya dan semakin mendekatkan pada wajah Aurel.


Di pandangnya bibir yang sedari tadi serasa begitu menggodanya, yang membuat dirinya begitu tak tahan untuk segera mencicipinya kembali.


Kedua benda kenyal tersebut mulai bertemu, mulai dari hanya diam menempel saja, yang dengan perlahan berubah bergerak menjadi sebuah l*****n, lama kelamaan s*****n hingga membangkitkan gairah yang ada di dalam tubuh keduanya di tambah lagi dengan tangan Gavi yang menahan tengkuk Aurel juga yang satunya sudah berkeliaran entah kemana saja.


Begitu melihat sang istri yang sudah terbuai, Gavi mulai sedikit membuka baju Aurel bagian atas, namun wanita itu langsung menahan tangan Gavi.


"Ada apa?" tanya Gavi dengan suara serak serta tatapan sayunya.


"Jangan di sini." lirih Aurel.


Gavi pun menganggukkan kepalanya dan langsung mengendong Aurel ala baby koala.


Karena tak mungkin untuk naik tangga dengan posisi mereka saat ini, akhir Gavi memilih untuk menuju ke arah salah satu kamar tamu yang ada di lantai bawah.


Brak


Dengan begitu kasarnya Gavi langsung masuk dan menutup pintu tersebut menggunakan kakinya.


Di rebahkan dengan perlahan tubuh Aurel di ranjang yang sedetik kemudian Gavi pun kembali melancarkan aksinya.


Aksi panas, pergulatan hebat yang membuat mereka berbagi peluh, saling mend***hkan nama satu sama lain hingga di akhiri sebuah erangan panjang yang keluar dari mulut keduanya sebagai pertanda pertarungan telah usai, tugas namun entah siapa yang memegang gelar sebagai pemenang.


"Terimakasih cinta." ucap Gavi setelah memberikan kecupan di kening Aurel.

__ADS_1


Laki-laki itu kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping tubuh Aurel dan membawa tubuh wanita itu kedalam dekapannya hingga keduanya pun terlelap begitu saja.


__ADS_2