Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 15


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Cup


''Ada apa sayang?'' tanya daddy Geva yang baru saja membuka matanya tapi langsung mendapati sang istri yang sedang melamun.


Istrinya itu seperti tengah memikirkan sesuatu saat ini.


Tak lupa tangan pria yang sudah tak muda namun masih terlihat gagah di umurnya saat ini sedang mengusap dengan lembut serta penuh kasih sayang pipi mulus wanita yang telah menemani dirinya selama berpuluh tahun itu.


''Aku hanya sedang kepikiran dengan Gavi juga Aurel mas.'' jawab mommy ibu dengan jujur mengatakan apa yang mengganjal di hati serta pikirannya saat ini.


''Kenpaa, hem?'' tanya Daddy Geva lagi.


''Aku cuma takut kalau Gavi bakal melakukan hal yang buruk pada Aurel, apalagi di sana mereka hanya tinggal berdua saja.'' jawab mommy Ivi yang takut jika menantunya akan di perlakukan tak baik oleh sang putra jika di lihat dari bagaimana latar belakang mereka bisa sampai menikah. ''Kenapa kemarin di ijinin untuk pindah? jika mereka di sini perasaan aku akan jadi lebih tenang karena bisa mengawasi mereka secara langsung.'' kata mommy Ivi lagi dengan menatap ke arah sang suami.


''Sayang, dengarkan aku.'' kata Geva dengan menangkap pipi mommy Ivi menggunakan kedua tangan kekarnya. ''Mereka pindah ke apartemen dan hanya berdua...itu bukannya bagus untuk perkembangan hubungan mereka, mereka akan jauh lebih saling mengenal satu sama lain dan apa pun yang akan mereka lakukan akan menjadi lebih terbiasa dan tak canggung lagi.'' papar daddy Gavi. ''Kalau mereka hanya berdua, mau tak mau mereka akan jadi sering berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.'' sambungnya. ''Kalau kamu khawatir dengan hubungan mereka saat ini...bagaimana kalau nanti kita berkunjung ke sana untuk memastikannya langsung, agar perasan kamu jauh lebih tenang dan percayalah kalau putra kita adalah pria yang baik yang tak akan dengan mudah menyakiti hati seorang wanita yang apalagi ini adalah istrinya sendiri.'' imbuhnya.


''Tapi apa gak buat mereka curiga nantinya mas?'' tanya mommy Ivi yang sepertinya kecemasan serta ke khawatiran sudah menutupi kecerdasannya.


''Hah...kita bisa ke sana dengan membawa beberapa bahan makanan untuk isi kulkas mereka mom, gitu aja gak usah ribet cari alasan yang lain.'' jawab daddy Geva.


''Bener juga, akh baiklah terimakasih atas ide dan sarannya suamiku sayang...sekarang istrimu ini akan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.'' kata mommy Ivi namun ditahan oleh daddy Geva saat dirinya akan beranjak dari ranjang.


''Tidak semudah itu sayang...karena tak ada yang gratis di dunia ini.'' kata daddy Geva dengan senyum misteriusnya.


Dengan secepat kilat daddy Geva langsung mengungkung tubuh mommy Ivi di bawahnya sehingga terjadilah pergulatan panas antara mereka berdua.


❤️


Sedangkan di tempat yang berbeda, Aurel dengan perlahan mulai...melepaskan tangan Gavi yang membelit tumbuhnya.


''Tampan.'' gumam Aurel saat matanya langsung melihat ciptaan Tuhan yang ada di depannya saat itu.


Tak ingin berlama-lama karena takut juga kalau ketahuan, akhirnya Aurel memilih untuk turun dan kekamar mandi walau hanya sekedar mencuci muka serta menggosok giginya saja, baru setelah itu dirinya keluar menuju ke dapur minimalis untuk membuat sarapan.


__ADS_1


''Yah gak ada apa-apa...cuma ada telur saja.'' gumam Aurel saat membuka pintu kulkas. ''Bikin nasi goreng ajalah sama telur mata sapi.'' kata Aurel saat melihat ada bumbu instan untuk nasi goreng di sana.


Maklum sudah beberapa hari sejak kejadian yang menimpa mereka berdua, pemuda itu tak lagi menginap di apartemen miliknya.


Pertama yang Aurel lakukan adalah mengambil beras untuk di buatnya menjadi nasi.


Sambil menunggu nasi matang, Aurel lebih memilih untuk mulai membereskan apartemen lantai bawah.


''Hah...akhirnya selesai juga.'' gumam Aurel sambil menatap penampakan apartemen yang sudah bersih dan rapi.


''Sekarang, tinggal memasak...pasti nasinya juga sudah matang.'' kata Aurel lagi.


Tak membutuhkan waktu yang banyak untuk Aurel memasak, karena yang di masak pun hanya menu yang simpel-simpel saja.


Cklek


''Kamu dari mana?'' tanya Gavi saat melihat Aurel membuka pintu kamar mereka.


Gavi saat ini masih duduk di ranjang mereka karena bari saja bangun dari tidurnya.


''Ah itu aku baru saja dari bawah.'' jawab Aurel. ''Mau aku siapkan air untuk mandi?'' tawar Aurel.


''Bukankah itu salah satu kewajiban seorang istri, aku hanya ingin belajar manjadi istri yang baik.'' kata Aurel sambil melangkah menuju ke arah kamar mandi.


Entah kenapa mendengar perkataan Aurel membuat senyum di bibir Gavi terbit begitu saja, ada perasaan bahagia yang saat ini menggelitik di hatinya.


''Kamu mandilah terlebih dahulu, biar aku siapkan pakaian kamu.'' kata Aurel begitu ke luar dari dalam kamar mandi.


''Hari ini aku berangkat kerja, apa gak apa-apa kalau aku tinggal kamu di sini sendiri?'' tanya Gavi.


''Aku juga berangkat kerja hari ini.'' sahut Aurel.


''Baiklah kalau begitu nanti kita berangkat bareng saja, biar aku mengantarmu.'' kata Gavi yang di angguki oleh Aurel.


Mereka bergantian untuk membersihkan diri, hubungan mereka belum sedekat itu untuk bisa mandi bersama.


''Sini biar kau bantu kacingkan.'' kata Aurel saat dirinya melihat Gavi yang kesulitan untuk mengancingkan kancing di bagian lengannya karena saat ini dia juga sedang menerima panggilan telpon.

__ADS_1


Gavi bergantian mengulurkan tangannya agar kancingnya terpasang dengan sempurna.


''Sudah.'' kata Aurel.


''Dasinya.'' kata Gavi sambil mengulurkan dasi di hadapan Aurel.


''Hah...menunduklah sedikit.'' pinta Aurel karena dia merasa kesulitan memasangkannya, semua itu terkendala karena tinggi badan mereka yang berbeda.


Karena tinggi Aurel hanya sebatas pundak Gabi saja.


''Selesai.'' kata Aurel.


Belum sempat beranjak dari hadapan Gavi, wanita muda itu sudah di kejutkan dengan tangan Gavi yang melingkar sempurna di pinggangnya.


Cup


''Terimakasih my wife.'' ucap Gavi begitu selesai mengecup kening Aurel.


Walau hanya kecupan sekilas namun mampu membuat wajah Aurel bersemu merah.


''A...aku mau siap-siap dulu.'' kata Aurel dengan gugup agar Gavi melepaskannya.


''Hem baiklah, aku akan menunggumu sambil memeriksa beberapa laporan.'' kata Gavi.


❤️


''Kamu masak semua ini?'' tanya Gavi saat keduanya sudah berada di dapur.


''Iya, maaf ya cuma masak ini...soalnya di kulkas hanya ini yang ada.'' jawab Aurel.


''Ah iya aku lupa kalau sudah lama tak mengisinya.'' kata Gavi.


Dengan telaten Aurel mulai mengisi piring Gavi dengan masakan yang di buatnya.


''Apa segini cukup?'' kata Aurel setelah menyendokkan nasi goreng di piring.


''He'em.'' sahut Gavi.

__ADS_1


Mereka berdua pun menikmati sarapan mereka bersama dengan Gavi yang sesekali mencuri pandang ke arah Aurel yang duduk di depannya.


__ADS_2