
❤️ Happy Reading ❤️
Aurelia dan Gavi sama sekali tak melakukan apapun untuk acara pernikahan mereka yang sebentar lagi akan di gelar.
Mereka berdua sama-sama masih melakukan kegiatan sepatu biasa, bekerja dan bekerja...karena segala urusan tentu saja di handle oleh mommy Ivi juga mami Ica.
Kedua wanita itu begitu excited melakukan semuanya, karena ini adalah pernikahan putra mereka satu-satunya...sang pangeran kerajaan bisnis GA alias Golden Art corporation.
Bahkan untuk mencari cincin nikah, fitting pakaian pengantin dan prewedding pun diambil pada hari minggu dan dalam satu hari agar tak menganggu waktu kerja mereka atau mereka berdua akan kompak untuk menolaknya jika di hari jam kerja.
Gavi yang seorang no profil seperti daddynya dan memang jarang tampil di depan media, tak begitu banyak orang yang mengenalnya.
Hari ini rencananya pemuda itu akan datang. bertandang ke kediaman keluarga Wibowo untuk menemui tuan Rey Wibowo yang tak lain dan tak bukan adalah ayah kandung dari Aurel.
Bagaimana pun Gavi akan menikah dengan putrinya, jadi dia merasa perlu kesana untuk memberi tahu serta meminta do'a restu.
Walupun Aurel tak mengatakan apapun, tapi Gavi tau pasti gadis itu mau yang mengantarkannya ke pemberkatan pernikahan mereka adalah ayahnya dan itu adalah impian dari setiap wanita yang hendak menikah.
''Katakan pada tuanmu jika ada yang ingin bertemu dan ini penting.'' kata Gavi pada penjaga gerbang yang di temuinya.
Setelah mendapatkan ijin dari sang majikan, gerbang pun langsung di buka dan Gavi di persilahkan untuk masuk.
❤️
''Silahkan tuan.'' kata art yang telah membukakan pintu untuk Gavi.
''Terimakasih.'' ucap Gavi.
Walaupun terkesan seseorang yang dingin tapi Gavi tak lupa untuk selalu mengucapkan terimakasih dan kata maaf jika dia salah dan itu semua adalah ajaran dari kedua orangtuanya.
Gavi memilih duduk di sebuah sofa singel yang ada di ruang tamu guna menunggu sang pemilik rumah turun menemuinya.
''Siapa kamu?'' tanya tuan Rey tanpa berbasa-basi.
''Oh perkenalkan tuan nama saya...'' kata Gavi yang berusaha sopan, karena bagaimanpun yang ada di hadapannya saat ini adalah calon ayah mertuanya.
''Tak perlu basa-basi, katakan apa tujuanmu datang kesini dan ingin menemuiku.'' potong tuan Rey Wibowo dengan angkuhnya.
__ADS_1
''Khem, saya datang kesini ingin mengundang anda di acara pernikahan saya sekaligus menjadi wali untuk calon istri saya... Aurelia Revany Wibowo.'' kata Gavi setenang mungkin karena kedatanganya ke sini bukan dengan tujuan untuk mencari ribut.
''Hahaha...anak muda...anak muda...kamu salah alamat.'' kata tuan Rey Wibowo. ''Wanita yang kamu sebut namanya tadi bukan lagi putriku...aku dan dia sudah tak ada hubungan apapun setelah dia...eh jangan-jangan kamu adalah salah satu pria yang menidurinya.'' sambungnya lagi.
Gavi saat ini sudah mengepalkan kedua tangannya menahan amarah mendengar perkataan pria paruh baya di depannya ini.
''Ya saya adalah pria yang telah meniduri putri anda dan perlu anda tau saya adalah pria satu-satunya yang menidurinya.'' kata Gavi dengan tatapan nyalang.
''Kalau sudah tak ada keperluan, silahkan keluar!'' seru tuan Rey Wibowo.
''Baik saya akan keluar, tapi saya harap anda tak akan menyesal nantinya.'' kata Gavi yang langsung keluar dari kediaman Wibowo. ''Camkan itu.'' kata Gavi lagi sebelum benar-benar keluar.
Entah kenapa saat ada yang menghina Aurel, ada rasa kesal berdampingan amarah di dalam hatinya.
Dia seolah-olah tak terima jika ada seseorang yang menjelek-jelekkan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
❤️
Pada hari ini, pesta pernikahan Gavi dan Aurel akan di gelar.
Pagi ini Gavi beserta kedua orangtuanya serta Oma dan opanya berangkat dari rumah langsung ke gereja dimana mereka akan melakukan pemberkatan dan pengucapan janji suci.
Aurel dan Gavi tak akan bertemu hingga nanti saat acara di gereja di mulai.
Cklek
''Dad.'' panggil Aurel sambil berdiri dari duduknya begitu tau siapa yang masuk ke dalam ruangan yang dia tempati.
''Hari ini, pada hari bersejarah dalam hidupmu...hari di mana kamu akan menuju ke fase yang berbeda...daddy...daddy yang akan menjadi walimu dan menyerahkanmu ke pria yang akan menjadi suamimu nak.'' kata daddy Geva.
''I...iya dad, terimakasih.'' ucap Aurel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Dia yang menginginkan ada papanya di sana, ternyata hanya angan-angan belaka.
''Jangan menangis nak, nanti kamu akan kelihatan jelek.'' kelakar daddy Geva. ''Kamu harus cantik agar bisa meluluhkan hati pria angkuh itu.'' sambungnya lagi yang membuat Aurel tersenyum, karena pada kenyataannya yang di sebut daddy Geva dengan julukan pria angkuh adalah putranya sendiri.
''Ayo, gandeng tangan daddy...karena ini sudah saatnya.'' kata daddy Geva dengan menyodorkan lengannya untuk di gandeng sang calon mantu.
__ADS_1
Mommy Ivi yang melihat daddy Geva keluar mengandeng Aurel pun tak kuasa menahan tangisnya, pasalnya kejadian ini mengingatkan tentang dirinya yang juga seperti Aurel...menikah tanpa di dampingi oleh keluarganya.
''Daddy serahkan calon mantu daddy padamu nak, tolong jaga dia dan sayangi dia.'' kata daddy Geva saat menuntun tangan Aurel untuk do satukan dengan tangan Gavi yang sudah terulur.
''Iya dad.'' jawab Gavi.
Pengucapan janji pernikahan dan pemberkatan pun berjalan dengan sangat lancar dan hikmat.
Hingga Gavi pun di minta untuk membuka veil pengantin yang di kenakan oleh Aurel.
Deg
Begitu veil di buka, beberapa saat Gavi merasa terpana dengan kecantikan dari wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya.
Cium...cium...cium...
Hingga terdengar teriakan tersebut yang menyadarkan Gavi dari keterpesonaannya.
Gavi mendekatkan kepalanya dan
Cup
Satu kecupan di kening di labuhkan pada Aurel, setelah itu di lanjutkan dengan ucapan selamat dari seluruh yang hadir di sana.
Setelah semua acara di gereja selesai, seluruh keluarga Marcio langsung berangkat ke hotel keluarga, mereka semua kan beristirahat di sana sebelum acara resepsi nanti malam.
❤️
''Kamu pasti sedih karena keluargamu tak ada yang datang.'' kata Gavi saat mereka berdua sudah duduk berdua di kamar hotel dan keduanya juga sudah selesai membersihkan diri.
Aurel hanya diam menunduk sambil dengan tangan yang saling bertaut di pangkuannya. Dia melakukan itu untuk menguatkan dirinya.
''Aku sudah kesana dan meminta restu serta meminta papamu untuk datang.'' kata Gavi yang membuat Aurel langsung mendongak dan melihat ke arahnya. ''Tapi papamu menolak untuk datang.'' sambungnya lagi.
''Aku tau...aku bukan lagi putrinya.'' kata Aurel dengan suara bergetar menahan tangis, bahkan saat ini dirinya sudah menggigit bibirnya agar dirinya tak terisak.
Grep
__ADS_1
''Menangislah kalau itu bisa mengurangi beban di hatimu.'' kata Gavi yang sudah membawa tubu Aurel dalam pelukannya. ''Tapi berjanjilah...ini adalah kali terakhir kamu menangisi mereka.'' sambungnya lagi. ''Dan ingatlah...saat ini keluargamu adalah keluarga Marcio...kamu menantu sekaligus putri dari keluarga Marcio.'' imbuhnya.