Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 6


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sebelum pulang ke rumah, setelah dari panti asuhan mommy Ivi dan daddy Geva mengajak Aurelia untuk pergi ke milik keluarga mereka.


Tentu saja Gavi juga ikut menemani, mau tak mau, suka tak suka...Aurel adalah calon istrinya.


Sedangkan untuk anggota keluarga yang lain sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Rencananya sore ini mereka akan mengajak Aurelia untuk berbelanja, mengingat Aurel yang di usir dari kediaman orangtuanya tanpa membawa apapun.


''Sayang, sekarang lebih baik kamu pilih pakaian yang pas untuk kamu.'' kata mommy Ivi begitu mereka masuk ke salah satu toko pakaian dengan merk ternama.


''Tapi mom aku...'' kata Aurelia.


''Sudah pilih saja, lagian kamu juga gak ada pakaian ganti yang lainkan.'' potong mommy Ivi. ''Untuk masalah uang...biar Gavi yang bayar.'' sambungnya lagi.


Aurel yang masih begitu sungkan, hanya melihat-lihat saja tanpa mengambil pakaian satu pun.


Apalagi setelah melihat harga yang di bandrol di sana, membuatnya tambah tak enak hati.


''Kok belum milih apa-apa sayang? apa gak ada yang kamu suka?'' tanya mommy Ivi saat melihat tangan Aurel yang masih kosong. ''Kalau gitu kita pindah aja.'' sambungnya lagi.


''Bukan...bukan begitu mom, hanya saja di sini harganya mahal-mahal.'' sahut Aurelia. ''Apa kita bisa cari bajunya di pasar aja mom.'' katanya lagi.


Gavi dan daddy Geva yang duduk tak jauh dari sana merasa begitu sedih mendengar kata-kata Aurelia.


Pasalnya mereka berdua sudah sama-sama tau dari keluarga mana Aurel berasal.


Ya daddy Geva langsung menyelidiki latar belakang calon menantunya itu, sebagai orangtua terutama seorang ayah...dirinya ingin memastikan bahwa anaknya tak mendapat pendamping yang salah.


''Seperti apa kehidupan kamu yang sebenarnya?'' tanya Gavi dalam hatinya.


''Ya ampun sayang, sekarang kamu pilih aja yang kamu mau atau mau mommy aja yang milihin?'' tawar mommy Ivi. ''Tenang saja, kamu tak usah lihat harganya...karena calon suami kamu itu bisa membayarnya, bahkan sangat-sangat mampu sayang.'' sambungnya lagi. ''Ayo sini...'' ajak mommy Ivi yang mulai memilihkan pakaian-pakaian yang cocok Aurel lalu meminta gadis yang sudah tak perawan itu untuk mencobanya di ruang ganti, ya tentu saja dengan di temani oleh mommy Ivi di sana.


Begitu menemukan pakaian serta perlengkapan lainnya yang menurut mommy Ivi cocok untuk Aurelia, mereka berempat pun memutuskan untuk pulang karena masih ada acara makan malam bersama di rumah, tapi sebelum itu tak lupa Gavi membayar semua belanjaan untuk sang calon istri.


Baru jalan beberapa langkah dari toko, mereka berempat sudah di hadang oleh seseorang.

__ADS_1


Siapa dia? dia adalah manager mall tersebut.


Mendengar jika pemilik mall datang, membuatnya langsung tergopoh-gopoh untuk turun dan menyapanya langsung.


''Selamat sore tuan besar, nyonya besar, tuan muda, nona.'' sapanya.


''Selamat sore pak.'' kata mommy Ivi.


''Maafkan saya yang baru menyapa, saya benar-benar baru tahu jika tuan dan nyonya bertandang.'' ucapnya dengan kepala yang menunduk tanda hormat.


''Tidak apa-apa pak Arman.'' sahut daddy Geva. ''Lagian kami kesini hanya untuk berbelanja saja.'' sambungnya lagi. ''Karena hari sudah sore, jadi kamu permisi.'' katanya lagi.


''Oh baik tuna besar...'' sahut pak Arman.


Kehadiran pak Arman menjadi sebuah tanda tanya besar di benak Aurelia, namun dirinya begitu segan untuk menanyakannya secara langsung.


❤️


Sesampainya di rumah, Aurelia langsung digiring masuk kedalam kamar tamu untuk membersihkan tubuhnya, karena hari sudah beranjak gelap dan sebentar lagi pasti seluruh keluarganya Marcio datang.


Tok


Tok


Tok


''Maaf non, di minta untuk segera ke ruang makan.'' kata seorang art yang di minta mommy Ivi untuk memanggil Aurelia.


''Oh iya bik, terimakasih.'' ucapnya.


Aurel yang baru keluar tak sengaja berpapasan dengan Gavi yang juga bagi turun dari kamarnya.


Mereka berdua sama-sama melangkah menuju di mana ruang makan berada.


''Oh sweet banget sih kalian kak.'' kata Gabi. ''Datang barengan, pakek baju warna samaan lagi.'' sambungnya lagi.


Kata-kata Gabi langsung membuat Aurel dan Gavi saling melihat pakaian yang mereka pakai.

__ADS_1


Padahal mereka datang bersamaan...tapi mereka sama sekali kalau pakaian mereka warnanya sama...sama-sama berwarna moccha.


''Sudah-sudah, Gabi...jangan menggoda kakak kamu terus.'' tegur Oma Cecil.


Acara makan malam pun di mulai. Tak ada pembicaraan apapun selama mereka makan kecuali hanya bunyi dentingan sendok dan garpu yang saling beradu dengan piring.


Aurel mengedarkan pandangannya menatap ke semua orang, mulai dari Oma dan opa lalu ke mommy dan daddy, terus ke mami dan papi lalu ke keluarga kecil Gisel dan Gabi, yang terkahir ke arah Gavi.


Tanpa sengaja Aurel menjatuhkan air matanya, dan hal itu tak sengaja terlihat oleh ekor mata dari Gavi yang memang duduk tepat di sebelahnya.


''Apa apa?'' tanya Gavi yang mengalihkan perhatian semua orang.


''Gak apa-apa.'' jawab Aurel.


''Terus kenapa menangis? apa makannya gak enak atau apa?'' tanyanya lagi.


''Makannya enak kok, aku suka.'' jawab Aurel. ''Aku cuma...cuma...merasa bahagia aja.'' sambungnya. ''Entah sudah berapa lama aku tak merasa rasanya makan bersama keluarga seperti ini.'' imbuhnya lagi yang kali ini air matanya kembali menetes.


''Sekarang lanjutkan makanya ya...'' kata Gavi dengan sangat lembut.


Mereka yang ada di sana merasa sedih tapi juga bercampur rasa bahagia.


Sedih karena kata-kata Aurel dan bahagia karena melihat bagaimana Gavi pada calon istrinya.


Yang ada di sana semuanya seakan percaya kalau mereka berdua menikah berdasarkan cinta, bukan sebuah paksaan apalagi MBA alias married by accident.


❤️


''Aku jadi penasaran deh kak, sebenarnya seperti apa sih keluarga Aurel itu.'' kata mami Ica dengan rasa amarahnya.


''Aku juga belum begitu ngerti Ca.'' jawab mommy Ivi.


''Kak...'' panggil Gabriel dengan menyipitkan matanya menatap ke arah sang kakak.


Karena Gabriel yakin jika kakaknya itu tak mungkin tak tau.


''Huft...baiklah-baiklah...akan aku beritahu kalian.'' kata Geva pada akhirnya. ''Aurelia Revany Wibowo itu anak dari Rey Wibowo dan istri pertamanya yang telah meninggal yaitu Vanyta Wibowo, setelah Rey menikah...sikapnya berubah 180° terhadap putri kandungnya dan lebih sayang pada putri tirinya, apalagi istri dan anak tiri Rey memang tak menyukai Aurel selalu saja mencari masalah dan memfitnahnya. Aurel yang nyatanya putri keluarga Wibowo...lama-lama tersingkir, bahkan dia harus bekerja untuk membiayai pendidikannya serta kebutuhannya sehari-hari. Banyak pekerjaan yang telah Aurel kerjakan hingga dia bisa lulus kuliah dengan nilai terbaik dan bekerja di salah satu bank swasta. Sudah...itu saja informasinya.'' cerita daddy Geva.

__ADS_1


''Hem kalau aku sampai ketemu sama tu ibu dan saudara tiri Aurel...aku cakar-cakar tu mukanya.'' kata mami Ica dengan geram.


__ADS_2