
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi-pagi sekali Aurel sudah ingin melepas diri dari dekapan Gavi, tapi pria itu seakan tak rela dan malah mengeratkan pelukannya.
''Gav, lepas.'' pinta Aurel.
''Biarkan seperti ini dulu, sebentar saja.'' kata Gavi.
''Gav, aku mau turun buat bantu bikin sarapan...ini sudah pagi.'' sahut Aurel.
''Kamu di sini saja, lagian sudah banyak art yang membantu buat nyiapin sarapan gak seperti di apartemen Rel.'' kata Gavi yang terus memeluk tubuh Aurel sambil memejamkan mata menikmati aroma tubuh sang istri yang baginya masih tetap saja harum.
''Tapi aku gak enak sama Oma juga mommy Gav.'' kekeh Aurel.
''Mereka juga tak akan mempermasalahkan hal itu Rel, jadi gak usah merasa tak enak hati seperti itu.'' sahut Gavi. ''Sekali-sekali bersiap cuek gitu loh Rel jangan apa-apa ngerasa gak enak.'' sambungnya lagi.
''Tapi aku ingin memberi kesan yang baik selama menginap di sini, apa itu salah?'' tanyanya.
''Huft...ya udah sana.'' kata Gavi yang langsung melepaskan pelukannya, mau menahan Aurel seperti apapun seprtinya tak akan bisa, karena istrinya itu pasti akan terus berbicara berusaha untuk membujuknya.
Cup
''Terimakasih suamiku.'' ucap Aurel yang langsung kabur kedalam kamar mandi begitu mencuri satu kecupan di salah satu pipi Gavi sehingga membuat mata sang empunya langsung terbuka secara sempurna.
''Ck, dasar istri nakal...setelah curi ciuman langsung kabur.'' gumam Gavi yang kembali memejamkan matanya.
Bagi Gavi, akhir pekan adalah waktunya untuk istirahat dan bermalas-malasan setelah selama enam hari bekerja yang membuat otaknya berpikir dengan cukup keras.
❤️
''Selamat pagi bi, selamat pagi nek.'' sapa aurel pada bik Sri dan art yang lainnya yang ada di dapur.
''Selamat pagi nyonya muda.'' kata mereka yang menyapa balik sang majikan.
''Apa ada sesuatu yang nyonya muda butuhkan?'' tanya bik Sri.
''Ah gak ada nek.'' jawab Aurel. ''Tapi apakah boleh jika aku ikut membantu untuk menyiapkan sarapan?'' tanyanya.
''Itu tidak usah nyonya muda, kami tak ingin kalau nyonya muda sampai kelelahan nantinya.'' tolak bik Sri dengan lembut dan sopan.
''Tak apa kok nek, aku tak akan kelelahan jika hanya membantu untuk membuat sarapan saja.'' sahut Aurel. ''Setiap pagi juga aku biasa membersihkan apartemen sama membuat sarapan untukku dan Gavi...jadi boleh ya nek.'' kekeh Aurel.
''Tapi nanti jika nyonya besar dan tuan muda marah pada kami bagaimana nyonya muda.'' kata bik Sri yang sepertinya masih enggan untuk mengijinkan Aurel membantu di dapur.
__ADS_1
''Biar aku yang tanggung jawab nek.'' sahut Aurelia.
''Huh baiklah kalau itu keinginan nyonya muda.'' kata bik Sri pada akhirnya. ''Kalian bantu nyonya muda dan pastikan jika nyonya muda tak terluka sedikitpun, saya akan mengecek pekerjaan yang lainnya.'' printah bik Sri pada art yang bagian dapur.
''Baik bik.'' jawab mereka secara serempak.
''Em pagi ini kita buat apa untuk sarapan?'' tanya Aurel pada art yang ada di sana.
''Untuk pagi ini nyonya besar minta kami membuat bubur ayam nyonya muda.'' jawab salah satu art.
''Baiklah kalau begitu biar aku yang buat, bibi-bibi tolong bantu buat siapin bahannnya ya...'' kata Aurel dengan sangat begitu sopan.
''Baik nyonya muda.'' sahut mereka.
Pertama yang Aurel lakukan adalah membuat buburnya terlebih dahulu dan sambil menunggu berasnya empuk, Aurel pun mulai membuat makanan pelengkapnya dengan bantuan orang-orang yang ada di sana
Aurel dan mereka membuat sambal goreng ati ampela, terus sate telur puyuh, kacang goreng, ayam goreng suwir juga tak lupa sambal dan kerupuk.
''Selesai juga akhirnya.'' kata Aurel. ''Bik, aku ke kamar dulu ya...tolong nanti makanannya di tata di meja makan ya...'' pinta Aurel. ''Oya...nanti untuk minum tuan muda Gavi tolong di buatkan susu saja ya...jangan pakai kopi.'' kata Aurel lagi.
''Baik nyonya muda.'' sahut mereka.
❤️
Cklek
Sret
Bugh
Gavi menarik tangan Aurel dengan cepat sehingga istrinya itu saat ini tertarik dan tengkurap di atas tubuhnya.
''Gav, aku masih bau bumbu loh...belum mandi.'' kata Aurel yang sebenarnya sangat gugup juga takut jika Gavi mendengar suara jantungnya yang berdetak sangat kencang.
''Kamu harus tangung jawab, masa setelah mancurus atau ciuman di pipi aku langsung kabur begitu saja.'' kata Gavi.
''Oh yang tadi...a...aku minta maaf.'' ucap Aurel yang mengira Gavi tak menyukai aksinya tadi.
Bugh
Kini keadaan telah berubah, Gavi menggulingkan tubuhnya sehingga kini Aurel berada di bawah kungkungan tubuh kekarnya.
''Gav...a...aku...aku...'' kata Aurel dengan terbata-bata saking gugupnya.
__ADS_1
''Aku apa, hem?'' tanya Gavi dengan senyum misteriusnya.
''A...aku...'' kata Aurel lagi.
Cup
Gavi mencium tepat di b**** Aurel sehingga membuat si empunya membelalakkan mata, namun sedetik kemudian Aurel menutup kedua matanya seolah pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh sang suami.
Merasa tak mendapatkan sebuah penolakan, Gavi dengan perlahan mulai menggerakkan bibirnya tepat di atas b**** Aurel walaupun sama sekali tak mendapat balasan.
''Bales dong sayang...'' bisik Gavi tepat di telinga Aurel sehingga membuatnya semakin meremang.
Setelah membisikkan kata-kata itu, Gavi kembali melakukan aksinya dan Aurel pun mulai ikut membalas c***** Gavi walau gerakannya begitu teramat sangat kaku.
Gavi jadi teringat kejadian tempo lalu di mana dirinya mendapati bekas bercak darah di seprai di pagi hari seusai pergulatan panas mereka.
Dialah yang pertama untuk Aurel begitu pula sebaliknya.
Cukup lama mereka berdua menikmati hal ini hingga Aurel menepuk-nepuk lengan Gavi karena merasa telah kehabisan oksigen.
''Bernapas sayang...'' peringat Gavi saat Aurel masih terengah-engah mengatur napasnya.
Gavi jadi semakin yakin jika istrinya itu tak pernah berciuman sebelumnya.
Begitu melihat nafas Aurel yang sudah tenang, Gavi kembali melancarkan aksinya...entah kenapa pagi ini dirinya begitu sangat menginginkan istrinya itu.
''Akh...'' satu d****** lolos begitu saja dari mulut Aurel saat Gavi sudah beralih pada leher jenjangnya.
''Gav...Ga...vi...ki...kita harus segera bersiap...akh...'' akta Aurel terbata dengan d****** di akhir kalimatnya karena suaminya menyesap lehernya begitu saja layaknya seorang vampir.
''Sebentar sayang...'' sahut Gavi yang begitu enggan untuk mengakhiri semuanya saat ini.
Tok...Tok...Tok...
''Tuan muda dan nyonya muda di minta turun untuk sarapan bersama.'' kata seorang art mengetuk pintu kamar mereka.
''Gav.'' panggil Aurel yang mau tak mau membuat Gavi menggulingkan tubuhnya ke samping sedangkan Aurel pergi ke arah pintu.
Cklek
''Iya bik, sebentar lagi kami turun.'' kata Aurel.
''A...aku mandi dulu.'' kata Aurel yang berjalan menuju ke arah kamar mandi.
__ADS_1
''S****'' Gavi mengumpat dengan kesal karena ada yang menggangu kegiatannya pagi ini.