Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 24


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Kalian sudah pulang? bagaimana dengan acara kalian...apa kalian bersenang-senang?" tanya opa Geri saat melihat kearah ketiga wanita beda generasi namun memiliki status yang sama...sama-sama menantu keluarga Marcio.


"Buruk." jawab Oma Cecil yang langsung duduk di dekat suaminya begitu pula mommy Ivi yang juga duduk di dekat daddy Geva.


Namun berbeda dengan Aurel yang masih diam berdiri di tempatnya.


"Kamu kenapa?" tanya Gavi ketika melihat ada sesuatu yang aneh dengan Aurel.


Wanita yang bergelar istrinya itu seolah menghindari tatapan matanya.


"Ada apa Oma, mommy?" tanya Gavi yang tak mendapat jawaban dari mulut istrinya.


"Aku mau ke kamar dulu." pamit Aurel saat Oma hendak menjawab pertanyaan Gavi.


"Diam di tempatmu." kata Gavi dengan tegas tak tak terbantahkan. "Ada apa Oma?" tanyanya sekali lagi.


Oma Cecil pun menceritakan kejadian di mall tadi yang mana Aurel di siram air juga di jambak dan di tampar oleh dua orang wanita yang kata Aurel adalah ibu serta saudara tirinya.


Mendengar cerita sang Oma membuat Gavi mengepalkan kedua tangannya.


"Sepertinya aku terlalu lamban memberi pelajaran pada mereka." gumam Gavi dengan geram.


Gavi pun kemudian menghampiri sang istri yang masih berdiri di tempatnya.


"Sini aku lihat...mana yang sakit." kata Gavi yang langsung menyingkirkan salur rambut Aurel yang sedikit menutupi wajahnya. "Apa ini masih sakit?" tanyanya saat melihat cap jari lima di pipi Aurel.


Aurel menggelengkan kepalanya namun dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Grep

__ADS_1


"Hiks...hiks..." Aurel menangis sesenggukan begitu Gavi menariknya kedalam pelukan.


Ini yang Aurel butuhkan saat ini, sebuah pelukan saat hatinya sedang merekam sakit.


"Kenapa mereka masih begitu jahat sama aku? padahal aku sudah pergi meninggalkan rumah dan membiarkan mereka menguasai segalanya." kata Aurel di sela tangisnya.


Mommy Ivi dan Oma Cecil pun ikut meneteskan air matanya kala melihat menantu mereka begitu rapuh dalam kekalutan.


"Sudah, ada aku yang akan membalaskan semua perlakuan mereka padamu." lirih Gavi yang masih setia memeluk tubuh Aurel untuk menenangkan wanitanya itu. "Mau di sini apa kita kembali ke apartemen?" tanyanya.


"Pulang..." jawab Aurel dengan lirih.


"Mom, dad, Oma, opa...Gavi sama Aurel pulang ke apartemen dulu ya...akhir pekan nanti kamu pasti akan menginap lagi di sini." pamit Gavi.


"Jaga mantu mommy ya nak." pinta mommy Ivi yang di angguki oleh Gavi.


"Jangan lupa kompres luka Aurel Gav." pesan Oma Cecil.


❤️


Sesampainya di apartemen, Gavi langsung mendudukkan tubuh Aurel di ranjang mereka. Setelah itu Gavi mengambil baskom yang berisi air dan ada handuk kecil juga untuk mengompres pipi Aurel yang sedikit membengkak karena tamparan yang pasti sangat keras.


"Auw..." ringis Aurel saat Gavi hendak mengucir rambutnya agar memudahkannya untuk mengompres pipi Aurel.


"Ah maaf-maaf...mana yang sakit?" tanya Gavi dengan penuh rasa kekhawatiran.


"Kepala aku agak sedikit sakit Gav." jawab Aurel yang membuat Gavi teringat dengan kata Omanya tadi bahwa Aurel sempat di jambak.


"Maaf aku gak tau." ucap Gavi.


"Biar aku sendiri yang ikat." kata Aurel yang mengambil alih ikat rambut di tangan Gavi, begitu selesai...Gavi langsung mengompres pipi Aurel.

__ADS_1


"Ish..." ringis Aurel meskipun Gavi sudah sangat pelan serat hati-hati melakukannya.


"Sakit?" tanya gavi dan Aurel pun menggelengkan kepalanya.


"Sedikit." jawab Aurel. "Langian aku juga sudah terbiasa...mungkin hari ini aku memang lagi cengeng aja." sambungnya yang membuat mata Gavi langsung membola.


"Biasa? maksud kamu gimana?'' tanya Gavi. "Kamu sudah sering mendapatkan perlakuan seperti ini, gitu?" cecarnya.


"Hem." sahut Aurel yang semakin membuat darah Gavi seperti mendidih.


Cup


"Biar cepat sembuh." kata Gavi begitu mencuri satu kecupan di pipi Aurel yang terkena tamparan.


Tentu saja itu semua hanya modus pria itu saja, apa hubungannya dengan sakit sama ciuman.


"Kamu tidur dulu, aku keluar sebentar." kata Gavi dengan tangan yang mengelus pipi Aurelia.


❤️


Gavi mengambil botol air dingin dari kulkas dan langsung menenggaknya begitu saja untuk meredakan sedikit emosi yang ada padanya saat ini.


Rasanya dia ingin keluar dan menghampiri ibu serta adik tiri Aurel dan melakukan hal yang sama dengan apa yang merek ma lakukan pada Aurel, bahan mungkin akan lebih parah lagi dan berkali-kali lipat dari itu.


Gavi merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya dari sana untuk menghubungi seseorang.


"Cari rekaman cctv di resto yang ada di mall xx." perintah Gavi pada orang yang ada di sebrang sana.


Tut


Panggilan pun langsung terputus begitu saja secara sepihak. Namanya juga tuan muda jadi ya suka-sukalah.

__ADS_1


"Sepertinya aku terlalu lunak pada kalian...lihat saja apa yang bisa kamu lakukan pada kalian semua." gumam Gavi dengan tangan yang menggenggam gelas begitu eratnya.


__ADS_2