Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 40


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Setelah kemarin menemani Gavi bekerja, hati ini Aurel rencananya akan mengunjungi kediaman sang mertua. Gavi tentu saja mengijinkan, sebab dirinya juga tak tega jika sang istri harus di rumah sendirian saat dirinya berkerja.


"Akh." kaget Aurel saat dirinya yang sedang fokus membuat kue malah di kejutkan dengan sepasang tangan yang tiba-tiba membelit perutnya.


''Aku bikin kaget ya ... Maaf." ucap Gavi dengan berbisik tepat di telinga Aurel yang justru membuat tubuh sang wanita langsung meremang.


"Geli by." keluh Aurel saat suami tampannya itu sibuk menciumi batang lehernya.


"Habisnya kamu malah ninggalin aku sendiri di kamar, padahal aku masih ngantuk dan pengen di peluk tau." kata Gavi menyampaikan keluhannya yang terdengar manja.


Aurel pun langsung membalikkan tubuhnya menjadi menghadap sang suami. Di tangkupnya wajah tampan nan rupawan itu menggunakan kedua tangannya.


"Aku lagi bikin kue untuk mommy by." kata Aurel. "Kenapa sekarang suami aku ini jadi begitu manja." sambungnya lagi.


"Manja sama istri sendiri kan gak ada salahnya cinta." jawab Gavi. "Cium." kata Gavi lagi meminta satu kecupan dari Aurel.


Cup


"Sudah, sekarang kamu ke kamar dulu ... sebentar lagi nyusul begitu kuenya matang." kata Aurel dengan lembut setelah menuruti keinginan suaminya yang ingin di cium.


Aurel memang sudah selesai memasak untuk sarapan mereka pagi ini, tinggal menunggu kue yang dia buat matang saja.


"Awas kalau lama, aku bakal datang kesini dan langsung gendong kamu ke kamar." ancam Gavi .


"Iya by." sahut Aurel.


Aurel hanya bisa menggelengkan kepalanya di sertai senyuman sambil memandang punggung Gavi yang semakin menjauh.


Kalau mengingat bagaimana proses yang membuat mereka menikah, rasanya Aurel begitu tak percaya bisa mendapatkan perlakuan yang begitu manis dari Gavi, bahkan mendapatkan kasih sayang dari keluarga suaminya dan cinta kasih yang kuat biasa dari suaminya sendiri.


Ting


Bunyi dari suara oven langsung membuyarkan segala pikiran Aurel yang mengenang masa lalu.


Wanita itu langsung buru-buru menuju ke oven untuk mengeluarkan kue yang dibuatnya.

__ADS_1


"Hem ... semoga mommy dan yang lainnya suka." gumam Aurel.


Begitu perkuehannya selesai, Aurel pun langsung pergi ke kamar sebelum ancaman yang di lontarkan sang suami menjadi kenyataan.


Cklek


"Cinta." panggil Gavi yang memang kembali berbaring di ranjang. "Peluk." katanya dengan manja sambil merentangkan kedua tangannya.


Aurel pun tersenyum dan ikut bergabung ke atas ranjang untuk memeluk suami manjanya, karena memang masih jam lima pagi, jadi masih cukup waktu untuk beristirahat walau hanya beberapa menit.


❤️


"Mau menginap atau pulang?" tanya Gavi saat mobil mereka telah memasuki gerbang kediaman utama keluarga Marcio.


"Aku terserah kamu saja by.'' sahut Aurel.


"Pulang aja gak apa-apakan?" tanya Gavi lagi.


"Iya." jawab Aurel.


Gavi sempat mencium tangan dan bibir sang istri sebelum mereka berdua keluar dari mobil.


''Pagi."


"Sayang, kok datang gak ngasih kabar." kata mommy Ivi sambil menghampiri anak dan menantunya.


"Sengaja mom." sahut Gavi.


"Mom, ini aku buatin kue untuk mommy dan yang lain." kata Aurel menyerahkan paper bag yang sedari tadi di bawahnya.


"Ya ampun sayang ... Kok pakek repot-repot segala, kalian datang saja kamu sudah seneng loh." sahut mommy Ivi.


"Kau juga bilang gitu mom, tapi mantu mommy ini tetep kekeh bikin kue dari sejak pagi." kata Gavi menanggapi kata-kata sang mommy.


"Sarapan sayang." tawar Oma Cecil pada cucu dan cucu mantunya.


"Terimakasih Oma, tapi kami berdua sudah sarapan tadi." sahut Aurel.

__ADS_1


"Mom, Gavi titip Aurel ya." kata Gavi begitu melihat jam di pergelangan tangannya. "Gavi harus berangkat sekarang, ada meeting penting pagi ini." sambungnya lagi. "Cinta, aku berangkat dulu ya ... Kamu baik-baik di sini, nanti aku jemput." pamit Gavi pada Aurel, tak lupa pula pria itu mencium dalam kening dan mencium sekilas bibir Aurel.


"Ayo duduk sayang." ajak mommy Ivi begitu sang putra pergi.


"Sayang, kamu gak kerja?" tanya daddy Geva.


Semua mata langsung melihat ke arah Aurel, karena rasa senangnya sang menantu datang, sampai lupa jika Aurel itu bekerja.


"Aku sudah resign dad." jawab Aurel.


"Sejak kapan sayang?" tanya mommy Ivi.


"Kemarin mom." jawab Aurel.


"Senengnya ... kamu jadi bisa kesini kapan saja, gak perlu menunggu weekend." kata mommy Ivi dengan girang.


Banyak rencana untuk menghabiskan waktu bersama sang menantu langsung tersusun rapi di otak wanita paruh baya itu.


❤️


Sehari di rumah sang mertua hanya Aurel habiskan dengan bercengkrama dengan mertua serta Oma dan opanya hingga Gavi menjemput seusai pulang kerja.


Tadinya ingin langsung pulang karena ingin bermanja dengan sang istri untuk menghilangkan segala penat setelah seharian bekerja dan berkutat dengan banyaknya tumpukan kertas, namun karena permintaan sang mommy niat itu langsung di urungkan.


Gavi dan Aurel ikut makan malam bersama di kediaman keluarga Marcio terlebih dahulu.


"Kalian beneran gak mau nginep?" tanya mommy Ivi saat Gavi dan Aurel berpamitan.


"Nanti weekend aja ya mom." jawab Gavi.


"Ya sudah, hati-hati di jalan." kata mommy Ivi pada akhirnya.


Mommy Ivi masih menatap nanar kepergian anak dan menantunya.


"Padahal aku ingin mereka menginap." lirih mommy Ivi.


"Sudahlah mom, biarkan mereka pulang." kata daddy Geva. "Biar mereka bisa cepet bikini cucu untuk kita." sambungnya lagi.

__ADS_1


"Daddy ini ada-ada saja, memangnya di sini mereka gak bisa bikin ... orang kita juga gak pernah recokin atau ganggu mereka kok." sahut mommy Ivi menatap sang suami.


"Bukan begitu mom, kalau di apartemen kan cuma mereka berdua ... akan jauh lebih bebas." kata daddy Geva. "Sudah ayok kita masuk." ajaknya dengan tangan yang langsung merangkul pundak mommy Ivi.


__ADS_2