Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 18


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pagi-pagi sekali, wanita yang baru beberapa hari bergelar mantu itu sudah keluar dari kamarnya menuju dapur, meskipun dirinya harus bersusah payah melepaskan belitan tangan sang suami.


Ngomong-ngomong tentang suami, nampaknya Aurel harus mulai membiasakan diri untuk selalu tidur di dalam dekapan Gavi.


Karena pria yang berstatus suaminya itu selalu saja menarik tumbuhnya ke dalam pelukan untuk di dekap sepanjang malam.


Isi kulkas yang sudah terisi penuh membuat Aurel tak bingung lagi seperti kemarin untuk membuat sarapan.


Aurel mulai dari mencuci beras lalu memasukkannya ke dalam rice cooker untuk di masak, tak lupa dirinya menambahkan santan juga garam dan daun salam.


Karena rencananya pagi ini dirinya ingin membuat nasi uduk untuk menu sarapan mereka.


Sambil menunggu nasi matang, Aurel mulai mengeluarkan satu per satu bahan untuk membuat lauk pelengkapnya.


Dalam waktu tiga puluh menit semua masakan sudah rampung, Aurel melanjutkan pekerjaannya dengan mencuci semua perabot dapur yang ia gunakan lalu di teruskan dengan membersihkan area apartemen kecuali kamar yang saat ini di tempati mertuanya.


Tak lupa pula sebelum dirinya memasak tadi sudah memasukkan pakaian kotor di mesin cuci, jadi kini hanya tinggal menjemurnya saja.


''Hah selesai juga.'' gumam Aurel dengan menatap ke arah jemuran sambil mengusap peluh yang ada di dahinya.


Aurelia langsung bergegas ke atas untuk membangunkan Gavi, karena saat dirinya membersihkan kamar suaminya itu masih setia di alam mimpinya.


Cklek


''Hem...masih tidur ternyata.'' gumam Aurel menatap ke arah Gavi yang masih bergumul dengan selimutnya.


Aurel kemudian memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum membangunkan Gavi.


''Ck, ni orang apa gak kerja.'' gerutu Aurel setelah keluar dari dalam kamar mandi lengkap menggunakan pakaian kerjanya.


''Gav.'' panggil Aurel dengan sedikit menggoyangkan tubuh pria itu.


''Hem.'' sahut Gavi yang malah membenarkan selimutnya yang sedikit melorot.


''Bangun Gav, ini sudah siang...apa kamu gak ke kantor.'' kata Aurel yang masih berusaha membangunkan Gavi, kali ini Aurel sampai menarik selimut yang di pakai Gavi.

__ADS_1


''Apa sih Rel...aku masih ngantuk.'' tanya Gavi dengan sure seraknya tapi dengan mata yang masih tertutup rapat.


''Ini sudah siang Gav.'' kata Aurel yang sedikit kesal di buatnya.


''Jam berapa sekarang?'' tanya Gavi.


''Sudah hampir pukul enam Gav.'' jawab Aurel.


Gavi pun langsung membuka kedua matanya dan duduk sejenak guna mengumpulkan seluruh nyawanya yang tercecer di alam mimpi.


''Airnya sudah aku siapin...buruan mandi nanti keburu dingin.'' kata Aurel yang di angguki oleh Gavi.


Dengan malas Gavi turun dari ranjang menuju ke kamar mandi.


Sementara Gavi mandi, Aurel memilihkan pakaian kerja yang akan di kenakan oleh suaminya itu pagi ini.


Dia ingin menjadi istri yang baik, yang bisa mengurus suaminya dengan benar.


Seperti kemarin jika Aurel memasangkan dasi Gabi makan pria itu pasti akan mencuri satu kecupan darinya, satu rutinitas baru yang mereka berdua harus biasakan semenjak menikah.


❤️


Sebelum duduk, Aurel berjalan ke area dapur guna membuat minuman untuk semuanya.


''Daddy dan mommy biasa minum apa saat pagi hari?'' tanya Aurel yang memang belum begitu paham dengan kebiasaan mertuanya.


''Karena di sini tak ada susu yang khusus untuk seusia kami, jadi buatkan kami susu biasa saja sayang.'' jawab mommy Ivi.


''Baik mom.'' sahut Aurelia.


Aurel kembali dengan membawa empat gelas berisi susu di atas nampannya.


''Loh Gav, kamu minum susu juga? biasanya kalaupun susu di kasih kopi.'' kata mommy Ivi.


''Dari kemarin di buatin susu sama Aurel.'' jawab Gavi.


''Wah kamu hebat sayang bisa merubah kebiasaan anak nakal ini, padahal mommy tau bahkan Oma yang ngomong aja gak di dengerin sama dia.'' kata mommy Ivi melihat perubahan sang putra.

__ADS_1


''Aku gak tau mom, jadi dari kemarin aku buatin susu aja...lagian Gavi juga gak nolak atau protes.'' sahut Aurel.


''O iya ngomong-ngomong ini apartemen pagi-pagi sudah bersih aja ini makanan juga sudah siap begitu kami keluar, siapa yang lakuin ini semua? apa kalian punya art?'' tanya mommy Ivi.


Kalaupun ada pekerja yang membersihkan apartemen biasanya akan datang tak sepagi ini dan kalau ada art kok sejak kemarin dirinya sama sekali tak melihat orang lain di sana.


''Semua di kerjain sendiri sama mantu mommy.'' jawab Gavi. ''Entah selalu bangun jam berapa dia kalau pagi.'' sambungnya.


''Nanti mommy kirimkan salah satu art mansion ya, mommy takut kamu kecapekan...apalagi kamu juga kerjakan.'' kata mommy Ivi.


''Gak usah mom, aku bisa kok dan aku juga sudah terbiasa melakukan ini mom, jadi tak usah khawatir.'' kata Aurel.


''Kapan ini kita sarapannya? Daddy sudah gak sabar ingin mencicipi masakan menantu daddy.'' kata daddy Geva yang memang merasa perutnya sudah keroncongan.


Mommy Ivi mulai mengambilkan makanan untuk daddy Geva begitu pula Aurel mengisi piring Gavi.


❤️


''Mommy sama daddy pamit pulang ya...kalian sering-sering ke rumah untuk mengunjungi kami.'' kata mommy Ivi saat mereka berempat akan keluar dari apartemen.


''Iya mom, nanti akhir pekan kami akan berkunjung dan menginap di sana.'' kata Gavi.


''Kalian baik-baik di sini dan kami harap hubungan kalian lebih baik lagi.'' kata Daddy Geva memberi nasehat.


''Iya dad.'' sahut Gavi.


Mereka berdua kemudian turun bersama menuju ke bawah.


Mommy Ivi benar-benar memonopoli Aurel saat ini, dirinya terus saja mengandeng tangan Aurel dan daddy Geva serta Gavi hanya bisa mengikuti dua wanita itu dari belakang.


''Mommymu begitu menyukai Aurel.'' kata daddy Geva. ''Dengan adanya istrimu membuat dirinya seakan memiliki seorang anak perempuan dan bisa mengobati rasa rindunya pada Gelya.'' sambungnya lagi.


''Iya dad, aku juga bisa melihat kebahagiaan yang mommy rasakan.'' sahut Gavi dengan mantap kedua wanita itu meskipun dari belakang.


''Kamu tau gak Gav, bahkan sudah begitu banyak list rencana yang ingin mommymu lakuin sama Aurel.'' kata daddy Geva memberi tahu Gavi.


''Ck, pasti mommy berusaha buat memonopoli istri aku.'' decih Gavi yang seakan tau kemana jalan pikiran sang mommy.

__ADS_1


''Hahaha...bener banget.'' sahut daddy Geva dengan tawanya.


__ADS_2