Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 20


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Aduh aku ketiduran lagi.'' gumam Aurel yang baru membuka matanya. ''Eh tapi ini aku dimana...perasan tadi aku ada di ruang kerja Gavi dan siapa yang sudah bawa aku kesini.'' kata Aurel sambil menatap sekeliling, ruangan atau lebih tepatnya kamar yang begitu asing untuknya.


Aurel langsung memutuskan untuk mencuci mukanya agar terlihat lebih fresh, tak lupa pula dia sedikit merapikan rambut, riasan serta pakainnya sebelum dirinya keluarga dari sana.


Cklek


''Gav, maaf tadi aku ketiduran, soalnya kamu itu lama banget meetingnya.'' kata Aurel yang begitu membuka pintu langsung berkata tanpa melihat situasi. ''Tau gini aku milih langsung ke tempat mommy aja tadi.'' sambungannya lagi.


Memang saat ini Gavi sedang berdiri di samping meja untuk mengambil sesuatu...dan jelas langsung terlihat oleh Aurel begitu membuka pintu kamar.


''Rel.'' lirih Gavi. ''Itu...'' lirihnya lagi dengan mata yang memberi kode ke arah sofa.


''Apaan sih.'' sahut Aurel yang langsung memutar kepalanya.


Dieng


Ternyata ada tiga pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua, yang satu Aurel kenal...Reno asisten Gavi tapi yang dua benar-benar asing untuknya.


''Eh maaf...maaf...'' ucap Aurel dan langsung berbalik badan.


Belum sempat Aurel membuka pintu, tangannya lebih dulu telah di raih oleh Gavi.


Gavi menggandeng tangan Aurel dan membawanya ke arah ketiga orang tersebut.


''Sayang...kenalin ini tuan Bisma dan asistennya Tama.'' perkenal Gavi. ''Beliau adalah rekan bisnisku dan tuan perkenalkan ini istri saya...Aurelia Gavindra Marcio.'' perkenal Gavi.


''Selamat siang tuan-tuan.'' sapa Aurel yang berusaha setenang mungkin meskipun saat ini dirinya gugup sekaligus malu atas insiden tadi.


''Selamat siang nyonya muda Marcio, senang bisa berkenalan dengan anda.'' balasnya.


''A..aku ke dalam ya.'' bisiknya pada Gavi yang di angguki langsung. ''Tuan-tuan...saya permisi, silahkan lanjutkan kembali meetingnya.'' pamit Aurel yang langsung pergi.


❤️


Satu setengah jam berlalu, Gavi mengetuk pintu kamar pribadinya untuk memanggil Aurelia.

__ADS_1


''Apa tamumu sudah pergi?'' tanya Aurel. ''Maaf yang tadi...aku benar-benar gak tau kalau...'' kata Aurel dengan penuh penyesalan juga perasaan bersalah.


''Gak apa-apa...lagian tua Bisma juga tak masalah kok.'' potong Gavi. ''Ayo keluar...kita akan maksb siang, tapi maaf gak bisa makan siang di luar...gak apa-apakan?'' tanyanya penuh dengan penyesalan.


''Ga apa-apa kok, mau makan di mana pun itu sama aja buat aku.'' jawab Aurel.


''Kalau begitu ayo kita makan, nanti keburu dingin.'' ajak Gavi yang di angguki oleh Aurel.


Mereka berdua makan dengan lahap hingga seluruh makanan yang di pesan oleh Gavi sudah habis tak tersisa.


Gavi pun kembali mengerjakan pekerjaannya sedangkan Aurel duduk manis sambil membaca buku yang tadi sudah sempat di bacanya.


''Ada yang bisa aku bantu gak?'' tanya Aurel yang merasa bosan lagi.


''Hem apa...'' beo Gavi yang jadi bingung sendiri.


Aurel berjalan kearah meja kerja Gavi dan duduk di kursi yang bersebrangan dengan Gavi.


Aurel mulai mengambil salah satu berkas yang ada di tumpukan.


Mulai melihat, kemudian jadi meneliti dengan seksama.


''Apa?'' tanya Gavi.


''Lihat deh...ini laporan bulan ini dan yang di sebaliknya lagi dua bulan lalu.'' kata Aurel sambil membalik beberapa berkas. ''Kalau dua bulan lalu dengan yang bulan kemarin itu selisihnya gak banyak, tapi kenapa bukan ini sangat jomplang banget selisihnya.'' paparnya lagi. ''Apa ada pengeluaran yang tak terduga bulan ini? atau ada beberapa yang membutuhkan pasokan pengeluaran yang banyak di banding bulan-bulan yang kemarin?'' tanya Aurel.


''Kayaknya gak ada deh, semuanya sama selama beberapa bulan ini jadi aku rasa tak ada sesuatu yang membuat pengeluaran jadi membengkak.'' jawab Gavi. ''Sepertinya ada yang gak beres nih.'' kata Gavi yang langsung mengambil gagang telpon untuk menghubungi sang asisten. ''Keruanganku.'' perintah Gavi yang langsung menutup sambungan telponnya tanpa mendengar jawaban dari yang di sebrang.


Tok...Tok...Tok...


''Masuk.''


Brak


Gavi langsung melempar berkas yang ada di tangannya di meja tepat di hadapan Reno.


''Baca.'' perintah Gavi.

__ADS_1


Reno yang sudah merasa ada sesuatu yang salah melihat gelagat Gavi dari sejak menelpon tadi pun langsung mengambil berkas tersebut dan membacanya.


''Ini...'' gumam Reno.


''Selidiki.'' perintah Gavi.


''Baik tuan muda.'' jawab Reno dan langsung undur diri.


''Ck,rupanya ada tikus di perusahaan ini.'' gumam Reno begitu keluar dari ruangan Gavi.


Laporan tadi memang tak masuk pada Reno jadi benar-benar tak tau akan hal ini.


Karena yang masuk pada Reno untuk sang asisten itu pelajari hanya berkas-berkas dari para klien perusahaan, sedangkan dokumen yang dari dalam perusahan seperti laporan keuangan, pemasaran dan yang lainnya akan langsung di serahkan ke sekretaris Gavi untuk di berikan pada sang CEO, sebab CEO langsung yang akan memeriksanya.


❤️


Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, Gavi pun mengajak Aurel untuk meninggalkan perusahaan karena jam kerja telah usai.


''Loh ini seperti bukan jalan...'' kata Aurel.


''Kita mau ke kediaman utama, mommy meminta kita untuk menginap di sana.'' sahut Gavi. ''Oma sama mommy kangen kamu katanya.'' sambungnya lagi.


''Aku juga kangen sama mereka.'' sahut Aurel.


''Sepertinya posisi aku saat ini sudah tersisihkan...buktinya mommy dan Oma hanya bilang kalau kangen sama kamu.'' kata Gavi yang di buat seperti merajuk.


Dan hal itu membuat Aurel langsung terkekeh.


''Itu hanya perasaan kamu aja.'' kata Aurel. ''Eh Gav, kita mampir beli oleh-oleh dulu ya...gak enak masa berkunjung gak bawa apa-apa.'' kata Aurel lagi.


''Gak apa-apa,dengan datangnya kita aja sudah jauh membuat mereka seneng...jadi gak usah bawa apa-apa lagi, lagian di sana juga semua sudah lengkap.'' sahut Gavi.


''Bener juga sih.'' kata Aurel membenarkan karena di sana ibu mertuanya itu tak pernah lengah untuk mengisi stok segalanya.


Terlebih ibu mertua Aurel itu juga sangat suka berada di dapur untuk membuat makanan.


''Eh tapi tetap aja beda Gav.'' kata Aurel sedetik kemudian. ''Pokoknya nanti kalau ada toko kue kita berhenti bentar...aku mau beli buat mommy dan yang lainnya.'' sambungnya.

__ADS_1


''Hem baiklah.'' jawab Gavi dengan pasrah saat perkataan Aurel seperti tak terbantahkan.


__ADS_2