Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 16


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Terimakasih ya sudah mengantarku bekerja.'' ucap Aurel saat mobil yang di kendarai oleh Gavi tiba di depan lobi tempatnya bekerja.


''Ada apa? oh...ini.'' tanya Gavi yang langsung mengambil kesimpulan jika Aurel minta nafkah darinya saat wanita itu mengulurkan tangannya sehingga membuat Aurel menggelengkan kepalanya.


''Hah...'' desah Aurel yang menaruh kembali kartu yang di berikan Gavi di tangannya.


''Loh kenapa?'' tanya Gavi dengan heran bahkan dirinya sampai sempat mengernyitkan dahinya.


''Aku gak mau itu, tapi cuma mau salim.'' jawab Aurel.


''Oh salim.'' kata Gavi yang sedetik kemudian mengulurkan tangan kanannya.


Aurel menyalami Gavi dengan takzim bahkan mencium tangan pria itu sebagai tanda hormatnya sebagai seorang istri terlepas bagiamana proses mereka menikah.


Cup


''Aku sering lihat mommy sama daddy kayak gini jika daddy atau mommy mau pergi.'' kata Gavi seusai mengecup sekilas kening Aurel.


''A...aku keluar dulu, kamu hati-hati di jalan.'' pamit Aurel yang masih saja gugup setiap kali mendapatkan perlakuan manis dari Gavi.


Seusai Aurel keluar dan memastikan wanita itu telah masuk ke dalam lobi, Gavi langsung menginjak pedal gasnya untuk pergi menuju di mana perusahaan berada.


Bibir Gavi tak hantunya tersenyum kala mengingat bagaimana tadi malam sampai kejadian ini tadi saat bersama Aurel.


''Apa aku sudah mulai jatuh cinta padanya?'' gumam Gavi bertanya pada dirinya sendiri. ''Apa iya secepat ini?'' sambungnya lagi.


Seperti Gavi, Aurel pun mulai merasakan hal yang sama.


''Apa aku sudah jatuh cinta sama dia? tapi tak bisa di pungkiri jika aku sudah merasa nyaman jika di dekatnya dan ih jantungku serasa ingin melompat keluar saat di dekatnya.'' gumam Aurel sambil senyum-senyum sendiri dengan tangan yang menopang wajahnya.


''Woy... masih pagi bu'...kesambet!'' seru Imelda yang baru saja tiba malah melihat sahabatnya bertingkah aneh. ''Senyum-senyum sendiri...gak jelas banget.'' katanya lagi.


''Ish apaan sih Mel? ngagetin aja.'' gerutu Aurel.


''Kamu itu kenapa? aneh tau gak.'' tanya Imelda. ''Aku jadi ngeri lihatnya.'' sambungnya lagi.


''Ngeri-ngeri...emangnya aku setan apa.'' protes Aurel.


''Ya kali kamu kesurupan.'' celetuk Imelda.


''Ih amit-amit jabang bayi...kamu ini ada-ada aja.'' sahut Aurel.

__ADS_1


Tak ada lagi obrolan di antara mereka berdua karena kebetulan jam kerja pun sudah di mulai.


❤️


Ting


''Hah nomor siapa nih.'' gumam Aurel saat ponselnya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.


"Ini aku mau makan siang di restoran xx sama Reno sekalian mau bertemu klien di sini, nanti aku kirimkan makan siang ke sana, apa ada yang ingin kamu makan?" tanya Gavi


"Eh ini photo profilnya kayak Gavi." lirih Aurel setelah membuka aplikasi w*****pnya. "Beneran dia." katanya lagi.


"Gak usah, aku bisa cari makan sendiri...nanti malah ngerepotin lagi." jawab Aurel.


Ting


"Gak ada yang ngerepotin untuk istri sendiri.'' balas Gavi.


Ting


"Nanti kamu tunggu aja, sebentar lagi makannya sampai." katanya lagi.


"Ni orang bener-bener deh...bikin hati meleleh." gumam Aurel dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


"Terimakasih dan selamat bekerja." ucap Aurel.


❤️


''Makan siang yuk Rel." ajak Imelda yang telah menghampiri meja kerja Aurel.


"Aku sudah pesan makanan Mel, maaf ya." ucap Aurel yang tak enak hati.


"Maaf mbak Aurel ini ada kiriman makanan untuk mbak Aurel." kata salah satu security dengan membawa paper bag di tangannya.


"Terimakasih ya pak, maaf jadi merepotkan." ucap Aurel.


"Iya sama-sama mbak, kalau gitu saya keluar dulu ya mbak...mau makan siang." pamitnya yang di angguki oleh Aurel.


Aurel pun mulai membongkar isi paper bag yang di berikan padanya dan tentu saja itu adalah kiriman dari suaminya.


"Ini kok banyak banget." gumam Aurel dalam hati.


Makan yang di kirim Gavi dikemas dengan wadah yang berbeda-beda, jadi ada satu wadah berisi nasi putih, terus ada sayur juga satu wadah berisi dua jenis lauk.

__ADS_1


Jangan lupa juga ada satu botol air mineral dan satu cup besar jus jeruk.


"Eh Mel, gimana kalau kamu makan di sini bareng aku aja?" tawar Aurel. "Aku rasa ini cukup untuk makan kita berdua." sambungnya lagi.


"Wah Rel ini mah sangat cukup." sahut Imelda yang tadi sempat kembali ke mejanya untuk mengambil handphone juga dompet. "Tumben kamu pesen makan sebanyak ini? ini juga kayaknya dari resto mewah." tanya Imelda saat melihat logo restoran di atas tutup tempat makannya.


" Gak apa-apa Mel, sekali-sekali." sahut Aurel yang sengaja berbohong.


Dia merasa belum siap untuk menceritakan semuanya pada sang sahabat saat ini.


❤️


Karena Aurel bekerja di bank, jadi jam pulang Aurel tak terlalu sore. Biasanya jam operasional bank di mulai pada pukul delapan pagi dan tutup pukul empat sore untuk hati Senin hingga kamis, sedangkan untuk hari jum'at akan tutup pukul tiga sore dan hari sabtu juga Minggu akan libur. (ini cuma jam kerja karangan author aja ya)


Aurel sudah memesan ojek online untuk mengantarkan dirinya sampai di apartemen milik Gavi, karena menurut Aurel jika naik ojek akan memakan waktu lebih cepat di jalan mengingat keadaan jalan yang suka macet di jam-jam tertentu jadi bisa salip sana salip sini.


Begitu sudah dekat dengan unit apartemen yang dia tempati, Aurel begitu kaget melihat dua sosok yang dia kenal sedang berdiri di depan pintu.


"Mommy, daddy." panggil Aurel.


"Ah sayang, akhirnya kamu pulang juga."SM sambut mommy Ivi.


Aurel pun langsung menghampiri dan menyalami dengan takzim kedua mertuanya.


"Mommy sama daddy sudah dari tadi?" tanya Aurel.


"Belum kok sayang baru beberapa menit yang lalu." jawab mommy Ivi.


Bip


"Ayo mom, dad, silahkan masuk." kata Aurel mempersilahkan dengan sopan.


"Ini mommy bawakan bahan makanan buat kamu sama Gavi, pasti kulkas kosong kan." kata mommy Ivi memberikan alibi kedatangannya.


"Ah iya mom, kami baru mau belanja nanti malam setelah Gavi pulang kerja." sahut Aurel. "Terimakasih ya mom...jadi ngerepotin." ucap Aurel.


"Ngrepoti apanya, enggak sama sekali sayang." sahut mommy Ivi.


"Ini Ivi bawa ke dapur ya mom, sekalian bikin minum untuk mommy sama daddy." kata Aurel.


"Kamu bikinin daddy sama mommy teh hangat tanpa gula saja sayang." kata mommy Ivi memberi tahu. "Biar mommy bantu buat susun semua ini...supaya cepat selesai." kata mommy Ivi yang mengikuti Aurel dari belakang.


"Sekali lagi terimakasih ya mom, Aurel jadi ngerasa gak enak." ucap Aurel dengan jujur tentang apa yang di rasakannya.

__ADS_1


"Ah santai saja sayang, anggap mommy sama daddy seperti orangtua kamu sendiri bukan mertua." kata mommy Ivi.


Betapa bahagianya hati Aurel, ternyata dirinya begitu di terima di keluarga ini.


__ADS_2