
❤️ Happy Reading ❤️
''Bik, ini kok rasa masakannya berbeda? siapa yang masak?'' tanya mommy Ivi.
''Iya masakannya lebih enak dan begitu pas di lidah, sambelnya juga gak terlalu pedes dan asin sama manisnya juga seimbang.'' timpal oma Cecil.
''Maaf nyonya besar dan nyonya sepuh, yang membuat sarapan adalah nyonya muda.'' jawab bik Sri.
''Jadi semua ini masakan kamu sayang?'' tanya Oma Cecil pada sang menantu.
''I...iya Oma.'' jawab Aurelia.
''Enak, opa suka.'' kata opa Geri.
''Hem, bisa tambah gemuk dan kehilangan perut sixpack kamu nih mah Gav kalau begini ceritanya.'' kata daddy Geva.
''Sering-seringlah menginap di sini jadi opa bisa merasakan masakan cucu mantu opa ini.'' kata opa Geri namun bukannya menjawab, Aurelia malah melirik ke arah Gavi.
''Kami usahakan setiap akhir pekan kemarin opa.'' kata Gavi yang seolah mengerti jika Aurel memintanya untuk menjawab.
''Kenapa harus tinggal di apartemen segala, gak tinggal di sini saja?'' tanya Oma Cecil.
''Kami ingin menikmati waktu berdua kami Oma.'' jawab Gavi.
Setelah itu tak ada obrolan lagi di ruang makan, sebab mereka labuh milih untuk menikmati masakan menantu keluarga Marcio itu.
❤️
''Kami bertiga pergi dulu.'' pamit Oma Cecil pada ketiga pria tersayangnya.
''Kalian hati-hati dan selamat bersenang-senang.'' kata opa Geri.
Rasanya Gavi sudah tak bersemangat sekali, pasalnya akhir pekan ingin menikmati waktu berdua dengan istrinya, nah ini Aurel malah di bawa oleh kedua wanita yang menempati tahta tertinggi di hatinya.
Mau protes gak bisa, ngijinin pergi dirinya seakan tak rela...hah jadi seperti makan buah simalakama...jadi serba salah.
''Sudahlah Gav, biarkan istrimu itu bersenang-senang dan menikmati waktunya.'' kata daddy Geva yang seakan tau tentang apa yang ada di pikiran putranya. ''Biarkan istri kamu itu lebih akrab dengan mommy dan juga Oma.'' imbuhnya lagi.
''Iya dad.'' jawab Gavi pada akhirnya.
''Bagaimana dengan perusahan Gav? apa ada masalah?'' tanya opa Geri.
''Ada tikus yang sedang bermain-main di perusahan opa, tapi aku sudah minta Reno untuk mencari siapa pelaku yang sebenarnya.'' jawab Gavi.
''Maksudnya gimana?'' tanya daddy Geva.
''Biasa dad, ada yang sedang mencuri uang perusahaan dan aku taunya dari laporan yang di periksa olah Aurel.'' jawab Gavi.
''Kok Aurel?'' tanya opa dengan mengernyitkan dahinya.
''Iya, karena hari Sabtu Aurel libur jadi aku minta dia ikut ke kantor biar bisa langsung kesini, jadi gak harus bolak-balik.'' jawab Gavi. ''Tapi pas dia bantu aku periksa laporan keuangan ternyata ada kejanggalan.'' sambungannya lagi.
''Ya kamu tinggal cari siapa yang bikin laporan Gav.'' kata opa.
__ADS_1
''Gak mungkin orang yang bikin laporan yang mengelapkan dana opa, karena sama aja dia menggali lubangnya sendiri.'' kata Gavi. ''Aku yakin pasti ada orang yang memberinya laporan keuangan...nah itu yang sedang Reno selidiki.'' sambungnya. ''Kami juga ingin tau motifnya...memang ada penggelapan dana atau sengaja karena ada uang yang ingin menjebak seseorang.'' imbuhnya.
''Iya kamu benar, daddy setuju.'' sahut Geva. ''Terus perkembangan hubungan kamu dan Aurel gimana?'' tanya daddy Geva.
''Ya gak gimana-gimana dad, seperti yang kalian lihat.'' jawab Gavi.
''Terus sama orang yang menjebak kalian gimana?'' tanya opa Geri yang memang sudah tau tentang kebenaran kisah cucunya kenapa mendadak menikah, tapi tidak dengan Oma Cecil yang tak tau apa-apa.
''Sudah dapat...tinggal eksekusi aja, sebentar lagi kalian juga akan dengar ada perusahan yang gulung tikar serta keluarga yang terlibat banyak skandal.'' jawab Gavi. ''Aku juga sedang mencari celah untuk bisa mengambil alih perusahan milik keluarga Aurel karena itu adalah perusahan dari keluarga mendiang mamanya bukan papa Aurel.'' sambungannya lagi.
''Kami percaya kalau kamu tak akan gegabah jika melakukan sesuatu.'' kata opa Geri.
❤️
Jika di ruang para pria tiga generasi sedangan membicarakan hal yang serius, berbeda lagi dengan ketiga wanita yang sedang memanjakan diri.
Mommy Ivi dan Oma Cecil mengajak Aurel ke salon kecantikan langganan mereka untuk melakukan berbagai treatment.
Mulai dari massage, lulur, mani pedi, facial, hingga merapikan rambut Aurel hingga mereka memakan waktu lebih dari dua jam di tempat itu.
Kemudian dilanjutkan dengan berbelanja dan tentu saja Aurelia hanya bisa mengikuti kedua wanita yang sangat dia hormati.
''Pilihlah pakaian yang kamu inginkan sayang.'' kata Oma Cecil pada Aurel setelah mereka memasuki toko pakaian dengan brand ternama dunia.
Mata Aurel menelisik seluruh pakaian yang berjejer di sana hingga pandangan matanya tertuju pada satu dress yang berwarna biru elektrik yang begitu sangat mencuri perhatiannya.
''Hah...harganya sama dengan satu bulan gajiku.'' gumam Aurel setelah melihat harga yang di bandrol di sana. ''Hem tapi tak apalah...sekali-sekali.'' gumamnya lagi.
''Sudah sayang?'' tanya mommy Ivi menghampiri Aurelia.
Mereka kemudian berjalan menuju ke arah kasir.
Aurel mulai membuka dompetnya untuk mengambil kartu ATM yang ada di sana.
Mommy Ivi dan oma Cecil saling lirik begitu Aurel mengeluarkan kartu biasa, bukan kartu tanpa limit seperti milik mereka.
''Gak usah sayang...biar mommy saja yang bayar...sekalian belanjaan mommy dan oma.'' cegah mommy Ivi saat Aurel hendak menyerahkan kartu miliknya.
''Tapi mom...'' kata Aurel.
''Tak apa sayang.'' potong mommy Ivi.
Aurel semakin merasa tak enak hati, tadi di salon di bayarin oleh Oma Cecil dan sekarang yang membayar sang ibu mertua.
''Habis ini kita makan ya...kebetulan juga sudah waktunya makan siang.'' kata Oma Cecil yang di angguki oleh Aurel juga mommy Ivi.
❤️
''Heh, ma...lihat siapa yang di sana.'' tunjuk Arni pada sang mama.
''Anak s*** itu, sama siapa dia...'' kata mama Rita dengan penuh tanda tanya.
''Ayo ma, waktunya bermain-main.'' kata Arni dengan senyum jahatnya.
__ADS_1
Arni berdiri dari kursinya untuk menuju ke arah dimana Aurel duduk, namun sebelum benar-benar melangkah Arni tak lupa menyambar gelas yang mesin berisi minuman di atas meja.
Byur
''Akh...'' kaget Aurel yang tiba-tiba kepalanya basah karena di guyur air dari belakang.
''Kalian siapa, hah!'' bentak mommy Ivi yang juga tak kalah kaget.
''Hai j*****, Hem kalau melihat penampilan kamu saat ini sepertinya hidup kamu enak ya...menjadi p****** di mana?'' ejek Arni tanpa menghiraukan pertanyaan dari mommy Ivi.
''Mau apa kalian?'' tanya Aurel dengan menahan rasa geramnya.
''Mau kami...'' kata Arni. ''Hidup kamu hancur...dasar j*****.'' bisik Arni tepat di telinga Aurel.
Plak
Satu tamparan langsung Aurel daratkan tepat di pipi kiri Arni.
''Beraninya kamu ya...'' geram Arni.
''Ayo sayang sebaiknya kita pergi dari sini.'' ajak mommy Ivi yang tak ingin situasinya bertambah kacau.
Saat Aurel akan berlalu dari sana...mama Rina menarik tangan Aurel dan melayangkan satu tamparan.
Plak
Kejadiannya begitu cepat sehingga Aurel tak sempat menghindar ataupun mencekal tangan mama Rina.
Tak puas di situ saja, mama Rina juga langsung menarik rambut Aurel sehingga membuatnya meringis.
''Akh...'' ringis Aurel.
''Berani-beraninya kamu tampar anak saya.'' kata mama Rina.
''Kalian apa-apaan?'' kata mami Ivi yang maju ke depan dengan menarik tangan mama Rita agar terlepas dari rambut Aurel, namun usahanya sia-sia.
Tak kehabisan akal, mommy Ivi menjambak balik rambut mama Rina baru dia melepaskan tangannya dari rambut Aurel.
''Jangan kamu sentuh dia lagi.'' tekan mommy Ivi.
Saat Arni ingin membantu mamanya, pihak scurity sudah lebih dulu datang dan langsung mencekal tangan Arni dan mamanya.
''Bawa mereka pak, mereka telah menyakiti cucu saya.'' kata Oma Cecil.
Tentu saja pihak keamanan langsung membawa mama Rina dan Arni karena yang memberi perintah adalah anggota keluarga yang punya mall.
Iya mall yang mereka datangi adalah salah satu mall milik keluarga Marcio.
''Kamu tidak apa-apa sayang?'' tanya oma Cecil.
''Gak apa-apa Oma.'' jawab Aurel.
''Kita langsung pulang saja.'' ajak mommy Ivi yang di angguki oleh Oma Cecil dan Aurel.
__ADS_1
''O iya sayang apa kamu kenal dengan mereka?'' tanya Oma Cecil.
''Iya Oma, mereka adalah mama dan adik tiri aku.'' jawab Aurel apa adanya, lagian tak ada gunanya untuk menutupi...toh memang itu faktanya.