Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 32


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Semakin hari hubungan antara Gavi dan Aurel semakin baik bahkan semakin dekat.


Gavi pun sudah tak segan lagi untuk menunjukkan sikap lembutnya pada sang istri di depan umum.


"Kalian gak ada niat buat balik ke rumah?" tanya mommy Ivi saat mereka sedang makan malam bersama di kediaman Marco.


Perkataan sang nyonya besar Marcio itu membuat Gavi dan Aurel langsung reflek bertatapan mata.


"Mom, bukan begitu..." kata Gavi pada akhirnya. "Beri kami lebih banyak waktu untuk menikmati hari-hari berdua." sambungnya.


"Ya...ya...ya...itu saja alasan kalian berdua." kata mommy Ivi dengan sedikit rasa kecewa.


"Sudah mom, jangan bikin suasana jadi tak enak.'' lerai daddy Geva.


Sedangkan oma Cecil dan opa Geri hanya diam karena tak ingin suasana bertambah runyam.


"Kita bicarakan nanti lagi." kata daddy Geva.


❤️


"Ada apa hem?" tanya Gavi saat baru masuk kedalam kamar dan mendapati sang istri yang duduk termenung sambil bersandar pada headboard.


"Enggak apa-apa kok." sahut Aurel. "Sudah ngobrol sama daddynya?" tanya Aurel.


"He'em, cuma sedikit membahas tentang perusahaan." jawab Gavi. "Aku bersih-bersih sebentar.'' kata Gavi yang langsung pergi menuju ke arah kamar mandi.


Tak berselang lama, Gavi pun ikut bergabung dengan Aurel di atas ranjang.


"Sini." pintanya untuk Aurel lebih mendekat ke arahnya.


Tanpa banyak kata, Aurel pun menurut mendekat pada Gavi.


Sret


Gavi langsung menarik tubuh Aurel untuk bersandar padanya.


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Gavi. "Jangan bilang kalau kamu tidak apa-apa." kata Gavi lagi sebelum Aurel menjawab pertanyaannya.


"Aku merasa gak enak sama mommy." lirih Aurel.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan." kata Gavi dengan tangan kirinya yang mengelus kepala Aurel sedangkan tangannya mengambil tangan kiri Aurel agar melingkar di pinggangnya.


"Tapi..." kata Aurel.


"Aku kan sudah bilang jangan di pikirkan." kata Gavi. "Sudah malam, sebaiknya kita istirahat...besok kamu mau pergikan sama mommy dan yang lainnya." katanya lagi.


"He'em." jawab Aurel sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka berdua selalu tidur dengan saling berpelukan, tanpa melakukan kegiatan lainnya kecuali satu kecupan yang Gavi labuhkan di kening dan satu lagi di bibir Aurel.


Walaupun sudah menikah selama tiga bulan, mereka berdua sama sekali belum pernah melakukan aktivitas layaknya suami istri.


❤️


"Gav." panggil Aurel sambil menggoyang tubuh Gavi sebab suaminya itu masih setia bergumul dengan selimut tebalnya.


"Hem." sahut Gavi tapi dengan mata yang masih terpejam.


"Gav, bangun dulu...ih." kata Aurel yang masih menggoyang tubuh Gavi.


"Hoam...ada apa." kata Gavi yang terpaksa harus bangun dan membuka matanya.


"Gav, bisa minta tolong untuk beliin aku pembalut gak...aku lagi dapet nih dan gak ada persediaan di sini." kata Aurel.


"Ya udah aku cuci muka bentar." kata Gavi yang langsung bergegas turun dari ranjang empuknya.


Tap


Tap


Tap


"Mau kemana Gav?" tanya oma Cecil saat melihat Gavi turun dengan tergesa.


"Mau ke luar sebentar oma." jawab Gavi. "Gavi pergi dulu ya oma." pamitnya dan langsung ngacir begitu saja.


"Gak tau Vi, cuma bilang mau pergi sebentar.'' sahut Oma Cecil.


❤️


"Ini." kata Gavi menyerahkan satu plastik berisi pembalut pada Aurel.


"Terimakasih suamiku...cup.'' ucap Aurel yang mencuri satu kecupan di pipi Gavi.


"Eh itu gak cukup ya Rel..." seru Gavi saat Aurel sudah masuk ke dalam kamar mandi. "Dasar istri nakal." gumamnya.


Gavi menunggu Aurel sambil memegang ponsel untuk memeriksa perkembangan saham perusahaannya.


Cklek


"Sudah?" tanya Gavi yang di angguki oleh Aurel. "Ini aku beliin minuman pereda nyeri." kata Gavi sambil menyodorkan satu botol obat pereda nyeri khus untuk nyeri datang bulan.


"Terimakasih...uh baik banget sih, suami siapa sih ini...'' kata Aurel.


"Ck." decak Gavi.


Sret

__ADS_1


Grep


"Kamu belum berterimakasih dengan benar istriku..." kata Gavi dengan nada yang di buat menggoda.


Kini tubuh Aurel sudah di tarik untuk duduk di pangkuannya sehingga tangannya sudah melingkar manis di pinggang ramping Aurel, sedangkan tangan Aurel pun sudah di kalungkan di leher Gavi.


"Terus bagaimana?" tanya Aurel.


"Berikan satu kecupan di sini." pinta Gavi sambil menunjuk bibirnya sendiri menggunakan jari tangannya. "Oh no bukan sebuah kecupan...tapi sebuah ciuman." ralatnya.


Dengan perlahan namun pasti Aurel pun mulai mendekatkan wajahnya dan menutup kedua matanya.


"Ayo kita turun, pasti mommy dan yang lainnya sudah menunggu kita untuk sarapan." kata Gavi dengan jempol tangan yang mengusap bibir Aurel yang basah begitu aktivitas mereka telah usai.


Bener saja begitu turun, ternyata seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di makan untuk sarapan bersama.


"Kamu tadi pagi kemana Gav?" tanya mommy Ivi saat Gavi hendak duduk di kursinya.


"Dari minimarket depan mom kompleks mom." jawab Gavi.


"Ngapain pagi-pagi ke minimarket?" tanya mommy Ivi lagi.


"Tadi itu beli keperluan Aurel mom, dia lagi dapat siklus bulanan." jawab Gavi apa adanya.


"Jadi belum ya..." kata mommy Ivi dengan lesu.


"Maaf mom." lirih Aurel yang merasa sangat bersalah melihat kekecewaan di wajah mommy Ivi.


Gavi yang tanggap pun langsung menggenggam tangan Aurel yang berada di sebelahnya.


Aurel sangat tau jika ibu mertuanya itu sudah sangat mendambakan kehadiran seorang cucu di tengah-tengah keluarga mereka.


"Itu bukan salah kamu kok." kata mommy Ivi yang sudah merubah raut wajahnya kembali seperti semula karena tak ingin menantunya merasa semakin tak enak. "Dulu mommy sama daddy juga gak sebentar kok menunggu hingga hadirnya Gavi." sambungnya lagi.


"Sudah- sudah sekarang lebih baik kita sarapan, bukannya kalian nanti kalian akan pergi keluar." sela opa Geri.


❤️


"Selamat pagi..." sapa mami Ica yang datang bersama suami, serta anak, mantu dan cucunya.


"Kalian sudah datang." kata mommy Ivi. "Sudah sarapan belum? Yuk sini sarapan bareng." ajaknya.


"Gak usah kak...terimakasih, kami sudah sarapan tadi." sahut mami Ica.


"Kalian lanjut aja makannya, kamu nunggu di ruang keluarga." kata mami Ica.


"Kamu juga sudah mau selesai kok, maaf ya jadi malah nunggu..." kata mommy Ivi.


"Halah kak nyantai aja, kakak sama siapa aja loh." sahut mami Ica.

__ADS_1


Sementara keluarga Gabriel dan Ica menunggu di ruang keluarga, mommy Ivi dan yang lainnya melanjutkan sarapan mereka...bagaimana pun mereka membutuhkan asupan yang cukup, terutama untuk para wanita yang hendak pergi untuk me time mereka hari ini.


Para wanita keluarga Marcio rencananya hari ini akan pergi salah satu mall keluarga Mercio untuk bersenang-senang, mereka akan melakukan perawatan tubuh yang tentu saja akan di lanjutkan dengan berbelanja menghabiskan uang para suami mereka.


__ADS_2