
❤️ Happy Reading ❤️
Matahari sudah meninggi, bahkan sinarnya pun sudah serasa menyilaukan mata.
Namun kedua orang yang sudah lama menikah namun baru mereguk indahnya surga dunia dalam keadaan sadar dan dengan rasa cinta, masih saja asik bergelung di bawah selimut dengan saling berpelukan.
Tak berselang lama, salah satu dari kedua insan itu pun ada yang terbangun.
Aurel membuka ke dua matanya dan pertama kali dia lihat adalah dada bidang seseorang, wajah Aurel seketika saja memerah mengingat bagaimana panasnya percintaan mereka tadi malam.
Suaminya itu seolah tak ada lelahnya sehingga menggempur dirinya berulang kali, hingga entah sampai jam berapa mengakhiri semuanya.
Aurel memberanikan diri untuk mendongak dan mengamati pahatan indah yang tercinta di depan matanya.
"Dulu mommy ngidam apa sih sampai punya anak seganteng kamu." gumam Aurel yang seolah tak ada rasa bosan memandangi wajah Gavi.
Rambut hitam legam, alis hitam dan tebal, bibir yang tak begitu tebal dengan bibir yang sedikit memerah karena Gavi bukan tipe pria perokok, rahang yang kokoh dan tegas, serta hidung yang sudah seperti perosotan anak TK. Satu lagi mata yang tajam namun menyimpan banyak keteduhan.
Aurel benar-benar tak menyangka bisa memiliki suami setampan ini apalagi ini adalah paket komplit. Sudah tampan, mapan pula. Nikmat mana lagi yang bisa kamu dustakan.
"Baru sadar kalau suami kamu ini tampan, hem." kata Gavi dengan mulai membuka matanya.
"Se..sejak kapan ka...kamu bangun?" kata Aurel dengan gugup karena merasa sudah tertangkap basah mengagumi suaminya sendiri.
"Sejak istriku ini tak henti memandangi wajah tampanku." jawab Gavi dengan percaya dirinya.
"Narsis." kata Aurel.
"Itu kenyataannya cinta, bukan narsis." kata Gavi.
__ADS_1
Mendengar kata "Cinta" dalam memanggil dirinya membuat Aurel tersipu malu.
"Mau kemana?" tanya Gavi saat Aurel mencoba untuk menyingkirkan tangannya yang masih bertengger di pinggang wanita itu.
"Aku mau turun Gav." jawab Aurel.
Bukannya melepaskan, justru Gavi malah lebih mengeratkan pelukannya.
"Biarkan seperti ini sebentar lagi." kata Gavi. "Aku masih ingin menikmati kehangatan tubuh istriku." sambungnya lagi dengan mata yang mulai menutup karena ingin menikmatinya.
Aurel yang terus bergerak tak sengaja kakinya telah menyenggol sesuatu yang akan membuatnya lemas.
"Apa kamu sengaja cinta?" tanya Gavi.
"Sengaja apa?" tanya Aurel yang bingung karena memang dirinya tak tau apa yang di katakan Gavi.
"Kamu telah membangunkannya." bisik Gavi tepat di telinga Aurel dengan suara yang terdengar begitu sangat sensual.
"Kamu harus tanggung jawab." kata Gavi yang kali ini sudah berada tepat di tubuh Aurel.
Kembali mengungkung tubuh itu untuk mendesah bersama, berbagi peluh berdua dan tentunya membuat keduanya puas hingga terus menyebut nama pasangan mereka.
Lagi dan lagi Aurel harus menerima serangan demi serangan yang di lakukan oleh Gavi hingga dirinya lemas tak berdaya dan akhirnya telelap kembali.
"Terimakasih cinta...cup...cup." Gavi mengecup kening dan bibir Aurel setelah mengalami pelepasan dan Aurel hanya bisa menanggapinya dengan seulas senyum tanpa mampu berkata-kata lagi.
Gavi pun mengulingkan tubuhnya dan kembali membawa tubuh Aurel ke dalam dekapan.
Pria itu terkekeh sendiri sebelum dirinya ikut telelap kala melihat sang istri yang sudah terlelap hanya dalam hitungan detik.
__ADS_1
❤️
"Jam berapa ini?" gumam Aurel. "Ah astaga sudah jam dua siang tenyata...pantes aja perut aku sudah keroncongan." gumamnya lagi setengah kaget saat melihat jam yang ada di atas nakas.
"Ada apa cinta?" tanya Gavi dengan suara seraknya kala merasakan pergerakan dari tubuh Aurel.
"Gav, bangun Gav...ini sudah siang loh." kata Aurel.
''Memangnya jam berapa sekarang?" tanya Gavi.
"Jam dua siang Gav, makanya ayo cepet bangun...aku sudah laper ni." jawab Aurel yang membuat Gavi seketika langsung membuka kedua matanya.
"Mau makan dulu apa mandi dulu?" tanya Gavi.
"Aku mau mandi dulu." jawab Aurel. "Eh kamu mau ngapain?" tanya Aurel saat Gavi hendak berdiri.
"Aku mau gendong kamu ke kamar mandilah cinta, memangnya mau apa lagi." sahut Gavi.
"Gak usah Gav, aku bisa sendiri." tolak Aurel.
"Ya udah...coba saja." tantang Gavi.
"Auw...ish." baru satu kali kakinya melangkah, namun Aurel susah meringis karena merasakan begitu sakit di pangkal pahanya.
Merasa tak tega, tanpa ba bi bu Gavi langsung mengendong Aurel dan menaruhnya di badthup yang sudah berisi air hangat. Sedangkan Gavi sendiri memilih untuk membersihkan tubuhnya di guyuran air shower yang dingin.
Walaupun ini yang kedua kali untuk Aurel, namun Aurel tetap saja merasa kesakitan karena selain sudah lama tak melakukannya, semalam Davin seolah lepas kendali bahkan lebih ganas dari pada saat dirinya dalam pengaruh obat.
Karena tak ingin istrinya semakin bertambah sakit, akhirnya Gavi memilih memesan makanan online lewat aplikasi.
__ADS_1