
❤️ Happy Reading ❤️
Masih flashback
''Kasihan dia nak, mommy dan daddy harap kalian berdua bisa sama-sama membuka hati.'' kata mommy Ivi di akhir ceritanya. ''Kami berdua bisa melewati semuanya hingga pernikahan kami bahagia dan penuh cinta, jadi kami sangat yakin kalian berdua pun bisa.'' sambungnya lagi.
''Aurelia adalah gadis yang baik Gav, kami berdua yakin dia adalah wanita yang cocok untukmu.'' timpal daddy Geva.
''Akan aku pikirkan.'' kata Gavi yang tak tau harus berkata apa dan dia juga sangat tak menyangka jika kedua orangtuanya menikah dadakan seperti itu.
''Ingat Gav, jika kamu menyakitinya...menyakiti istrimu...sama saja kamu menyakiti mommy, Oma, mami juga para saudarimu...karena kami sama-sama seorang perempuan dan sama-sama seorang istri.'' kata mommy Ivi. '' Dia juga tak mau berada di posisi ini...dia sama-sama do jebak sepertimu.'' sambungnya mengingatkan.
''Iya mom.'' jawab Gavi.
''Sudah sana kami istirahat, besok adalah hari sakral untuk kalian berdua.'' kata daddy Geva yang merasa pembicaraan mereka telah selesai.
Sejak keluar dari ruang kerja sang daddy, Gavi terus saja memikirkan segala yang di bicarakan oleh kedua orangtuanya sehingga dia pun memutuskan untuk mengikuti saran kedua orangtuanya, mulai membuka hatinya dan menerima pernikahan ini walau secara perlahan.
Apalagi dirinya juga melihat bagaimana seluruh keluarganya terutama sang mommy dan sang Oma yang begitu menyukai Aurelia dan dia yakin jika pernikahan mereka kandas, pasti seluruh keluarganya akan kecewa.
Kembali ke waktu saat ini.
''Kamu kenapa?'' tanya Gavi saat merasa Aurel terus menggeliat dalam pelukannya.
''Em...bisa tolong lepas pelukannya gak?'' tanya Aurel dengan hati-hati.
''Kenapa? apa kamu merasa tak nyaman?'' tanya Gavi yang sudah membuka matanya.
''I...itu aku mau ke kamar mandi...em...a...aku...aku...'' kata Aurel yang seperti ragu untuk mengatakannya.
''Aku?'' tanya Gavi dengan memicingkan matanya.
''Aku kebelet.'' kata Aurel dengan cepat sambil menutup matanya karena malu.
''Heh...ya sudah sana cepet, nanti kamu ngompol lagi di sini.'' seloroh Gavi sambil melepaskan pelukannya dan langsung membuat Aurel ngacir ke kamar mandi hingga tanpa sadar menutup pintu dengan keras.
Gavi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya itu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Aurel keluar dengan menggunakan bathrobenya, karena hanya itu dan handuk saja yang dia dapatkan di kamar mandi.
Melihat Aurel keluar kamar mandi dengan ragu-ragu di tambah dengan tangan yang memegangi bathrobe bagian dadanya membuat Gavi berniat untuk mengusili wanita yang kini resmi menjadi istrinya itu.
''Apa kamu berniat untuk menggodaku?'' tanya Gavi yang masih duduk di atas ranjang dengan menaik turunkan kedua alisnya.
''Meng...menggoda apa.'' bantah Aurel.
''Terus itu?'' kata Gavi yang kali ini malah menampilkan senyum smirknya yang membuat Aurel semakin bergidik ngeri.
''I...itu tadi aku lupa bawa pakaian ke kamar mandi, iya lupa.'' kata Aurel setengah terbata.
Gavi turun dari ranjang dan berjalan mendekat ke arah Aurel, semakin membuat wanita itu merasa dag dig dug der di dalam hatinya, bahkan jantungnya pun terasa semakin tak karuan dalam berdetak.
Cup
Klek
Mata Aurel terbelalak seketika saat mendapatkan kecupan di keningnya dari Gavi walaupun hanya sekilas.
Dia serasa tak percaya dengan apa yang di dapatkannya pagi ini, saking tak percayanya...Aurel sampai meraba kening itu menggunakan jari tangannya.
Karena setau Aurel setelah beberapa hari mereka kenal, Gavi adalah sosok pria yang dingin juga kaku pada orang lain, bahkan hubungan mereka pun tak sedekat itu sehingga dia bisa melabuhkan kecupannya begitu saja.
Untuk berkomunikasi saja, mereka berdua hanya berbincang jika ada sesuatu yang penting saja dan itu pun hanya sepatah dua patah kata.
''Apa ini artinya dia menerima pernikahan kami? pernikahan yang terjadi karena sebuah kecelakaan...ah jebakan lebih tepatnya.'' gumam Aurel.
Daripada terus terusan memikirkan tentang perubahan sikap yang terjadi pada Gavi, Aurel lebih memilih menuju ke koper mereka dan mengambil pakainnya sebelum Gavi selesai dengan ritual mandinya.
Ya mereka hanya menggunakan satu koper, karena mereka tak akan lama di hotel ini...nanti seusai sarapan mereka semua akan kembali ke kediaman masing-masing.
Benar saja, baru selesai memakai pakaian, Gavi sudah selesai dan keluar dari dalam kamar mandi menggunakan bathrobe sama seperti Aurel tadi untuk mengambil pakainnya dan membawanya kembali ke kamar mandi.
❤️
Semua orang sudah menunggu di resto hotel untuk sarapan pagi bersama, hanya tinggal menunggu sepasang suami istri baru yang entah kenapa belum keluar juga.
__ADS_1
''Oma, opa, lebih baik kita sarapan dulu aja...mau nunggu kakak Gavi sama istrinya keburu kita semua kelaparan.'' celetuk Gabi yang memang merasa perutnya sudah sangat merasa lapar.
''Hem, baiklah kita mulai saja sarapannya.'' putus opa Geri yang merasa jika yang di katakan cucu perempuannya itu benar.
''Lagian juga sudah jam segini kok belum keluar juga...padahal juga sudah di kasih tau kemarin kalau kita akan sarapan pagi bersama bagi ini.'' gerutu Gisel.
''Kamu ini kayak gak pernah ngerasain jadi pengantin baru aja Sel.'' sahut mami Ica.
''Selamat pagi.'' seru Gavi yang baru datang dan tentu saja bersama dengan Aurel.
''Selamat pagi.'' sahut semua.
''Kalian langsung pesan makanan saja.'' kata mommy Ivi.
''Maaf ya kak kita mulai sarapan duluan...habis nunggu kalian lama...cacing di perutku sudah pada demo.'' kata Gabi.
''Kamu mau sarapan pakek apa?'' tanya Gavi menyerahkan buku menu pada Aurel yang duduk di sampingnya.
''Em nasi uduk boleh?'' tanya balik Aurel yang di angguki oleh Gavi.
Gavi kemudian memesan nasi uduk komplit untuk Aurel dan untuk dirinya sendiri dia memilih untuk memesan nasi goreng seafood.
''Gimana kak malam pertamanya? sukses gak?'' tanya Gisel dengan menaik turunkan alisnya untuk menggoda sang kakak.
''Bisa berapa ronde kak?'' timpal Gabi.
Wajah Gavi tetap datar walaupun di goda seperti itu...namun Aurel jangan di tanya, wajahnya sudah merah padam bak kepiting rebus.
''Kalian berdua itu ngomong apa, apa gak lihat kalau ada anak-anak di sini.'' tegur mami Ica pada kedua putrinya.
''Maaf mi.'' ucap keduanya serempak.
''Kapan kalian akan berbulan madu?'' tanya papi Gabriel tiba-tiba sehingga membuat Aurel yang sedang minum air mineral pun manjadi tersedak.
Uhuk...uhuk...uhuk
Gavi yang ada di sebelahnya dengan refleks langsung menggerakkan tangannya untuk mengelus punggung Aurel.
__ADS_1
Perlakukan Gavi tersebut menjadi sorotan seluruh anggota keluarganya dan membuat mereka semua terutama mommy Ivi dan daddy Geva mengulum senyumnya.